Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Satu Polisi Jadi Tersangka Kasus Tewasnya Pendemo Tolak Tambang di Parigi Moutong

waktu baca 6 menit
Satu Polisi Jadi Tersangka Kasus Tewasnya Pendemo Tolak Tambang di Parigi Moutong (Foto: Polda Sulteng)

Berita sulawesi tengah, sulawesitoday.com – Erfaldi alias Aldi (21) warga Desa Tada, Tinombo Selatan, Parigi Moutong, yang meninggal dunia akibat terjangan peluru tajam mulai terkuak. Satu polisi jadi tersangka kasus tewasnya pendemo tolak tambang di Parigi Moutong.

Setelah menunggu kurang lebih dua minggu, pengumuman hasil uji balistik Bidlabfor Polda Sulsel dilakukan Kapolda Sulteng Irjen Pol. Rudy Sufahriadi di PTIK Jakarta, Rabu 2 Maret 2022.

“Terhadap proyektil hasil uji balistik ditemukan identik dengan anak peluru atau proyektil pembanding yang ditembakkan dari senpi organik jenis pistol HS-9 nomor seri H239748,” jelas Kapolda Sulteng.

Rudy juga menjelaskan, pemegang senpi tersebut diketahui bernama Bripka H anggota Polres Parigi Moutong.

Baca juga: Usut Insiden Tewasnya Pendemo, 20 Senjata dan 60 Proyektil Diperiksa

“Begitu juga hasil uji DNA dari sample darah yang ditemukan pada proyektil dengan darah korban hasilnya Identik” ungkapnya

Sehingga dalam proses penyidikan nantinya penyidik akan menetapkan Bripka H sebagai tersangka.

Adapun pasal yang dipersangkakan yaitu pasal 359 KUHP, Barang siapa karena kesalahannya atau kealpaannya menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun, tegas Mantan kapolda Jawa Barat ini

Sampai dengan saat ini Penyidik Ditreskrimum Polda Sulteng telah memeriksa saksi sebanyak 14 orang termasuk saudara H serta mengamankan barang bukti berupa satu butir proyektil, satu lembar jaket warna kuning, satu lembar baju kaos warna biru dongker dan 3 butir selongsong, terang Rudy

“Kita akan professional menangani anggota yang bersalah, melanggar SOP yang sudah ditetapkan bapak Kapolri. Semoga ini terakhir kali terjadi di Kepolisian Negara Republik Indonesia,” sebutnya.

Sebelumnya, satu orang diduga tewas tertembak saat demo tolak tambang di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Satu warga diduga tewas saat demo tolak tambang di Parigi Moutong itu diketahui Bernama Erfaldi asal Desa Tada, Tinombo Selatan.

Sekitar 30 orang pendemo telah diamankan aparat kepolisian. Di antaranya, ada satu korban cedera patah tangan, saat polisi bertindak tegas membubarkan aksi blokade jalan poros Trans Sulawesi di Parigi Moutong.

Terkait info meninggalnya satu warga saat demo tolak tambang di Parigi Moutong, Kapolres Parigi Moutong AKBP, Yudy Arto Wiyono, menyebut akan mencari info validnya.

“Kita lakukan pengecekan. Infonya, bukan luka tembak tapi luka tusukan. Sebab, yang membawa korban adalah warga memakai naik motor, bukan dari aparat,” sebutnya.

Aparat kepolisian kata dia, hanya menghalau pendemo dan fokus pada tempat berlangsungnya demo.

Pihaknya kata dia, hanya memakai mobil water canon dan gas air mata. Pembubaran demo serta blokade jalan poros, diambil terukur.

“Usai demo, kami amankan puluhan pendemo. Serta barang bukti berupa mobil truk, puluhan sepeda,” ucapnya.

Mereka kemudian digelandang ke Mapolres Parigi Moutong untuk proses selanjutnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sulteng, Didik Supranoto menyebut, akan menginvestigasi adanya informasi satu pendemo yang tewas.

“Kami akan tegas menindak sesuai peraturan perundang-undangan berlaku jika ditemukan unsur kelalaian atau kesalahan prosedur,” tuturnya.

Usut insiden tewasnya pendemo tolak tambang di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, sebanyak 20 senjata api dan 60 proyektil diperiksa.

“20 senjata api diperiksa sebagai sampel penyelidikan tewasnya pendemo bernama Faldi (21) saat demo dan blokade Jalan Trans Sulawesi di Desa Sinei, Kecamatan Tinombo Selatan,” ungkap Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto di Mapolres Parigi Moutong, Selasa 15 Februari 2022.

Pihaknya kata dia, sudah melakukan penyelidikan sehari yang lalu. Saat ini, tim forensik sudah mengambil contoh atau sampel 20 pucuk senjata api.

Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri cabang Makassar kata dia, membawa sebanyak 60 butir proyektil untuk diperiksa.

Ia menyebut proyektil dibawa ke Labfor Makassar untuk dicocokkan dengan proyektil yang ditemukan tim di lapangan.

Selain berita Usut Insiden Tewasnya Pendemo, 20 Senjata dan 60 Proyektil Diperiksa, Baca juga: Demo Tolak Tambang di Parigi Moutong, Satu Orang Diduga Tewas Tertembak

“Sample tiga proyektil sudah diambil dari masing-masing senjata itu,” tuturnya.

Tersangka masih dalam proses pencarian dan penyidikan. Sementara, kasus laporan penembakan saat demo itu sudah ditingkatkan ke tingkat penyidikan.

“Perbuatan pidananya jelas, kita masih menunggu hasil uji balistik dan apabila sudah keluar hasil akan disampaikan lebih lanjut,” kata Didik.

Ia mengatakan, adanya barang bukti lain yang ditemukan yaitu sebuah proyektil terdiri dari satu selongsong Revolver, selongsong ukuran 9mm dan selongsong pelontar atau gas air mata. Barang bukti ini juga dibawa ke Labfor Makassar.

Kabid Humas juga menegaskan, pihak kepolisian akan bertindak secara professional dan transparan terhadap penanganan kasus itu.

Tragedi Tugu Khatulistiwa Menyebabkan Gugurnya Aldi, Pemda Turut Berbela Sungkawa

Peristiwa tugu khatulistiwa yang menyebabkan gugurnya salah seorang pengunjuk rasa bernama Aldi saat terjadi ‘bentrok’ dengan aparat Kepolisian malam naas itu, Pemda Parimo melakukan rapat Forkopimda.

Hasil rapat tersebut, Pemerintah daerah Parigi Moutong mengucapkan bela sungkawa serta suka cita yang mendalam atas gugurnya Aldi demonstran kasus Tinombo Selatan.

“Peristiwa yang terjadi di desa Khatulistiwa pada Minggu dini hari itu memang diluar dugaan kita semua. Namun atas nama Pemda mengucapkan turut Berbela Sungkawa” kata Wakil Bupati saat melakukan rapat khusus bersama Forkopimda.

Bahkan, Pemda bersama Forkopimda segera menjadwalkan kunjungan pada keluarga korban meninggal di desa Tada Selatan, untuk memberikan santunan pada hari Jum’at, 18 Februari 2022 mendatang.

Pemda juga mengadakan audience bersama Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah untuk menyelesaikan konflik, kepada para aksi unjuk rasa oleh masyarakat terhadap penolakan dan seruan pencabutan izin pertambangan yang dilakukan PT. Trio Kencana.

Pada kesimpulan terakhir hasil rapat Pemda bersama Forkopimda, Kepala Kesbangpol Parigi Moutong diperintahkan membuat surat kepada Gubernur untuk permintaan audience dengan Forkopimda Parigi Moutong. (**_mrf)

Selain berita Satu polisi jadi tersangka kasus tewasnya pendemo tolak tambang di Parigi Moutong, baca juga: Demo Tolak Tambang di Parigi Moutong, Satu Orang Diduga Tewas Tertembak

 

Tags :

lokasi tambang emas di kasimbar, pt. trio kencana tambang emas, tambang emas Parigi,  profil pt trio kencana, amdal pt. trio kencana, pemilik pt trio kencana, tambang emas rakyat, tambang emas tradisional, Demo Tolak Tambang di Parigi Moutong, buntut demo tolak tambang parigi moutong, lokasi tambang emas di kasimbar, pt. trio kencana tambang emas, tambang emas Parigi,  profil pt trio kencana, amdal pt. trio kencana, pemilik pt trio kencana, tambang emas rakyat, tambang emas tradisional, Demo Tolak Tambang di Parigi Moutong, buntut demo tolak tambang parigi moutong, lokasi tambang emas di kasimbar, pt. trio kencana tambang emas, tambang emas Parigi,  profil pt trio kencana, amdal pt. trio kencana, pemilik pt trio kencana, tambang emas rakyat, tambang emas tradisional, Demo Tolak Tambang di Parigi Moutong, buntut demo tolak tambang parigi moutong, lokasi tambang emas di kasimbar, pt. trio kencana tambang emas, tambang emas Parigi,  profil pt trio kencana, amdal pt. trio kencana, pemilik pt trio kencana, tambang emas rakyat, tambang emas tradisional, Demo Tolak Tambang di Parigi Moutong, buntut demo tolak tambang parigi moutong.

Leave a Reply

Your email address will not be published.