Tarif Kapal Ferry Resmi Dinaikkan

waktu baca 2 menit
Tarif Kapal Ferry Resmi Dinaikkan

Tarif Kapal Ferry, berita ekonomi sulawesitoday –  Tarif angkutan penyeberangan Kapal Ferry kelas ekonomi Antarprovinsi dan Antarnegara resmi dinaikkan sebesar 11 % oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang berlaku Mulai 1 Oktober 2022.

Kenaikan tarif kapal ferry ini merujuk dari Keputusan Menteri Perhubungan (KMP) Nomor 184 Tahun 2022 atas perubahan KMP Nomor 172 tahun 2022 mengenai Biaya Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan Kelas Ekonomi.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin menyebutkan, bahwa dengan diterbitkannya KMP 184 itu sebagai upaha memberikan dukungan kebersinambungan bisnis dan usaha angkutan penyeberangan di Tanah Air.

“Awalnya terjadi penundaan dengan proses penyesuai tarif ini. Sehingga hari ini, baru dapat dilaksanakan karena sebelumnya ada penilaian terhadap beberapa pelintasan untuk beberapa kelompok kendaraan,” sebut Shelvy Arifin.

Menurut Shelfy, bahwa dengan penyesuai tarif ini juga diharapkan mampu menyeimbangkan biaya penyeberangan ditengah naiknnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Penyesuaian tarif ini sebagai bentuk apresiasi dari Pemerintah untuk mendukung keberlangsungan bisnis dan usaha penyeberangan,” katanya.

Dari hasil penyesuaian tarif ini akan diaplikasikan di 53 pelintasan penyeberangan yang menyebar di selurug pulau Indonesia dengan perincian pelintasan yaitu, mulai dari Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Helai-Padangbai, Bajoe-Kolaka, Tanjung Kelian-Tanjung Api, Balikpapan-Taipa, Balikpapan-Mamuju, Bitung-Ternate, Bira-Sikeli, Sape-Waikelo, Sape-Labuan Bajo, Pagimana-Gorontalo, Siwa-Lasusua, Surabaya-Lembar, Bitung-Tobelo, Batam-Mengkapan, Karimun-Mengkapan, Sape-Waingapu, Batam-Kuala Tungkal, Dumai-Malaka, Mengkapan-Tanjung Pinang, Batam-Sei Seleri, Karimun-Sei Seleri, Ketapang-Lembar, Batulicin-Garongkong, Jangkar-Lembar, dan Jangkar-Kupang.

Selanjutnya, ada pelintasan Patimban-Trisakti, Patimban-Dwikora, Marisa-Dolong, Singkil-Gunung Sitoli, Paciran-Garongkong, Dabo-Kuala Tungkal, Tambelan-Sintete, Serasan-Sintete, Gorontalo-Wakai, Paciran-Bahaur, Kendal-Kumai, Tarakan-Toli-toli, Jampea-Marapokot, Jampea-Labuan Bajo, Tual-Kaimana, Wahai-Fakfak, Wahai-Waigama, Gag-Gebe, Wasior-Nabire, Biak-Manokwari, Banggai-Taliabu, Natuna-Sintete, Sorong-Gebe, Numfor-Manokwari, Namlea-Sanana, dan Sanana-Teluk Bara.

Shelvy mengutarakan, peningkatan harga BBM pasti berpengaruh pada pelayanan penyeberangan, terhitung yang diatur ASDP. Oleh sebab itu, jika tidak dilakukan penyesuai tarif, maka biaya pengeluaran Kapal Ferry terus menerus mencapai 40 – 50 % hanya pada ongkos operasional. (WS)

Selain Berita Tarif Kapal Ferry Resmi Dinaikkan, baca juga: KemenESDM Pastikan Tarif Listrik Tidak Naik di Akhir Tahun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *