Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Buahkan Hasil, Evolusi Perjuangan Ducati Desmosedici

waktu baca 3 menit
Butuh Perjuangan Ducati Desmosedici Berovolusi Hingga Buahkan Hasil

Perjuangan Ducati Desmosedici, sulawesitoday sports – Perjuangan sekian tahun yang sudah dilakukan Ducati pada Desmosedici GP memang berbuah hasil. Tapi, mereka harus mempertaruhkan kemampuan paling besarnya.

Ducati pertama kali turun di MotoGP pada 2003 dengan memercayakan Desmosedici GP3 yang waktu itu digas Loris Capirossi dan Troy Bayliss. Sepanjang nyaris 20 tahun turun di MotoGP, telah banyak yang diperkembangkan beberapa insinyur di Borgo Panigale, Bologna, Italia, pada Ducati Desmosedici GP.

Mode yang digunakan di MotoGP 2022, Ducati Desmosedici GP22, dapat disebut sebagai motor yang paling baik sejauh 19 tahun perjalanan Desmosedici di kelas premier. Beberapa kemenangan dan finish podium musim ini di sebagian lintasan yang awalnya ditakutkan Ducati, jadi bukti begitu konstan dan imbangnya Desmosedici GP22 sekarang ini.

Butuh Perjuangan Ducati Desmosedici Berovolusi Hingga Buahkan Hasil
Butuh Perjuangan Ducati Desmosedici Berovolusi Hingga Buahkan Hasil

Juga demikian, ada segi buruk yang lain menemani semakin balansnya Desmosedici GP sekarang ini. Saat ini, tidak ada circuit yang betul-betul pujaan untuk Ducati. Lantas, superioritas Ducati dari segi top-speed tinggal narasi periode kemarin.

“Saat ini, tidak ada circuit yang betul-betul punya Ducati. Semua tinggal riwayat,” kata Jack Miller, salah satunya pembalap team pabrikasi Ducati Lenovo.

Selain beita Butuh Perjuangan Ducati Desmosedici Berovolusi Hingga Buahkan Hasil, baca juga: MotoGP 2022: Enea Bastianini Kesusahan Selama Musim Ini

Di beberapa sirkuit yang sejauh ini jadi favorite Ducati seperti Mugello (GP Italia) dan Barcelona (GP Catalunya), Miller kelihatan kesusahan. Kebalikannya di Sachsenring (GP Jerman). Saat keadaan berangin, pembalap asal dari Australia itu malah sanggup finish di podium ke-3 .

“Mugello dan Barcelona ialah sirkuit-sirkuit yang merepotkan saya. Sementara, Sachsenring selalu menjadi satu diantara sirkuit idola saya,” tutur Miller yang musim ini telah merampas tiga tribune dan ada di P7 klassemen sebentar.

“Dahulu, Sachsenring jadi permasalahan untuk tim kami. Tapi bila pembalap sanggup menyesuaikan semua hal dengan sirkuit, dia tentu akan mempunyai suatu yang lebih. Tersebut yang terjadi pada saya di Sachsenring.”

Selainnya team Ducati Lenovo, pembalap yang lain menggunakan Ducati Desmosedici GP22 musim ini ialah Jorge Martin (Prima Pramac Racing). Menurut Martin, untuk kecepatan belokan, GP22 lebih bagus dibandingkan mode tahun kemarin. Pembalap asal Spanyol itu mengutarakan jika Ducati masih motor yang agresif. Juga begitu, Rookie of The Year MotoGP 2021 itu menyorot kekurangan Ducati.

“Ducati masih jadi motor yang menuntut fisik sempurna pembalap. Tetapi, motor baru ini (GP22) semakin kuat di lintasan seperti Sachsenring. Bila Anda sanggup tingkatkan performa motor di sirkuit yang awalnya susah, di saat yang serupa Anda akan kehilangan suatu hal di lintasan yang awalnya Anda kuat,” kata Martin.

Butuh Perjuangan Ducati Desmosedici Berovolusi Hingga Buahkan Hasil
Butuh Perjuangan Ducati Desmosedici Berovolusi Hingga Buahkan Hasil

Ia menjelaskan, sekarang ini Ducati lebih stabil di semua tipe lintasan. Tapi sekarang tidak ada sirkuit yang betul-betul di miliki oleh Ducati. Kami sekarang cepat di semua pelintasan.

“Di lain sisi, kami kehilangan superioritas di trek lurus yang kami kuasai sekian tahun. Itu jadi kasus tertentu. Yang jelas, kami sekarang sanggup berkompetisi merampas podium di track-trek yang awalnya merepotkan untuk Ducati.” (fkr).

Selain beita Butuh Perjuangan Ducati Desmosedici Berovolusi Hingga Buahkan Hasil, baca juga: Aprilia Perpanjang Kontrak SC-Project 2 Musim Kedepan

Leave a Reply

Your email address will not be published.