Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

63 Rumah Rusak Akibat Banjir Torue, Parigi Moutong

waktu baca 2 menit
63 Rumah Rusak Akibat Banjir Torue, Parigi Moutong

Berita sulawesi tengah, sulawesitoday – Menurut data Pemerintah daerah (Pemda) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tercatat sekitar 63 rumah warga rusak akibat dampak banjir menerjang Desa Torue.

“Sesuai data sementara, sebanyak 63 rumah rusak sudah termasuk rumah hilang terbawa banjir,” ungkap Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Parigi Moutong, Moh Rivai ditemui di Torue, Kamis 4 Agustus 2022.

Dari jumlah 63 rumah rusak kata dia, terdapat 32 unit masuk kategori rusak berat. Tersebar sebanyak 20 unit di Dusun II dan 12 unit di Dusun III terdapat di pesisir pantai Torue.

Selanjutnya, sebanyak 21 unit rumah rusak ringan tersebar yaitu 13 unit di Dusun II dan delapan unit di Dusun III.

“Juga tercatat 10 rumah warga di Dusun II hilang terbawa banjir. Dan 47 unit perahu nelayan ikut hilang,” sebutnya.

Sampai hari kedelapan penanggulangan tanggap darurat banjir Torue, terdata 1.459 jiwa dari 507 Kepala Keluarga (KK), jumlah warga terdampak.

Mereka terdiri dari 42 jiwa bayi, 27 jiwa ibu hamil, 164 jiwa balita, 177 orang Lanjut usia (Lansia) dan lima orang penyandang disabilitas.

“Pemda siapkan tiga titik posko pengungsian yakni masjid, balai desa dan rumah Kepala Desa Torue,” jelasnya.

Selain berita 63 Rumah Rusak Akibat Banjir Torue, Parigi Moutong, baca juga: Tenaga Medis di Nduga Ketakutan Akibat Teror

Ia mengemukakan, sekitar 336 KK di Desa Torue terpaksa mengungsi karena peristiwa banjir bandang 28 Juli 2022.

Sejumlah 50 KK mengungsi di balai desa, 120 KK mengungsi di Masjid Al-Ikhlas Dusun III dan 166 KK mengungsi di rumah Kepala Desa Torue.

Disamping itu, beberapa sarana umum turut terimbas salah satunya Kantor Camat Torue, Kantor Dusun Torue, Kantor Urusan Agama (KUA), gedung Balai Latihan Kerja (BLK) kantor UPTD Pendidikan, sekolah, lapangan sepak bola, dan puskesmas, terhitung tempat peribadatan.

“Sekarang ini sambungan pipa sistem penyediaan air minum (SPAM) masih hancur karena diterjang banjir mengakibatkan masyarakat kesusahan mendapat air bersih. Tim Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Pertanahan (PUPRP) Parigi Moutong melakukan pembaruan pipa induk pada bagian hilir sungai,” paparnya.

Dia menambah, sekarang ini usaha dilaksanakan Pemerintahan Daerah (Pemda) bersama sukarelawan lakukan pembersihan rumah masyarakat dari tersisa material lumpur dan gelondongan kayu terbawa banjir.

“Kami mengusahakan secepat-cepatnya beberapa rumah masyarakat terimbas bersih bermaterial lumpur, agar mereka dapat selekasnya kembali lagi ke rumah masing-masing. Lantas masyarakat yang kehilangan rumah dan rumah hancur, pemerintahan memberikan fasilitas tempat tinggal sementara (huntara),” tutupnya. (rf)

Selain berita 63 Rumah Rusak Akibat Banjir Torue, Parigi Moutong, baca juga: Dinas Sosial Parigi Moutong Siapkan Posko Bantuan Korban Banjir Torue

Leave a Reply

Your email address will not be published.