Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Suku Bunga Naik, Bersiap Angsuran Semakin Mahal

waktu baca 4 menit
Suku Bunga Naik, Bersiap Angsuran Semakin Mahal

Suku bunga naik, berita ekonomi sulawesitoday Setelah sebelumnya Bank Indonesia (BI) sudah meningkatkan suku bunga acuan sejumlah 25 bps. Saat ini BI kembali meningkatkan suku bunga 7days reverse repo rate 50 bps jadi 4,25%.

Bunga acuan dipakai sebagai dasar untuk memastikan suku bunga dana dan bunga credit. Peraturan ini dilaksanakan sesaat sesudah pemerintahan melakukan penyesuai harga BBM jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax.

Beberapa ekonom memandang peningkatan suku bunga ialah respon memperhitungkan kenaikan inflasi. Penekanan pada rupiah diprediksikan akan menyusut.

“Malah jika BI tidak meningkatkan suku bunga acuan, efeknya besar, imbas negatifnya besar. Dan itu memengaruhi ekonomi yang ujungnya ditanggung oleh warga,”ucap ekonom, Kamis 22 september 2022

Meskipun begitu, peningkatan suku bunga acuan memberi imbas lain ke warga. Berikut deretan imbas peningkatan suku bunga untuk warga, pertama kredit Motor Semakin Mahal.

Direktur Eksekutif Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Tauhid menjelaskan, suku bunga kredit untuk kendaraan akan alami peningkatan disusul peningkatan suku bunga BI itu.

Menurut dia, banyaknya orang yang mencicil motor, mobil atau rumah akan menyusut. Golongan masyarakat itu akan mengubah konsentrasi dan memperhitungkan imbas penyesuain harga BBM.

Tetapi, ia menjelaskan, rekonsilasi kredit kendaraan yang masuk ke suku bunga credit konsumsi ini akan jalan lebih lamban. Ia menjelaskan, kredit perbankan sekarang ini mulai berkembang, sementara likuiditas bank masih kendur.

Selain berita suku bunga naik, baca juga: Suku Cadang Minim, Dua Pabrik Toyota di Jepang Hentikan Produksi

Hal tersebut membuat bank tidak selekasnya lakukan penyesuaian suku bunga saat BI menaikkan bunga acuan awalnya. Menurut Ahmad Tauhid sekarang ini perkembangan yang lumayan tinggi ada di kredit modal kerja dan investasi.

Sementara, Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menjelaskan, bank akan lakukan penyesuaian bunga utang secara cepat. Walau, beberapa bank masih mempunyai likuiditas yang gendut.

Kemudian, selain kredit Angsuran UMKM Semakin Mencekik, Ekonom Josua Pardede menerangkan, peningkatan suku bunga acuan BI ini sebagai tanggapan atas inflasi yang condong tinggi dan dicemaskan memengaruhi daya membeli warga. Sambungnya, efeknya ke warga terhitung ke UMKM akan dikuasai oleh likuiditas dan resiko kredit perbankan.

“Jadi dua itu yang hendak memengaruhi karena masing-masing bank mempunyai kecepatan yang berbeda atau beberapa kondisi berlainan. Maknanya rekonsilasi suku bunga akan berbeda masing-masing bank. Peningkatan suku bunga perbankan terutamanya suku bunga kredit tentu saja mulai akan kelihatan, diindikasi di tahun depan . Maka awal mula tahun depannya baru memulai imbas sekurang-kurangnya semester 1 terlihat,” terangnya.

Dengan begitu, katanya, suku bunga kredit UMKM semakin lebih mahal. Tetapi, itu bergantung pada resiko calon debiturnya.

Sementara, Bhima Yudhistira menjelaskan, sejauh ini UMKM sudah mengeluh bunga bank mahal. Ada peningkatan suku bunga referensi BI ini membuat bunga bank lebih mahal.

“Untuk aktor usaha UMKM saat sebelum bunga referensi naik telah mengeluhkan bunga bank mahal, pasti di luar dari bantuan bunga KUR. Sesudah naiknya bunga referensi secara agresif karena itu bunga utang nasabah UMKM akan naik cukup tajam,” katanya.

Selanjutnya Angsuran Rumah Semakin Mahal, Ekonom sekalian Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal memiliki pendapat, cara ini sebagai tanggapan BI pada kekuatan naiknya inflasi. Walau, peraturan ini dapat berpengaruh negatif ke kelompok bawah.

“Yang mempunyai angsuran rumah, angsuran motor menjadi lebih mahal angsurannya karena bunganya semakin tinggi. Walau sebenarnya dari segi permintaan-nya telah terevisi karena ada inflasi, harga barang mahal, ongkos hidup telah mahal, mencicil di bank akan semakin mahal,” ucapnya.

Naiknya suku bunga referensi akan ditanggapi dengan naiknya suku bunga credit. Ongkos credit ke perbankan menjadi lebih mahal, membuat pendistribusian credit ke bidang riel terhalang.

Walau sebenarnya menurut Faisal, credit perbankan saat suda sentuh ganda digit di atas 10%. Jika suku bunga referensi naik ini dapat turunkan kembali pendistribusian credit sampai meredam pergerakan putaran roda ekonomi. Akhirnya warga bawah lah yang hendak terimbas.

“Nach ini yang penting dicurigai, karena pada keadaan ini kan memerlukan stimulan-insentif yang diberi, khususnya warga terimbas yakni kelompok bawah,” ucapnya menambah.

Karena itu Faisal minta pemerintahan memaksimalkan program bansos yang ada. Karena sejauh ini keakuratan dan kecepatan pendistribusian bantuan sosial seperti BLT atau BSU dipandang kurang maksimal. (WS)

Selain berita suku bunga naik, baca juga: Rumus Aritmatika Sosial, Ini Pemahaman dan Contoh Soalnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.