Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Rossi Sulit Lupakan Insiden dengan Marquez

waktu baca 2 menit
Rossi Sulit Lupakan Insiden dengan Marquez

Rossi sulit lupakan insiden dengan Marquez, sulawesitoday sports – Valentino Rossi, sang legenda MotoGP gagal melupakan kejadian dialaminya saat bersaing di lintasan bersama Jorge Lorenzo dan Marc Marques pada tahun 2015.

Gagal menerima gelar ke-10 di penghujung musim akibat tertinggal lima poin dari teman setimnya Jorge Lorenzo, saat mereka bersama membela tim pabrikan Yamaha.

Rossi mengklaim gagalnya juga diakibatkan sang pembalap Marc Marques dianggapnya terlalu mencampuri persaingannya merebut gelar  melawan Lorenzo.

Bahkan Rossi dan Márquez terlibat dalam insiden kontroversial Clash Sepang sebelum keputusan di seri terakhir di Valencia. Marquez jatuh di tikungan 14, diduga karena Rossi menyenggolnya memakai lutut.

Namun, Rossi membantahnya. Dia bilang dia hanya ingin tahu apa yang dimaksud The Baby Alien dengan selalu mengikutinya dari dekat.

Pada kesempatan untuk berbicara dengan media Prancis L’Equipe, Rossi menceritakan kejadian sulit untuk dilupakan.

“Jika Marquez tidak berbuat ceroboh di 2015, bisa saja duel mengejar gelar juara vs Lorenzo hingga balapan akhir,” katanya.

Rossi Sulit Lupakan Insiden dengan Marquez
Rossi Sulit Lupakan Insiden dengan Marquez

“Tahun berikutnya saya berusia 36 tahun. Semakin sulit sejak 2016, tapi saya merasa masih bisa menang.

Sejak peristiwa Sepang Clash, Rossi & Marquez enggan lagi saling bersapa. Keduanya beberapa kali saling sapa saat berada pada podium.

Terlepas dari tuduhan bahwa Marquez membantu Jorge Lorenzo memenangkan gelar MotoGP 2015, Rossi tidak menaruh dendam terhadap XFuera.

“Jika saya harus memilih pembalap untuk bermain bersenang-senang, saya akan memilih Lorenzo,” ucapnya.

Pada awal karir Rossi kata dia, ia suka bertarung melawan Max Biaggi. Ia tidak selalu mengalahkannya di lintasan, tapi ia selalu mengunggulinya di klasemen keseluruhan.

“Namun bagi Lorenzo, situasinya berbeda. Ia mengalahkan saya, saya pun begitu. Saya memutuskan pergi dari Yamaha karena dia. Dan saya pun kembali tapi dia masih di sana,” tuturnya.

Ia menambahkan, keduanya saling menyukai tapi juga sering bermusuhan dan kembali akur. Saling memiliki tempat khusus di hati masing-masing. (Fkr)

Selain berita Rossi sulit lupakan insiden dengan Marquez, baca juga: Quartararo Nantikan Duel vs Marquez Usai Pulih

Leave a Reply

Your email address will not be published.