Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Kenapa Pluto Tidak Lagi Disebut sebagai Planet?

waktu baca 3 menit
Pluto tidak lagi disebut sebagai planet, (Foto: angelo-abear/unsplash)

Pluto tidak lagi disebut sebagai planet, sains tekno sulawesitoday – Pada masa lampau, beberapa orang mengenali tata surya dengan posisi planetnya yakni Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto.

Tetapi, semenjak tahun 2006, The International Astronomy Union (IAU) tidak lagi menyebutkan Pluto sebagai planet.

Argumennya, Pluto tidak penuhi persyaratan untuk disebut sebagai planet. Ya, benda astronomi harus penuhi beberapa persyaratan supaya bisa disebut sebagai planet.

Persyaratan itu ialah mengorbit sebuah bintang yang lumayan besar untuk mempunyai gravitasi sendiri, tidak terlampau besar untuk membuat fusi termonuklir, dan sudah “bersihkan” sekitar lingkungan orbitnya.

Belum “bersihkan” orbitnya

Dikutip dari NASA, 15 Februari 2021, Pluto tidak lagi disebut planet karena belum “bersihkan” lingkungan orbitnya dari object lain.

Tetapi, Pluto penuhi persyaratan IAU untuk dikelompokkan sebagai dwarf planet atau planet kerdil.

Menurut IAU, planet kerdil ialah benda langit yang mengorbit langsung Matahari hingga memiliki bentuk dikontrol oleh style gravitasi, tetapi belum “bersihkan” lingkungan orbitnya dari object lain.

Lalu, apakah yang dimaksud dengan belum “bersihkan” lingkungan orbitnya dari object lain?

Dikutip dari Library of Congress, 19 September 2019, persyaratan itu memiliki arti planet harus jadi menguasai secara gravitasi hingga tidak ada benda lain sama ukuran sepadan, selainnya satelitnya sendiri atau benda di bawah gravitasinya, disekitaran ruangan orbitnya.

Dalam masalah ini, Pluto share lingkungan orbit dengan object sabuk Kuiper seperti plutino.

Maka tiap benda langit yang tidak penuhi persyaratan ini, tidak akan disebut planet dan akan dikelompokkan sebagai planet kerdil, terhitung Pluto.

Selain artikel pluto tidak lagi disebut sebagai planet, baca juga: Inti Bumi Sangat Panas, Kenapa Planet Tidak Meleleh?

Riwayat Pluto

Pluto diketemukan di tanggal 18 Februari 1930 di Observatorium Lowell di Flagstaff, Arizona, oleh astronom Clyde W. Tombaugh dengan kontributor dari William H. Pickering.

Di tahun 1915, observatorium sudah sukses tangkap dua gambar kabur Pluto yang waktu itu belum dikenal.

Sebetulnya, ini bukan foto Pluto yang pertama. Ada 16 pra-penemuan yang dijumpai dan yang paling tua dibikin oleh Observatorium Yerkes pada tahun 1909.

Waktu itu, penemuan Pluto jadi informasi khusus di penjuru dunia. Observatorium Lowell juga mempunyai hak untuk memberikan nama benda langit yang baru diketemukan itu.

Observatorium Lowell memperoleh lebih dari 1.000 anjuran nama dari penjuru dunia, terhitung dari Venetia Burney, pelajar berumur 11 tahun di Oxford, Inggris, yang menyarankan nama “Pluto”.

Menurut Venetia yang tertarik sama astronomi dan mitologi classic, nama Dewa Dunia Bawah pas untuk benda langit yang gelap dan dingin.

Venetia merekomendasikan nama “Pluto” pada si kakek, Falconer Madan, bekas pustakawan di Perpustakaan Bodleain, Kampus Oxford.

Madan sampaikan anjuran itu ke Profesor Herbert Hall Turner yang selanjutnya mengirimkan ke beberapa rekannya di Amerika Serikat.

Pada akhirnya, nama Pluto sah dipakai pada 24 Maret 1930 dan dipublikasikan pada 1 Mei 1930. Venetia sebagai pengusul juga menghasilkan uang £5 sebagai hadiah. (rhmn)

Selain artikel pluto tidak lagi disebut sebagai planet, baca juga: Jejak Samudra Purba di Planet Mars, Pernah Punya Laut?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *