Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

DLH Parigi Moutong Kekurangan Sarana Tangani Sampah

waktu baca 2 menit
DLH Parigi Moutong Kekurangan Sarana Tangani Sampah

Sarana sampah parigi moutong, sulawesitoday – Dinas Lingkungan Hidup Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, jadikan prioritas menangani isu sampah meski kekurangan sampah.

“Penanganan sampah masuk dalam RPJMD, termasuk pengolahan Ruang Terbuka Hijau (RTH), pengawasan perusahaan yang memiliki izin dari Pemda dan melayani pengaduan masyarakat,” ungkap Kepala Sub Bagian Perencanaan Program dan Kepegawaian Dinas Lingkungan Hidup, Parigi Moutong, Rahmat Alimin, beberapa waktu lalu.

Ia menyebut, untuk melaksanakan program itu, pihaknya masih mengalami kendala perihal sarana dan anggaran.

Karena terbentur dengan anggaran dan sarana prasarana, masih membutuhkan eksploitasi untuk perbaikan kendaraan dan kebutuhan mobiler.

“Itu ada kendala sedikit sama kami,” sebutnya.

Selain berita sarana sampah parigi moutong, baca juga: Sampah Menumpuk Ganggu Aktivitas Pedagang di Pasar Sentral Parigi

Ia juga mengatakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik dengan menggunakan Dexlite dengan harga saat ini Rp15.250 awalnya hanya 13.000.

Sementara anggaran di DLH masih minim. Meski demikian, proses penanagan masih terus berlangsung secara rutin, hanya intensitasnya dikurangi.

“Upaya mereka lakukan sudah sangat optimal, terlebih dalam keterbatasan mereka hadapi,” ucapnya.

Ia menegaskan, upaya penangganan sampah juga membutuhkan kesadaran warga.

Intinya kata dia, warga harus menyadari sampah memang masalah bersama. Jadi, dalam produksi sampah rumah tangga, seharusnya mereka sudah memilah sampahnya mana sampah kering dan mana sampah basah.

“Penangganan sampah akan berat dilaksanakan, tanpa ada kesadaran warga,” tutupnya. (rf/Diskominfo Parigi Moutong)

Selain berita sarana sampah parigi moutong, baca juga: Sampah Organik Dapat Diolah Menjadi Apa? Simak Penjelasannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.