Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Ini Delapan Pola Batik Betawi dari Jakarta

waktu baca 4 menit
Pola Batik Betawi dari Jakarta, (Foto: oram)

Pola Batik Betawi dari Jakarta, wisata sulawesitoday – Indonesia kaya bermacam batik yang disamakan dengan budaya satu wilayah. Satu diantaranya ialah Propinsi DKI Jakarta.

Di daerah ini, ada batik betawi yang mempunyai warna menonjol dan pola unik. Pola batik itu umumnya dibikin berdasar riwayat Jakarta pada masa lampau, diambil dari situs Dinas Kebudayaan Jakarta, Kamis 19 Mei 2022.

Pola batik betawi yang memvisualisasikan riwayat dan budaya Jakarta, mulai dari gambar ondel-ondel, Sungai Ciliwung, kesenian musik tradisionil tanjidor, sampai Peta Ceila.

Adapun pembikinan batik di Jakarta diawali pada era ke-19 saat rumah model Met Zeller dan Van Zuylen mulai menghasilkan batik berkualitas yang disukai kelompok elit Belanda, China, dan pribumi.

Awalannya pola batik betawi itu dibikin dengan ambil ide dari corak wilayah pesisir utara Pulau Jawa.

Tetapi, bersamaan perubahan jaman, pola batik mulai dikuasai oleh kebudayaan China sampai kaligrafi Timur tengah.

Berikut ialah daftar pola batik betawi yang unik dengan kebudayaan dan riwayat Jakarta.

Macam batik Betawi dari Jakarta

1. Pola pencakar langit

Pola batik ini dapat dikatakan sebagai pencakar langit karena gambarnya berbentuk beberapa gedung tinggi, cukup menggambarkan kondisi Kota Jakarta yang penuh bangunan, dikutip dari situs Museum Nusantara.

Selanjutnya, ada pula gambar ondel-ondel di antara gedung itu. Orang-orangan memiliki ukuran besar itu dikenali sebagai salah satunya icon budaya betawi.
Pola batik pencakar langit memiliki makna, walau Jakarta telah maju dan kekinian, ondel-ondel sebagai budaya yang hendak terus ada dan menjadi sebuah identitas dari kota ini.

2. Pola jali-jali

Pola jali-jali jadi pola ciri khas batik betawi karena dahulu pohon itu banyak tumbuh di Jakarta.
Walaupun sekarang ini kehadiran pohon jali-jali telah jarang-jarang dijumpai, kehadiran tanaman itu dapat diingat lewat pola batik ini.

Pada masa lampau, saat pohon jali-jali ada banyak tumbuh di Jakarta, anak-anak kerap jadikan buahnya sebagai kalung atau gelang.
Selainnya jadi pola batik, pohon jali-jali didokumentasikan melalui lagu tradisionil Jakarta dengan judul “Jali-jali”.

3. Pola Salakanagara

Selanjutnya ada pola salakanagara yang dibikin berdasar kehadiran Gunung Salak.
Kabarnya, banyak masyarakat Jakarta yang yakin jika Gunung Salak punyai kemampuan besar yang dapat jaga teritori Batavia, salah satunya nama Jakarta pada masa lampau persisnya semenjak tahun 1619.

Pola ini berharga riwayat, yaitu mengusung topik dari sebuah kerajaan yang daerah kekuasaannya mencakup segi barat Pulau Jawa, terhitung Jakarta.
Kerajaan Salakanagara berdiri di tahun 130-362 Masehi.

Kerajaan ini dipercaya sebagai pekerjaan paling tua di nusantara. Tetapi, karena kurangnya bukti kehadiran kerajaan itu, karena itu Kerajaan Kutai yang lebih dikenali sebagai pekerjaan pertama di nusantara.

4. Pola Nusa Kelapa

Pola ini memiliki kandungan nilai riwayat karena memvisualisasikan Jakarta pada masa lampau sebagai wilayah yang asri, karena ada pohon-pohonan dan persawahan. Tetapi, pada akhirnya beralih menjadi kota besar dengan warga dan bangunan yang padat.
Dalam pada itu, nama polanya diambil dari Peta Ceila yang dibikin pada 1482 sampai 1521 Masehi. Berdasar peta itu, dijumpai jika nama asli Jakarta ialah Nusa Kelapa.
Seiring waktu berjalan, namanya sempat beralih menjadi Sunda Kelapa, selanjutnya jadi Jayakarta, Batavia, dan Jakarta.

5. Pola rasamala

Sama sesuai namanya, pola batik rasamala berasal dari pohon rasamala.
Pada masa lampau, warga Betawi yakin jika pohon itu cukup keramat, bahkan juga dapat memberi pelindungan. Harum pohon rasamala disebutkan serupa harum kemenyan.

Adapun pada jaman dulu, pohon ini lebih banyak ditemui di Jakarta, satu diantaranya di teritori yang sekarang jadi Dermaga Sunda Kelapa.
Pola batik rasamala dibikin berdasar peristiwa saat Belanda untuk pertamanya kali masuk ke Batavia.

6. Pola ondel-ondel dan tanjidor

Ondel-ondel dan tanjidor jadi dua komponen yang menempel kuat dengan kebudayaan Betawi. Ke-2 nya juga dilestarikan lewat bermacam hal, satu diantaranya melalui pola batik.

Ondel-ondel bermakna sebagai penolak bala dan untuk menyingkirkan makhluk lembut yang jahat. Dan, tanjidor sebagai musik tradisionil Betawi.
Biasanya pola batik ini menggunakan beberapa warna dasar, seperti hitam, kuning, dan jingga, hingga berwarna berkesan menonjol.

7. Pola ondel-ondel puncak rebung

Pola ondel-ondel puncak rebung memiliki kandungan arti warga Betawi yang dipandang jujur dan apa yang ada.

Warna yang diputuskan untuk membikin pola ini biasanya hijau dan biru, lalu gambar ondel-ondel akan berada di sisi tengah kain.
Dalam pada itu, gambar puncak rebung akan ditempatkan pada bagian pinggir kain, melingkari ondel-ondel.

8. Pola ciliwung

Pola batik ciliwung di inspirasi dari kehidupan warga Jakarta yang tinggal di tepi Sungai Ciliwung.

Dikutip dari situs Balai Penjaminan Kualitas Pengajaran (BPMP) DKI Jakarta, pola ini mempunyai filosofi supaya beberapa penggunanya menjadi fokus perhatian dan diberi kelancaran rejeki, seperti saluran Sungai Ciliwung.

selain artikel pola batik Betawi dari Jakarta, baca juga: Ini Oleh-Oleh Khas Malang Pilihan Pelancong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *