Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Sains Tunjukkan Uang Bisa Membeli Kebahagiaan

waktu baca 3 menit
Uang bisa membeli kebahagiaan, (Foto: ainara oto/unsplash)

Uang bisa membeli kebahagiaan, sains tekno sulawesitoday – Kita memerlukan uang untuk penuhi beragam keperluan setiap hari, seperti membeli makanan, baju, sewa rumah, dan lain-lain.

Tetapi, tidak seluruhnya hal bisa didapat dengan uang. Beberapa orang yang menjelaskan jika uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Apakah benar begitu?

Untuk ketahui jawabnya secara ilmiah, sebuah riset yang sudah dilakukan di University of Bath, Inggris, sudah menganalisa jalinan di antara uang dan kebahagiaan.

Apakah benar uang tidak bisa membeli kebahagiaan?

Merilis BBC Science Konsentrasi Magazine, di tingkat yang paling fundamental, beberapa hal yang membuat kita berbahagia atau minimal yang memacu tanggapan positif dan penghargaan di otak kita ialah beberapa hal yang penuhi keperluan biologis dasar kita.

Dalam masalah ini, manusia sebagai makhluk hidup banyak memiliki keperluan untuk pastikan keberlangsungan hidupnya, seperti makanan, air, udara, tidur, dan keamanan.

Otak kita mengenal beberapa hal itu sebagai ‘signifikan secara biologis’ hingga bila kita memperolehnya, kita berasa berbahagia.

Karena otak manusia bisa membuat lompatan intuitif dan abstrak, dia bisa secara mudah mengenal jika terima uang memiliki arti dapat gampang untuk penuhi keperluan.

Meskipun begitu, tak berarti jika semakin banyak uang secara automatis memiliki arti lebih berbahagia. Uang kemungkinan dikenal oleh otak kita sebagai hal yang berarti secara biologis, tapi ada batasan untuk faedah beberapa hal yang berarti secara biologis itu.

Selain artikel uang bisa membeli kebahagiaan, baca juga: Lima Keajaiban Sedekah Dapat Membuatmu Bahagia

Misalkan, konsumsi makanan yang dicintai selalu membahagiakan, tapi di titik tertentu kita akan berasa kenyang dan makan semakin banyak mengakibatkan perut tidak nyaman.

Ini berlaku untuk beberapa hal seperti tempat berlindung dan keamanan.

Misalkan, membuat kebanyakan “pelindungan” disekitaran kita bisa membuat kita berasa terisolasi dan tertindas.

Selanjutnya, ada peristiwa pembiasaan, yakni saat sisi dasar otak kita belajar tidak untuk bereaksi pada beberapa hal yang terjadi secara terprediksi dan bisa dihandalkan.

Ini ditunjukkan dalam study tahun 2011 yang sudah dilakukan oleh Dr. Ruth Krebbs di Ghent University, Belgia. Study itu menerangkan argumen kenapa beberapa hal yang baru, yang yang mengagetkan dan tidak tersangka, sering lebih membahagiakan dibanding beberapa hal yang telah terbiasa dikenali.

Dalam beberapa kasus, hal yang juga sama berlaku untuk uang. Terima upah teratur tiap bulan memang membahagiakan, tapi terima uang tidak tersangka, walau banyaknya semakin sedikit, sering membuat kita lebih berbahagia.

Disamping itu, saat kita dengan aktif dan riil memerlukan uang untuk keberlangsungan hidup kita, memperoleh uang jadi hal yang paling menyenangkan.

Tapi, menurut riset San Francisco State University, saat kita melebihi titik itu, yaitu saat kita telah aman secara keuangan, uang masih bisa berguna, tapi kemampuannya untuk membikin kita berbahagia menyusut secara berarti.

Rangsangan berbasiskan pengalaman yang lebih psikis, seperti melancong, merajut jalinan baru, menolong seseorang, dan lain-lain, bisa membuat kita lebih berbahagia.

Di dunia kekinian, kita kemungkinan memerlukan uang untuk lakukan beberapa hal itu, tapi jalinan uang dengan kebahagiaan lebih tidak langsung, yaitu untuk alat capai arah, bukan langsung memberikan imbalan sendirinya. (rahma)

Selain artikel uang bisa membeli kebahagiaan, baca juga: Makna Kebahagiaan dan Lima Contoh dalam Hidup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *