Tarif Angkutan Kapal Ferry Tidak Naik

waktu baca 2 menit
Tarif Angkutan Kapal Ferry Tidak Naik

Tarif Angkutan Kapal Ferry Tidak Naik, berita eknomi sulawesitodayTarif angkutan penyeberangan kapal ferry hingga sampai saat ini tidak kunjung naik, disusul harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami perubahan. Akibat kondisi tersebut, tim operasi ferry mengeluh sikap pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang dinilai mulai acuh.

Sekjen Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Aminuddin Rifai menjelaskan, permintaan rekonsilasi biaya telah dilaksanakan semenjak 20 Mei 2022 saat sebelum harga BBM Subsidi naik pada 3 September 2022 lalu.

Walau pada akhirannya baru disepakati pada 15 September 2022 lewat penerbitan KM 172/2022 mengenai penyelenggaraan angkutan penyeberangan kelas ekonomi lintas propinsi. Kemudian, sesudah pemerintah menaikkan harga BBM subsidi, dalam permintaan itu disepakati kenaikan biaya sekitaran 11,97% pada 23 lintasan perintis dan komersial, yang semestinya diterapkan tiga hari sesudah penerbitan.

Selain Berita Tarif Angkutan Kapal Ferry Tidak Naik, baca juga: Aturan Baru Keluar, Ini Tarif Baru Ojek Online

“Semestinya hal itu sudah diterapkan tiga hari sesudah penerbitan (KM 172/2022), tetapi sampai sekarang ini tidak ada konfirmasi,” kata Aminuddin ke Jumat 23 september 2022.

Aminuddin menerangkan dalam penghitungan kenaikan biaya 11,97% semestinya dapat diwujudkan untuk tutup ongkos operasional dampak peningkatan BBM. Disamping itu juga dua tahun lebih semenjak Mei 2020 angkutan penyeberangan belum lakukan rekonsilasi biaya.

“Dampak kenaikan BBM ke Harga Pokok Penjualan (HPP) rata-rata 10% – 14% di luar multiplier efek dari peningkatan harga sparepart dan semua jenis. Makanya kita usulkan pemerintah untuk proses itu,” kata Aminuddin.

Sementara dampak peningkatan BBM membuat ongkos operasional dari operator penyeberangan ini dalam keadaan sulit. Aminuddin memberikan contoh untuk jalur Merak – Bakauheni biaya operasional kapal besar harus menambahkan biaya Rp40 juta setiap hari hanya untuk membeli BBM. Oleh sebab itu, apabila agenda putaran skedul kapal di 10 hari dalam sebulan karena itu tentunya operator kapal harus menanggung biaya Rp400 juta kembali untuk biaya BBM saja.

Selain itu, Aminuddin  menerangkan load faktor atau keberisian kapal sekarang ini masih di bawah 40% saat wabah. Hingga rekonsilasi biaya ini benar-benar diperlukan. (WS)

Selain Berita Tarif Angkutan Kapal Ferry Tidak Naik, baca juga: BBM Naik, Organda DKI: Tarif Angkot akan Menyusul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *