LPKA Palu Kembali Gelar Posyandu Remaja Anak Binaan

waktu baca 3 menit
LPKA Palu Kembali Gelar Posyandu Remaja Anak Binaan

Posyandu remaja LPKA Palu, sulawesitoday – Edukasikan pentingnya hidup sehat, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu kembali gelar Posyandu Remaja kepada seluruh Anak Binaannya, Kamis 22 September 2022.

Kegiatan itu bekerja bersama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bulili Kota Palu dengan berada di Ruang Keperawatan LPKA Palu.

“Kesempatan ini kami kembali melangsungkan kegiatan Posyandu Remaja untuk anak binaan kami semua, yang maksudnya untuk memberi pengetahuan buat mereka supaya lebih melatih untuk hidup sehat. Sama dengan umumnya, kami menggandeng Puskesmas Bulili Kota Palu yang nanti akan menuntun mereka semuanya yang diberi tugas sebagai tenaga medis,” terang Revanda Bangun sebagai Kepala LPKA Palu.

BACA JUGA: Jelang MotoGP Jepang, Pembalap Pakai Kimono Menikmati Sushi

Menurut Revanda, Posrem LPKA Palu yang dinamakan Al-Fatih terus akan jadi perhatian serius pihaknya bersama Puskesmas Bulili.

Sejak diresmikan 2017 lalu kata dia, Posrem LPKA Palu telah memberi dampak sangat baik bagi pola perilaku bagi setiap anak.

Ia pun berharap agar keberhasilan telah ditunjukkan Posrem itu dapat diikuti terbitnya perizinan poli klinik dari pihak Dinas Kesehatan Kota Palu.

“Perizinan itu akan dapat mengoptimalkan proses pelayanan kesehatan kepada seluruh anak,” sebutnya.

Selain berita Posyandu remaja LPKA Palu, baca juga: Anak Didik Pemasyarakatan LPKA Palu Rekam Data Kependudukan

Sejak Tahun 2017 hingga saat ini kata dia, pihaknya rutin menyelenggarakan Posrem ini sekurang-kurangnya dua kali dalam sebulan.

Ia menyebut hasilnya sangat baik bagi tumbuh kembang anak. Semoga hal ini dapat diteruskan dengan terbitnya perizinan poli klinik nantinya seiiring dengan pengerjaan bangunan disini.

Sedangkan, Puskesmas Bulili diwakili dr Gerald Hiariej mengutarakan kegiatan Posrem itu benar-benar berharga baik pada kerangka melaksanakan pembimbingan ke anak hingga bisa menghindari beberapa persoalan remaja.

“Kita benar-benar sedih atas semua persoalan yang terjadi pada remaja kita khususnya yang sekarang ini sedang bertemu dengan hukum. Lewat ini, kita bisa mengawasi kesehatan mereka, mendidik mereka untuk hidup sehat, turunkan angka pernikahan dini, dan membekali mereka untuk menyiapkan masa datang ke arah generasi berencana yang inovatif dan berwawawasan luas,” jelas dr Gerald.

Pada prosesnya, seluruh anak diberikan tugas dan tanggung jawab masing-masing, ada bertugas sebagai petugas registrasi, petugas pengukuran tinggi dan berat badan, pengecekan denyut jantung. Hingga menjadi proses pemeriksa kesehatan yang tentunya didampingi Tenaga Kesehatan Puskesmas Bulili serta Tenaga Perawat LPKA Palu.

“Benar-benar suka karena bisa kesempatan untuk memakai beberapa alat pemeriksa kesehatan, ini pengetahuan baru untuk saya yang mudah-mudahan bisa memberikan faedah untuk rekan atau keluarga di rumah nanti,” ungkap salah seorang anak. (rf/ LPKA Palu)

Selain berita Posyandu remaja LPKA Palu, baca juga: Dinkes Parigi Moutong: Posyandu Dekatkan Promotif Preventif kepada Masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published.