BBM Naik, Organda DKI: Tarif Angkot akan Menyusul

waktu baca 2 menit
BBM Naik, Organda DKI: Tarif Angkot akan Menyusul

Tarif angkot DKI, berita sulawesitoday – Tarif angkutan umum perkotaan (angkot) akan dinaikkan Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta, usai pengumuman harga baru BBM Sabtu pekan lalu.

Organda DKI akan meningkatkan tarif transportasi umum dengan rata-rata 12,5 sampai 17,5 %.

“Besarannya kami sedang bahas agar tidak begitu memperberat rakyat,” kata Ketua Organda DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan seperti dikutip dari Antara, Senin 5 September 2022.

Dia memberikan contoh tarif naik angkot sekarang ini sekitaran Rp 5.000 dan diusahakan tidak melewati Rp5.500 atau diprediksi naik Rp 500 supaya tidak memperberat pelanggan.

Sekarang ini Organda DKI sedang memperdalam gagasan peningkatan tarif transportasi umum perkotaan itu bersama Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) dan Dinas Perhubungan DKI dalam kurun waktu dekat.

Penyesuaian tarif angkot itu cuma berlaku untuk mikrolet yang sekarang ini belum terpadu dengan JakLingko.

Sekarang ini jumlah mikrolet yang belum terpadu capai sekitaran 4.500 unit, dari keseluruhan sekitaran 6.600 unit. Dan sisanya sekitaran 2.100 unit mikrolet telah terpadu dengan JakLingko bernama Mikrotrans.

Selain informasi tarif angkot DKI, baca juga: Breaking News: Harga Pertalite, Solar dan Pertamax Resmi Naik

“Jika yang telah terpadu itu tidak perlu (penyesuaian biaya),” ucapnya.

Ia menerangkan, sejauh ini untuk mikrolet, ongkos bahan bakar dan operasional dijamin pengemudi.

“Pikirkan jika ia (pengemudi) perlu lebih tingkat ongkos operasinya itu, berat ia. Selanjutnya penumpangnya turun lebih roboh pengemudinya. Itu sebagai kedukaan kami,” ucapnya.

Presiden Jokowi meningkatkan harga BBM Pertalite Pertamina jadi Rp 10 ribu per liter dari awal sebelumnya Rp7.650 per liter mulai Sabtu, 3 September jam 14.30 WIB.

Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam pertemuan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu, 3 September 2022 menjelaskan pemerintahan meningkatkan harga BBM subsidi untuk solar dari Rp 5.150 rupiah per liter jadi Rp 6.800 per liter.

Selanjutnya, untuk BBM non-subsidi, pemerintah meningkatkan harga Pertamax dari Rp12.500 per liter jadi Rp14.500 per liter. (rf)

Selain informasi tarif angkot DKI, baca juga: Aturan Baru Keluar, Ini Tarif Baru Ojek Online

Leave a Reply

Your email address will not be published.