Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Tersisa Enam Race, Fabio Quartararo Akui Sirkuit Aragon Tersulit

waktu baca 2 menit
Tersisa Enam Race, Fabio Quartararo Akui Sirkuit Aragon Tersulit Foto/Istimewa

Berita Olahraga, sulawesitoday sports – Tersisa enam race, pemimpin klasemen MotoGP Fabio Quartararo harus mampu mempertahankan keunggulannya memimpin 30 poin atas Frasesco Bagnaia, dia akui pada balapan di sirkuit Aragon merupakan yang tersulit.

Dengan keunggulan 30 poin dari enam balapan tersisa di MotoGP, bisa dikatakan memimpin cukup aman untuk pemimpin Kejuaraan. Tapi melihat tren dari balapan baru-baru ini, Fabio Quartararo (MonsterEnergy Yamaha MotoGP) menganggap hal itu perlu dikhawatirkan.

Dalam empat Grand Prix terakhir berturut-turut di Assen (Belanda), Silverstone (Inggris), Red Bull Ring (Austria) dan Misano (San Marino) Juara Dunia MotoGP saat ini hanya bisa naik ke podium satu kali (kedua di Austria).

Di sisi lain, salah satu rival terdekatnya, Francesco “Pecco” Bagnaia (Ducati Lenovo), mampu meraih podium tertinggi di keempat balapan.

Ini memungkinkan Bagnaia untuk kembali ke perebutan gelar MotoGP. Faktanya, dia sekarang lebih difavoritkan untuk menang daripada El Diablo. Pasalnya, trek di enam balapan tersisa akan lebih condong ke arah Quartararo dan Ducati.

Akhir pekan ini 16 hingga 18 September 2022 MotoGP menggelar putaran ke-15, Aragon Grand Prix, di Sirkuit MotorLand Aragon. Secara historis, rute 5,1 km bukanlah favorit Quartararo.

Sejak mulai berlaga di Kejuaraan Dunia Sepeda Motor (kelas Moto3 tahun 2013), hasil terbaik El Diablo di MotorLand Aragon hanya P5 di tahun 2019 (MotoGP). Jadi pembalap dari Nice, Prancis, tahu tantangan berat di depan Aragon.

Quartararo akui GP Aragon bakal menjadi balapan yang tersulit dari enam balapan yang tersisa saat ini. Tapi dia akan fokus. Dia ingin akhir pekan ini menjadi balapan yang hebat.

“Saya tidak pernah finis lebih baik dari peringkat ke-5 di Aragon. Jadi saya harap kita bisa kuat di sini agar bisa bersaing di balapan.”

Baca: Kembali Melaju di MotoGP, Marc Marquez Merasa Pesimis

Fabio Quartararo kesulitan meminta dukungan rekan setimnya, Franco Morbidelli. Sejak finis P7 di GP Indonesia, runner-up MotoGP 2020 itu gagal finis lebih baik dari P13 dalam 12 balapan berikutnya.

Satu-satunya Juara Dunia 500cc Spanyol, Alex Criville, juga percaya bahwa sangat logis bagi Fabio Quartararo untuk sangat peduli dengan GP Aragon.

“Quartararo tahu betul bahwa Pecco Bagnaia sangat mampu mengambil poin darinya. MotorLand Aragon adalah trek yang sangat disukai Pecco karena memiliki lintasan lurus dan turunan yang panjang,” ujar juara kelas 500cc 1999 itu.

“Pecco Bagnaia sangat menyukai trek ini. Ditambah lagi tahun lalu bisa juara,” ujar mantan pembalap Repsol Honda itu. (*/Ikh)

Baca: Sponsor RNF Racing WithU Mundur dari MotoGP

Leave a Reply

Your email address will not be published.