Pemprov Upayakan Peningkatan Produksi Cabai di Sulawesi Tengah

waktu baca 2 menit
Pemprov Upayakan Peningkatan Produksi Cabai di Sulawesi Tengah

Produksi cabai di Sulawesi Tengah, berita sulawesi tengah – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulawesi Tengah mengusahakan produksi cabai rawit dan cabai besar bertambah tahun 2022 sebagai usaha pemerintah jaga kondusifitas ketahanan pangan daerah.

“Kami ingin tiap tahun produksi cabai bertambah. Jika terjadi peningkatan, pasti berpengaruh positif pada pendapatan petani,” ungkap Kepala Dinas TPH Sulteng Nelson Metubun di Kota Palu, Minggu 30 Oktober 2022.

baca juga: Ini Habitat dan Makanan Ubur-ubur Perlu Kamu Kenali

Dia menerangkan, cabai sebagai keperluan setiap hari warga, hingga pemerintah harus pastikan produksi komoditas itu terbangun dan tercukupi di tingkat petani dan pasar.

Berdasar data lembaga itu, produksi cabai rawit di Sulteng di tahun 2021 sekitar 21.757 ton, atau turun di bandingkan produksi tahun 2020 sekitar 25.042 ton.

Dan produksi cabai besar di tahun yang serupa sekitar 6.338 ton, dibanding produksi tahun 2020 sekitar 7.248 ton.

Tahun 2022, Pemerintah provinsi Sulteng menarget luas tanam cabai besar selebar 1.082 hektar dan sudah terlaksana 447 hektar atau sekitaran 41,35 % semenjak Januari sampai 28 Oktober.

“Luas tanam komoditas cabai rawit tahun ini 4.028 hektar, terlaksana 1.811 hektar atau sekitaran 44,96 % 10 bulan akhir,” sebut Nelson.

Selain informasi Produksi cabai di Sulawesi Tengah, simak juga: Produksi Beras Indonesia Tembus 32,07 Juta Ton

Dari luas tanam itu, ucapnya, diprediksi sasaran produksi komoditas cabai besar tahun ini sekitar 6.615 ton, dan sudah terlaksana semenjak Januari sampai September sekitar 3.648 ton.

Lalu, produksi cabai rawit diprediksikan sekitaran 23.650 ton dan yang terlaksana sembilan bulan akhir sekitar 13.891 ton.

“Komoditas ini selain penuhi keperluan konsumsi wilayah, di tawarkan di beberapa wilayah di tanah air seperti Pangkal Pinang, Tarakan, Jakarta sampai Belitung. Maka dari itu kami menggerakkan petani lebih tingkatkan produksi,” papar Nelson.

Dia menambah, peningkatan produksi petani hortikultura searah dengan keinginan Gubernur Sulteng Rusdy Mastura dalam tekan pergerakan inflasi dengan menanam cabai, karena komoditas ini dipandang cepat cepat berbuah dengan perkiraan saat yang singkat.

“Gubernur minta kepala wilayah di 13 kabupaten/kota di Sulteng manfaatkan perbankan lewat utang dana credit usaha rakyat (KUR) untuk menolong petani terhubung modal untuk ongkos produksi, selain kontribusi fasilitas dan prasarana produksi (saprodi) dari pemerintahan,” tutup Nelson. (rf)

Selain informasi Produksi cabai di Sulawesi Tengah, simak juga: 149 Orang Tewas Tragedi Halloween Itaewon Korea Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *