Kenaikan Suku Bunga Diprediksi Lebih Panjang

waktu baca 2 menit

Kenaikan Suku Bunga, berita ekonomi sulawesitoday Pihak Bank Indonesia (BI) memaparkan arah kenaikan suku bunga acuan diprediksi akan berjalan lebih lama. Bahkan kenaikan Fed Funds Rate (FFR) itu terjadi sampai pada tahun 2023 mendatang dengan siklus lebih panjang.

“Higher interest for longer, suku bunga yang tinggi dan akan berjalan lama,” kata Perry Warjiyo di pertemuan kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin 21 November 2022.

Di Amerika Serikat (AS) kata Perry, peningkatan FFR di bulan ini berjumlah 75 basis poin (bps) jadi 4 persen. Bahkan kemungkinan di bulan Desember 2022 nanti akan naik kembali 50 bps jadi 4,5-5 persen pada tahun depannya.

“Kami prediksikan tahun depan akan menaikkan kembali dari 4,5 persen jadi 5 persen. Ada yang memprediksi sampai 5,25 persen dan pucuknya kemungkinan triwulan I dan II (2023) dan tidak selekasnya turun. Ini adalah high interest rate for longer,” terang Perry.

Sedangkan di Eropa Central Bank (ECB) kata Perry, terus meningkatkan suku bunga. Demikian pula peningkatan suku bunga acuan dilaksanakan oleh kewenangan moneter di Inggris.

Peningkatan suku bunga acuan di beberapa Negara maju malah membuat Perry pesimis jika inflasi akan turun. Pasalnya inflasi terjadi dari segi suplai energi dan pangan.

“Hingga kejar-kejaran di antara meningkatkan suku bunga dan inflasi yang tinggi. Inilah yang kerap disebutkan resiko stagflasi, perkembangan yang statis turun dan inflasi yang tinggi,” tutur Perry.

Perry menyebutkan saat ini ada istilah resflasi yaitu resiko krisis dan tingginya inflasi.

“Saat ini istilahnya ialah resflasi, resiko krisis dan tinggi inflasi,” pungkasnya. (WS)

Selain Berita Suku Bunga Diprediksi Lebih Lama, baca juga:Investor Pasar Modal Indonesia Naik 33,53 Persen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *