Ratusan Hektare Sawah Petani Parigi Selatan Terancam Banjir

waktu baca 2 menit
Anggota DPRD Parimo, Suardi, mengunjungi Ratusan Hektare Sawah Petani Parigi Selatan Terancam Banjir akibat luapan sungai Tonoi dan Pemaloa. FOTO IST

Berita Parigi Moutong, sulawesitoday – Ratusan Hektare Sawah Petani Parigi Selatan terancam banjir atau luapan air.

Sawah Petani Parigi Selatan yang terncam ini tepatnya berada di Desa Dolago Padang, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng).

Saat ini tiga hektare sawah sudah tertimbun pasir yang terseret anak sungai Pemaloa.

Anggota DPRD Parimo, Suardi, ditemui Senin 29 Agustus 2022 mengatakan, dampak tingginya tanggul sungai dibanding dengan sawah, membuat tanggul tersbeut jebol.

“Dan berdampak pada wilayah kelompok tani budidaya Dolago Padang,” ungkap Suardi.

Suardi mengatakan, luapan air yang menghantam sawah petani berasal dari sungai Tonoi, merupakan anak sungai Pemaloa yang merupakan sungai besar dapat mengancam sejumlah fasilitas pemerintah, berupa SDK, Sekolah satu atap.

Menurut dia, tidak adanya pengerukan sungai mengakibatkan naiknya sedimentasi, sehingga tinggi air dan tanggul sudah sejajar, adanya luapan air membuat penahanan tersebut jebol.

BACA JUGA: Tiga Penambang Tertimbun Longsor di Tambang Poboya

Petani berharap, adanya normalisasi sungai tersebut sehingga dapat mengaliri persawahan petani. Menurut dia, sungai itu apabila memasuki musim kemarau akan kering tetapi memasuki musim penghujan akan banjir.

“Kami bersama kelompok tani telah menyampaikan kepada pemerintahan daerah agar dilakukan perbaikan, agar ratusan sawah tidak mengalami gagal panen,” jelasnya.

Ia menambahkan, selain itu juga kelompok tani sudah memasukkan proposal terkait perbaikan sungai Tonoi, sementara untuk sungai Pemalo menjadi kewenangan Balai Wilayah Sungai Sulawesi III (BWSS).

“Sungai itu juga ada yang jebol hampir 500 meter dan merendam sawah tertimbun material, namun untuk perbaikan sungai tersebut menjadi kewenangan provinsi,” pungkasnya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published.