Ribuan Mahasiswa di Palu Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

waktu baca 2 menit
Ribuan Mahasiswa di Palu Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, sulawesitoday – Ribuan mahasiswa demo Tolak Kenaikan Harga BBM di depan Gedung DPRD Sulteng pada Selasa 6 September 2022.

Gedung DPRD Sulteng berada di Jl Sam Ratulangi Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.

Massa aksi Tolak Kenaikan Harga BBM itu berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Mulai dari Universitas Tadulako (Untad), Universitas Negeri Islam (UIN) Datokarama, STIE dan sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Adapun tuntutan mahasiswa menolak kenaikan BBM yang terjadi secara nasional, menolak pertambangan yang dinilai merusak alam serta mendesak pihak keamanan untuk menyusut tuntas kasus penembakan demonstran tolak tambang yang terjadi di Parigi Moutong.

Aksi unjuk rasa mahasiswa itu berlangsung beberapa jam.

BACA JUGA: Berikut 3 Nama Calon Sekda Sulteng Hasil Penilaian Timsel

BACA JUGA: Nama Staf KPU dan Bawaslu Parimo Dicatut Jadi Anggota Parpol

Korlap I Unjuk Rasa, Moh Abdi Fauzi  mengatakan, mahasiswa sebagai agen perubahan menolak keras kenaikan BBM.

“Kami mahasiswa sebagai agen perubahan menyatakan sikap untuk menolak kebijakan yang dinilai dapat menyengsarakan kaum kecil. Kami akan melawan untuk memperjuangkan ketidakadilan yang terjadi di negeri kami tercinta,” ujar  Moh Abdi Fauzi

Moh Abdi Fauzi menambahkan mahasiswa adalah agen perubahan seharusnya diterima oleh pihak DPRD Provinisi Sulawesi Tengah agar dapat menyampaikan aspirasi dari mahasiswa.

“Kami kecewa karena kami cuma dibiarkan sampai sore hari oleh pihak DPRD Provinisi Sulawesi Tengah. Dari panas terik hingga sore hari sampai terbenam kami hanya berada di depan DPRD Provinsi, padahal keinginan kami cuma mau masuk dan menyampaikan aspirasi saja,” jelas Moh Abdi Fauzi.

BACA JUGA: Dapur Umum Pemkot Palu Layani Kebutuhan Logistik Korban Banjir

Pada aksi kali ini, massa aksi dan aparat keamanan terpantau sempat beberapa kali terjadi aksi dorong-mendorong hingga memaksa mundur aparat keamanan yang sedang berjaga di depan pintu DPRD Provinisi Sulawesi Tengah.

Aksi ini adalah bentuk solidaritas mahasiswa dalam memperjuangkan hak rakyat. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published.