Siswa SMP Rusak Ruang Belajar Sekolah Dasar di Mataram

waktu baca 3 menit
Siswa SMP Rusak Ruang Belajar Sekolah Dasar di Mataram

Siswa rusak sekolah di mataram, kriminal sulawesitoday – Sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) merusak fasilitas ruang belajar Sekolah Dasar (SD) di Mataram.

“Kerusuhan itu merupakan puncak dari masalah tidak terselesaikan secara tuntas”, ungkap Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram Joko Jumadi, Sabtu 3 September 2022.

Dalam kekacauan itu dia memiliki pendapat, mustahil seorang anak-anak bertindak anarkis.

LPA Kota Mataram menyangka ada hasutan langsung atau tidak langsung, kekacauan terjadi di antara SMP 14 Mataram dengan SD Model.

Dia menjelaskan sesudah ada perihal tempat yang dihuni SD Model Mataram. Karena administrasi tidak dapat dituntaskan.

Hingga SD Model Mataram dipindah belajar pada SMP 14. Proses belajar juga diberi pemisah di antara SMP 14 Mataram dengan SD Model Mataram.

Ada hasutan tidak langsung yakni pelajar kerap dengar keluh kesah atau pernyataan dari guru yang kemungkinan tidak punya niat menghasut.

Tapi karena pelajar dengar keluhan beberapa guru hingga pelajar terbawa perasaan. Ini diperhitungkan kuat jadi penyebab.

“Saya memiliki pendapat tidak mungkinlah tidak berani anak-anak pengacau jika tidak ada dorongan baik langsung tidak langsung,” keluhnya.

Dia meneruskan, secara strata sosial ada ketidaksamaan menonjol di antara SD Model dan SMP 14 Mataram. Satu diantaranya, SD Model cendrung datang dari kelompok ekonomi menengah atas.

Beda hal dengan SMP 14 Mataram datang dari keluarga dengan keadaan ekonomi menengah ke bawah, pelajar ada yang ditinggalkan mengelana ke luar negeri dan tinggal dengan kakek atau neneknya.

Karaktristik ini jadi rintangan untuk sekolah. Sepanjang belajar juga, dengan alasan pelajar SD Model kerap mendapatkan bullying dan kekerasan dari pelajar SMP sampai belajar terpisah diberi pemisaha. Hingga tidak ada interkasi dari pelajar SD Model dan SMP 14 Mataram.

“Tidak ada inklusifitas di antara pelajar SD dan SMP, ini tidak tersudahi langkah menuntaskan cuma membuat penyekat yang dipandang batasi, tetapi ini susah menuntaskan. Bagian lain anak SMP dan guru tidak nyaman dengan proses evaluasi, terutamanya ada pelajar SMP belajar dalam luar. Namanya duduk lesehan dua jam saja lelah, guru di keadaan panas dan semua jenisnya kemungkinan ada keluh kesah dan pernyataan tidak punya niat menghasut. Tetapi memperlihatkan beberapa guru dengan keadaan tidak nyaman, keadaan itu otomatis pelajar terikut situasi hingga mengakibatkan anak-anak jadi brutal,” ucapnya.

Atas kejadian ini beritanya wali siswa dari pelajar SD Model memberikan laporan ke polisi karena anaknya trauma.

Joko akui bila kasus ini disampaikan tidak merintangi proses hukum. Tetapi dipandang kurang cocok karena belumlah diketahui jumlah anak-anak sebagai pelaku.

Selain berita siswa rusak sekolah di mataram, baca juga: 63 Rumah Rusak Akibat Banjir Torue, Parigi Moutong

Proses hukum yang menimpa anak, ujungnya pemulihan. Paling penting, SD model akan ditolong LPA untuk proses rekondisi. Untuk SMP harus jadi evaluasi dan akan ditolong proses pemulihan.

“Saya tidak merintangi proses hukum tetapi kita belum mengetahui berapakah anak sebagai pelaku, toh ujungnya kelak akan direhabilitasi,” sambungnya.

Atas kejadian ini, Joko minta untuk dilaksanakan penilaian skema pengajaran, sejak dari awalnya harus memberi perhatian serius ke beberapa sekolah dengan stigma ‘bermasalah’ semestinya ada tindakan khusus atau perlakuan khusus dimulai dari ikut serta guru BK dan pengokohan evaluasi watak.

“Bila ada stigma sekolah memiliki masalah peranan dan kualitas guru BK sebagai jalan keluar dan dinas harus memberikan dukungan ada pengajaran kurikulum watak,” harapannya.

Bila ada pelaku dari orang dewasa yang memprovasi hingga terjadi kekacauan, Joko minta ada perlakuan tegas dari pemerintahan. Ia menyarankan untuk memprioritaskan proses administrasi.

“Saya tidak sarankan proses hukum tetapi proses adminitrasi diprioritaskan, untuk anak-anak saya lebih menyarankan bukan pendekatan hukum tetapi lewat pendekatan pemulihan sosial,” tutupnya. (rf)

Selain berita siswa rusak sekolah di mataram, baca juga: Angin Kencang Rusak 90 Rumah hingga Laboratorium di Musi Rawas

Leave a Reply

Your email address will not be published.