Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Ini 25 Tarian Daerah Indonesia Terbaik, Ragam Makna serta Budaya

waktu baca 12 menit
Ini 25 Tarian Daerah Indonesia Terbaik, Ragam Makna serta Budaya

Tarian daerah Indonesia, ragam sulawesitoday – budaya Indonesia demikian kaya serta beraneka. Hampir semua suku bangsa yang ada pada Indonesia punya Tarian Daerah Indonesia semasing yang bagus dan unik.

Kekayaan tarian itu sebagai tanggung-jawab kita jadi orang Indonesia buat menjaga budaya. Jangan sempat tarian tradisionil raib karena terkikis oleh waktu.

Baca juga: Ekspresi Shin Tae-yong Soal Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF

Karenanya  mesti tahu apa Tarian Daerah Indonesia Indonesia. Tarian Daerah Indonesia yang paling melipur di saat dilihat, rupanya miliki filosofi serta background tertentu, lho.

Tarian Daerah Indonesia Indonesia dan Aslinya

Nach, artikel ini kali bakal membahas mengenai Tarian Daerah Indonesia terbeken dan propinsi aslinya. Yok, baca daftarnya berikut di bawah ini:

  1. Tari Cokek (Betawi, DKI Jakarta)

Tari cokek yakni tarian akulturasi di antara budaya Betawi, Cina dan Banten. Suku Betawi yang tinggal disekitaran Jakarta atau ibu-kota dari Indonesia sejak dahulu, sangatlah ringan buat berhubungan dengan suku atau bangsa lain.

Karena itu, seiring waktu, kesenian Betawi juga berkembang serta bersatu solid dengan kesenian lain. Antara lainnya tari Cokek ini, nama Cokek berawal dari Bahasa Hokkian “chiou-khek” yang mempunyai arti menyanyikan lagu.

Tarian cokek ini biasa dimainkan ketika ada pementasan atau acara pesta kesenangan. Penari Cokek memperlihatkan kebolehannya sekalian menyanyi dibarengi oleh alunan musik Gambang Kromong. Pergerakan tarian ini seperti beradu pantat atau banyak yang menggoyahkan pinggul.

  1. Tari Remo (Jombang, Jawa Timur)

Tari Remo atau Reyoge Cak Mo datang dari Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Tarian ini biasa diperlihatkan saat penyambutan tamu yang dibarengi oleh gamelan. Sebenarnya, tarian ini dihantarkan oleh penari pria, tetapi menjadi usaha konservasi, penari wanita lantas bisa menari tarian Remo.

Tari Remo perlu segi maskulinitas untuk jadi lakon penari. Pementasan Tari Remo memanglah pengin memperlihatkan kejadian pangeran yang tengah berusaha dalam suatu medan perlawanan.

Keunikan inti dari tarian ini yaitu pergerakan kaki yang rancak serta aktif. Dibantu dengan lonceng-lonceng di ruang pergelangan kaki, hingga dapat keluarkan bunyi apabila penari ambil langkah di pentas.

Baca juga: Bupati Poso Serahkan 245 SK CPNS Formasi 2021

  1. Tari Indang (Sumatera Barat)

Tari Indang atau yang populer bernama Tari Dindin Badindin sebagai kesenian asli Sumatera Barat, lebih persisnya warga Pariaman. Tarian ini kabarnya adalah media proses penebaran Islam oleh Syekh Burhanudin di Sumatera Barat.

Filosofi tarian ini sangat kuat dengan budaya Minang dengan Islam. Tarian Indang ditayangkan dengan alunan Shalawat Nabi atau syair yang mempunyai kandungan nilai tuntunan Islam. Umumnya, ditayangkan pada peringatan meninggal dunianya cucu Rasulullah atau tiap-tiap tanggal 10 Muharram.

Tarian Dindin Badindin ini dijalankan oleh penari pria dalam jumlah ganjil seperti 7, 9, 11, atau 13 orang. Pergerakannya serupa dengan Tari Saman yang datang dari Aceh, namun apabila  memandang secara saksama, tarian ini mempunyai pergerakan yang lebih lentur.

  1. Tari Legong (Bali)

Tari Legong merupakan tarian classic Bali yang sudah ada semenjak era ke-19. Katanya, Tari Legong memperoleh ide dari mimpi seseorang Pangeran yang sakit lalu bersua dengan 2 gadis menari dibarengi oleh alunan gamelan.

Tari Legong mempunyai pergerakan yang cukup kompleks dan terlilit dengan tabuhan gamelan. Alat musik yang menyertai Tari Legong namanya Gamelan Semar Pagulingan. Sampai sekarang di Bali punyai beragam jenis Tari Legong, terutama di Bali Selatan.

Mengenai Tari Legong yang cukup tenar merupakan Legong Lasem (Kraton) dimainkan oleh 2 orang legong dan seorang cenderung. Disamping ini, ada Tari Legong Jobog, Ledog Membawa, Kuntul, Sudarsana, Smaradahana dll.

  1. Tari Bungong Jeumpa (Aceh)

Tari yang ini sekarang cukup tenar lantaran lagunya dinyanyikan pada tempat Asian Permainan 2018 Jakarta dan Palembang. Tari unik Aceh ini miliki pergerakan cukup sederhana dengan dijalankan secara berganti-gantian, duduk serta berdiri.

Sembari menari, beberapa penari menyanyikan lagu Bungong Jeumpa sebagai kebanggaan orang Aceh. Lagu serta tarian Bungong Jeumpa menyimbolkan kemegahan serta kesuburan tanah Aceh.

Bungong Jeumpa hakikatnya yakni bunga yang punya beraneka warna. Untuk warga Aceh, bunga ini yakni ikon kemegahan. Jadi, tidaklah aneh jika akan kerap lihat bunga bungong jeumpa di dalam acara tradisionil penduduk Aceh.

  1. Saman (Aceh)

Silahkan kita awali dari daerah amat barat di Indonesia, Aceh. Salah satunya Tarian Daerah Indonesia Indonesia terkenal di Daerah Spesial Aceh merupakan tari saman. Tidak cuma ternama di negeri, tari saman dikenal juga di luar negeri. Kerap, tarian yang kebanyakan dikerjakan banyak orang penari sekalian ini diperlihatkan dalam moment kebudayaan di luar negeri.

Sampai, UNESCO, organisasi kelimuan, pengajaran dan kebudayaan yang bernaung di bawah PBB, masukkan tari saman dalam perincian peninggalan budaya yang butuh pelindungan menekan dari Tubuh PBB Soal Pengajaran, Sains dan Kebudayaan.

Pergerakan tari saman cukup sukar dikerjakan karena memerlukan kecepatan, ketepatan dan kesatuan.

Buat dapat menarikannya, satu barisan penari saman dapat latihan sepanjang beberapa minggu sampai berbulan bulan, lho.

  1. Tor Tor (Tapanuli Utara)

Di utara Pulau Sumatra, persisnya di seputar Danau Toba, ada suku Batak yang punya Tarian Daerah Indonesia namanya tor tor. Tarian ini umumnya ditarikan oleh orang Batak dalam beberapa ritus penting seperti acara pesta pernikahan, acara pesta kematian, sukuran panen sampai upacara pengobatan orang sakit.

Saat menari Tor Tor, orang Batak kebanyakan disertai permainan alat musik Mangondangi yang terdiri dalam 9 biji gondang (gendang batak), terompet unik Batak dan suling. Pergerakan tari tor tor tidak ruwet dan lebih gampang didalami sebab pergerakannya monoton.

Di zaman saat ini, penari tor tor umumnya masukkan beberapa unsur tambahan dalam koreografi-nya.

  1. Tari Piring (Minangkabau)

Dari Barat Pulau Sumatra, pasnya di Minangkabau, ada tari piring yang miliki pergerakan elok dan kaya pengertian. Tari piring adalah simbolisasi dari pemberian persembahan pada si pembuat atas kesuksesan panen.

Akan tetapi, di era saat ini tari piring telah diperlihatkan secara bebas dalam beragam perayaan. Tari piring rata-rata diperlihatkan oleh 3 sampai 5 penari yang menggenggam dua sampai tiga piring dalam tangannya serta gelang lonceng kecil yang diikat di kaki penari.

Tarian lentur dan cantik ini kebanyakan disertai oleh alunan alat musik tradisionil Minangkabau yaitu bong serta saluang.

