Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Perbedaan Pabrikan Eropa dan Jepang Menurut Dovizioso

waktu baca 3 menit
Perbedaan Pabrikan Eropa dan Jepang Menurut Dovizioso (Foto/Istimewa)

Berita Olahraga, sulawesitoday sports – Runner-up MotoGP tiga kali Andrea Dovizioso mengatakan Perbedaan pabrikan motor Eropa dan Jepang, ia mengatakan pabrikan Eropa jauh lebih baik daripada pabrikan Jepang.

Andrea Dovizioso adalah salah satu pembalap yang telah menunggangi empat motor berbeda selama karirnya di MotoGP.

Melakukan debut di kelas utama, Dovizioso menunggangi Honda RC212V dari 2008 sampai 2011. Kemudian ia gabung bersama Monster Yamaha Tech3 dengan menunggangi YZR-M1 pada 2012 sebelum pindah ke Ducati pada musim berikutnya.

Pembalap Italia itu juga telah menjajal motor Aprilia RS-GP saat berkesempatan menjadi test rider. Sejak akhir tahun lalu, Dovizioso kembali menunggangi YZR-M1 hingga saat ini.

Hal itulah yang membuat Andrea Dovizioso mengungkapkan karena dia tahu dan mengerti perbedaan antara motor dari pabrikan Eropa dan Jepang. Membuatnya dapat menilai yang tepat tentang siapa yang paling berani berinovasi.

Baca: Resmi, Ferdy Sambo Ditahan di Rumah Tahanan Brimob Polri

“Jelas dan tidak sekarang. Saya pikir perbedaannya dimulai dalam lima atau enam tahun terakhir,” kata Dovizioso

“Struktur pabrikan Eropa benar-benar berbeda dari pabrikan Jepang. Performa yang mereka dorong, tingkat risiko yang mereka ambil, jelas sangat berbeda dengan pabrikan Jepang.

“MotoGP telah banyak berubah, itu sudah pasti. Tapi tidak hanya musim ini.

“Basis pabrikan Jepang jauh lebih baik, itulah sebabnya mereka sering menjadi juara dunia. Tapi itu tidak cukup. Anda membutuhkan paket yang lengkap.”

Andrea Dovizioso mengatakan pabrikan Jepang perlu mengubah cara mereka berpikir dan bekerja untuk bersaing dengan brand Eropa.

Ini karena Ducati dan Aprilia mulai menunjukkan kekuatannya. Sementara Yamaha dan Honda sama-sama mengalami penurunan dengan hanya satu pengendara yang mampu mengendalikan motor,

“Saya tidak dapat mengubah cara saya bekerja, karena saya ingin mencoba mengubah situasi. Tapi jika Anda berbicara dengan mereka (Yamaha) dan memiliki banyak pertemuan, Anda akan mengerti,” ujarnya.

Ducati dan Aprilia adalah tim yang terus berinovasi untuk meningkatkan performa motornya. Kedua pabrikan tidak takut melakukan perubahan untuk menawarkan yang terbaik bagi pengendaranya.

Berbeda dengan Yamaha dan Honda yang takut mengambil langkah lain karena para pebalap terbaiknya kesulitan menguasai motor.

“Dari sudut pandang saya, pabrikan Eropa sekarang menunjukkan betapa bagusnya mereka karena mereka bekerja secara berbeda. Struktur tim dan pabriknya juga berbeda.” Tambahnya

“Pabrik-pabrik Jepang telah memperoleh banyak hal, mereka memiliki sejarah yang hebat, tetapi saat ini pengembangan sepeda motor Eropa adalah yang terbaik di kelasnya.”

“Saya pikir kuncinya adalah mentalitas, bukan keterbatasan. Selalu ada banyak hal yang memainkan peran kunci. Adalah salah untuk mengatakan, ‘Kamu harus melakukan ini.’

“Saya bukan tipe seperti itu. Ini lebih tentang mentalitas. Reaksi pabrikan Jepang sangat berbeda dengan reaksi pabrikan Eropa. (*/Ikh)

Baca: Aturan Baru Keluar, Ini Tarif Baru Ojek Online

Leave a Reply

Your email address will not be published.