Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Ratusan Kepala Keluarga Terdampak Banjir di Rokan Hulu

waktu baca 2 menit
Foto: Ratusan Kepala Keluarga Terdampak Banjir di Rokan Hulu.

Sulawesitoday — Hujan deras menyebabkan sungai Rokan meluap. Dampaknya, dekat 600 Kepala Keluarga di Kabupaten Rokan Hulu, Riau terdampak banjir. Sehingga ratusan masyarakat mengungsi ke posisi yang lebih besar.

“Dari data sementara, jumlah rumah terendam banjir di Rokan Hulu, ialah di Desa Rambah Tengah Hulu berjumlah dekat 300 kk,” ungkap Kepala BPBD Riau, Edy Afrizal kepada merdeka. com, Sabtu 25 Desember 2021.

Ia melanjutkan, Kelurahan Pasir Pengaraian berjumlah 150 kk, Desa Koto Besar 60 kk, Desa Pematang Berangan 90 kk, Desa Babussalam masih sesi kordinasi sebab air masih meningkat.

Baca juga: Program Pengurangan Risiko Bencana di Donggala Resmi Berjalan

Buat wilayah Kelurahan Pasir Pengaraian serta Koto Besar, air telah lama- lama menurun. Warga telah mulai mensterilkan rumahnya.

Kemudian Desa Rambah Tengah Hulu, air masih bertahan serta warga masih terletak di tempat yang nyaman, serta belum dapat kembali ke rumah tiap- tiap.

Air masih meningkat serta merendam jalur raya dekat 500 meter di wilayah Desa Pematang Berangan serta Desa Babussalam.

Baca juga: Pemda Parimo Fasilitasi Pengurusan Hak Paten Produk Inovasi

Sementara ini regu gabungan BPBD, dan Tentara Nasional Indonesia(TNI) Polri masih melaksanakan evakuasi serta kajian posisi. Buat desa yang terdampak parah dikala ini di Pawan, Desa Rambah Tengah Barat.

Sebaliknya buat jumlah yang terdampak masih sesi kordinasi dengan pihak desa. Banjir Pawan desa Rambah Tengah Barat akibat meluapnya sungai Pawan, ketinggian air menggapai 100 centimeter sampai 200 centimeter di permukiman masyarakat.

“Sementara ini regu gabungan melaksanakan evakuasi masyarakat ke tempat yang nyaman,” sebutnya.

Baca juga: Ini Nama Peserta Lulus Tahap Akhir Seleksi CPNS Parimo 2021

Baca juga: KPI Resmi Berhentikan Pegawai Pelaku Pelecehan Seksual

Edy mengatakan, buat banjir di Kelurahan Pasirpengaraan serta Koto Besar akibat meluapnya sungai Kaiti. Ketinggian air 60 sampai 90 centimeter di permukiman masyarakat.

Sebagian masyarakat mengungsi ke rumah saudara. Atas instruksi Pak Gubernur Riau Syamsuar, regu langsung turun ke posisi. (**)

Baca juga: Kapan Terjadinya Banjir, Berikut Penjelasannya

Baca juga: DKP Sulteng: Pabrik Es Jawab Kebutuhan Nelayan di Banggai

Leave a Reply

Your email address will not be published.