  1. Turuk Langgai (Mentawai)

Nama tarian ini kurang memang termasyhur diperbandingkan nama Tarian Daerah Indonesia yang lain yang berada di artikel ini. Akan tetapi, sejalan makin populernya Kepulauan mentawai jadi salah satunya surga rekreasi dan maksud liburan air kelas internasional, Turuk Langgai lama-lama mulai dikenali secara luas.

Turuk Langgai sebagai tarian ciri khas etnis Mentawai yang di inspirasi dari pergerakan hewan seperti burung, ular, ayam sampai monyet.

Turuk Langgai rata-rata ditunjukkan dengan iringan alat musik tradisionil Mentawai ialah gendang kajeuma serta uliat.

  1. Tari Sekapur Sirih (Jambi)

Tari Sekapur Sirih yakni tarian penyambut tamu di Propinsi Jambi yang dibarengi musik langgam melayu. Seseorang seniman namanya Firdaus Chatap membentuk tarian ini yang dikenalkan di tahun 1962.

Tarian Sekapur Sirih kebanyakan dijalankan 9 orang penari wanita serta tiga penari lelaki. Satu penari laki laki dapat bawa payung, serta dua yang lain bertindak menjadi orang kepercayaan.

Penari wanita dapat menari seperti melukiskan gadis berhias. Ini tercerminkan lewat pergerakan awalnya tarian ini, wanita berhias agar elok lalu mereka dapat berjumpa tamu. Pergerakan pokok serta akhir mereka akan terima tamu dengan hidangan kapur serta sirih.

  1. Tari Lilin (Minangkabau)

Kecuali tari piring, dari Minangkabau ada juga tari lilin. Tarian ini umumnya dijalankan untuk menyongsong malam ke-21 pada bulan Ramadan. Di saat itu, penari bakal berpasangan wanita serta laki laki, lalu mereka menari bawa lilin menyalak di atas piring kecil.

Tarian Lilin mendapat ide dari narasi rakyat Minangkabau terkait orang gadis yang ditinggalkan oleh tunangannya. Gadis itu  kehilangan cincin lamarannya, terus dia menelusurinya ke mana saja sampai tengah malam gunakan lilin yang diletakkan di atas piring.

Nach, pergerakan gadis itu yang membungkuk dan mengeluk-eluk seakan menari jadi background pergerakan tarian ini. Beberapa penari bakal bergerak secara cantik untuk menjaga api lilin biar selalu menyalak.

  1. Tari Ronggeng Blantek (Betawi)

Etnis Betawi  miliki banyak Tarian Daerah Indonesia yang tenar sejak mulai masa penjajah Belanda. Salah satunya Tarian Daerah Indonesia yang tenar yaitu Ronggeng Blantek.

Tarian yang mempunyai tempo cepat dan pergerakan enerjik ini awalannya diperlihatkan sebagai pembuka teater rakyat Betawi, Kedok Blantek.

Tarian yang ditarikan oleh penari wanita ini rata-rata ditampilkan dengan iringan alat musik terkenal Betawi seperti terompet, trombone, baritone, gendang, gong, simbal, dan tehyan.

  1. Tari Jaipong (Karawang)

Antara Tarian Daerah Indonesia yang ada pada daftar ini, Jaipong adalah tarian yang tampil di masa yang condong lebih kekinian. Benarnya, Jaipong ada di tahun 1976. Tarian yang pergerakannya mencampurkan faktor silat, wayang golek dan ketok tilu ini dicetak oleh seniman Jawa Barat, H. Suanda serta Gugum Gumbira.

Saat ditarikan, Jaipong umumnya dibarengi oleh musik Jaipongan yang terdiri dalam gong, kecapi, gendang dan rebab.

  1. Tari Kedok (Cirebon)

Tari kedok sebagai Tarian Daerah Indonesia Cirebon yang paling tenar di seluruhnya golongan, baik kelompok kraton ataupun penduduk jelata. Karena sangat termashyurnya, Sunan Gunung Jati memanfaatkan tarian ini menjadi tempat tablig saat menebarkan agama Islam di Jawa Barat.

Beberapa penari kedok rata-rata kenakan 5 macam kedok yang berbeda. Setiap kedok mempunyai nama dan karakternya masing-masing. Kedok panji, misalnya, menggambarkan bayi yang bersih dari dosa, sedang kedok pamindo adalah kesatria, sementara kedok patih mendeskripsikan kedewasaan.

  1. Tari Bedhaya (Yogyakarta)

Yogyakarta adalah satu diantara daerah di Indonesia yang kaya Tarian Daerah Indonesia. Satu diantara Tarian Daerah Indonesia yang tenar merupakan tari bedhaya. Tarian yang umumnya dipertunjukkan oleh penari wanita ini dahulunya ditampilkan untuk kelompok keraton saja.

Tarian ini ceritakan mengenai pribadi religius yang dipercaya jadi penguasa dunia kejiwaan di pantai utara Jawa, Nyi Roro Kidul.

Tari Bedhaya banyak tampilkan pergerakan beberapa gerakan gemulai bertempo lamban. Bedhaya Ketawang dimainkan dengan dibarengi feature gamelan komplet.

Baca juga: Siswa SMPN 3 Parigi Dapat Materi Bela Negara

  1. Tari Serimpi (Yogyakarta)

Sesuai sama bedhaya, sebelumnya tari serimpi sebagai tari yang haya dipentaskan di keraton saja. Tarian ini kabarnya dipentaskan saat ada momen penting dalam keraton seperti peralihan petinggi tinggi.

Tari serimpi sendiri banyak macamnya,. Perumpamaannya, serimpi genjung, serimpi babul monitor, serimpi bondan, serimpi anglir mendung dan serimpi dhempel. Kebanyakan, tarian ini dimainkan oleh empat penari yang menggambarkan api, air, angin dan tanah dan memakai pakaian seperti putri keraton.

  1. Tari Gambyong (Solo)

Dari Ja-teng, benarnya di Kota Solo, ada Tarian Daerah Indonesia yang udah dikenali semenjak jaman beberapa raja Jawa kuno yaitu tari gambyong. Di perubahannya, tarian ini selalu berkembang dengan koreografi yang beraneka macam. Tarian ini sesungguhnya berakar dari tayub, sebuah tarian rakyat yang umum dimainkan saat acara pesta panen.

Tapi, faksi kraton bawa tarian ini serta memangkugkannya jadi tarian yang lentur serta sarat dengan pergerakan cantik yang mampu membius mata.

  1. Tari Reog (Ponorogo)

Tari reog yaitu salah satunya Tarian Daerah Indonesia asli Ponorogo, Jawa Timur, yang sudah go-international. Tarian tradisionil ini dimainkan oleh beberapa pria yang memakai kedok kepala singa bermahkotakan bulu-bulu merak. Berat kedok besar ini dapat capai 50 kilo-gram, lho.

Tari tradisionil ini katanya dibuat oleh Ki Ageng Kutu, seorang abdi raja Majapahit paling akhir, Bra Kertabumi. Ki Ageng Kutu yang lantas menentang pada rajanya itu gunakan tarian ini sebagai kritik untuk si raja yang dianggap dia korup serta ada dalam bawah efek Cina.

Soal ini dipertunjukkan melalui property singa barong yang mempresentasikan si raja dan bulu-bulu merak di atas kepalanya yang melukiskan akibat Cina.

  1. Tari Jaran Kepang (Ponorogo)

Tarian Daerah Indonesia ini sebagai sisi dari tari reog yang telah kita bicarakan di atas. Tari jaran kepang adalah type tarian yang menyebar di sebagian lokasi di pulau Jawa. Ada yang mengatakannya tari kuda lumping atau tari jatilan.

Tarian yang memanfaatkan anyaman bambu dan kulit binatang yang memiliki bentuk mirip kuda ini bercerita terkait banyak prajurit Majapahit yang gagah berani.

Satu diantaranya kekhasan dari tarian ini yaitu beberapa pemainnya yang dapat alami trance (kesurupan) dan lakukan tindakan beresiko seperti konsumsi potongan kaca atau kupas kelapa memanfaatkan gigi.

  1. Tari Kecak (Bali)

Selainnya reog, tari kecak sebagai satu diantara Tarian Daerah Indonesia di Indonesia yang banyak diketahui oleh orang asing. Mahfum, tarian ini sering ditampilkan baik di Bali atau di luar negeri.

Tari kecak sendiri dicetak oleh penari Bali, Wayan Limbak serta pelukis asal Jerman, Walter Spies. Tarian yang umumnya dimainkan oleh belasan juga beberapa puluh laki laki ini diambil dari tarian ritus penolak bala yang memiliki nama tari sanghyang.

Tarian dimainkan tanpa alat musik ini menceritakan perihal pasukan kera yang menolong Rama melan raja jin yang jahat, Rahwana.

  1. Tari Pendet (Bali)

Satu diantara tarian paling tua di Bali ini dikenali jadi tarian penyambutan untuk tamu atau wisatawan yang ada ke sebuah objek rekreasi. Tapi, tari ini sesungguhnya adalah tarian ritus yang awalannya cuman dipentaskan di pura.

Tari yang bisa pula dipentaskan secara ramai-ramai ini adalah sisi dari ritus penyambutan turunnya dewata ke bumi. Rata-rata penari pendet memakai kemben dan kain warna keemasan sekalian menggenggam bokor, tempat menyimpan bunga yang nanti dapat ditaburkan.

  1. Tari Kancet Ledo/Tari Gong (Kutai Kertanegara)

Tarian asal Kalimantan Timur ini diketahui dapat kemegahan gerak tarinya dan kekhasan baju dan kelengkapan tari yang dipakai penari. Dalam vs aslinya, beberapa penari wanita yang memanfaatkan busana rutinitas Dayak Kenyah ini mesti menari di atas gong. Itu dia pertimbangannya apabila tarian ini pun dikatakan sebagai tari gong.

Kecuali punyai makna keserasian dalam kehidupan, tarian ini sendiri miliki menggambarkan kepribadian wanita dayang yang elok, pintar serta cantik untuk di pandang.

  1. Tari Tempurung (Sulawesi Utara)

Tari tradisionil dari Sulawesi Utara ini memanfaatkan atribut tempurung atau batok kelapa yang umum dipakai masyarakat jadi tempat tertentu atau mangkok. Suara dari tempurung yang sama sama dipukul dapat membunyikan suara unik yang lantang.

Tarian ini memiliki makna sebagai pernyataan rasa sukur dan animo kepada keluarga petani berdasar hasil panen kopra atau buah kelapa.

  1. Tari Kipas Pakarena (Sulawesi Selatan)

Tari Kipas Pakarena datang dari Gowa, Sulawesi Selatan. Tiap pergerakan dari tarian merepresentasikan kepribadian wanita Gowa yang taat, santun, serta hormat pada laki laki, terutamanya pada suami.

Ada peraturan antik di tarian ini. Beberapa penari tidak diperkenankan buka matanya terlampau lebar, sementara pergerakan kakinya jangan diangkat begitu tinggi. Tarian ini rata-rata berjalan waktu sekitaran dua jam.

  1. Tari Paduppa Bosara (Sulawesi Selatan)

Tari Padduppa Bosara yaitu tarian penyambutan orang bugis-makassar. Tarian ini memakai property berwujud Bosara yang umum dipakai buat menyajikan makanan bila kehadiran tamu.

Di abad dulu kesenian tradisionil ini kerap ditarikan untuk melayani raja, menyongsong tamu agung, acara pesta etika, dan acara pesta perkawinan.

Bosara sendiri adalah tempat hidangan kue tradisionil atau lauk yang rata-rata ditempatkan di meja dalam serangkaian acara tertentu, utamanya acara yang terdapat sifat tradisionil serta kebudayaan. (**)

Baca juga: Ini Oleh-Oleh Khas Malang Pilihan Pelancong

 

tags: tari saman berasal dari,tari saman,tarian,tari kecak berasal dari,tari kecak,tari daerah,tarian daerah,tarian tradisional,tari tradisional,tari saman berasal dari daerah,tari kecak berasal dari daerah,gambar tarian daerah,nama tarian daerah,nama tarian,34 tarian daerah beserta asalnya,gambar tarian,gambar tari,tari tradisi adalah,tari tradisional adalah,gambar tari saman

Leave a Reply

Your email address will not be published.