Parigi Moutong Terima Penghargaan Penanganan Stunting dari Kemendagri

waktu baca 2 menit
Parigi Moutong Terima Penghargaan Penanganan Stunting dari Kemendagri

Penghargaan penanganan stunting parigi moutong, sulawesitoday – Pemerintah daerah (Pemda) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menerima penghargaan terbaik kedua secara nasional atas penilaian kinerja delapan aksi konvergensi penanganan stunting dari Kementerian Dalam Negeri.

“Wakil Bupati Parigi Moutong, Badrun Nggai menerima langsung penghargaan itu di kegiatan workshop pelaksanaan percepatan penurunan stunting di Bali, Selasa 30 Agustus 2022,” ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Parigi Moutong, Irwan SKM., M.Kes, saat ditemui, Rabu 31 Agustus 2022.

Ia menjelaskan, raihan prestasi itu tidak terlepas dari kerja sama lintas sektor sebagai upaya mempercepat penurunan stunting.

Beberapa langkah vital penanganan dari Pemda Parigi Moutong dituangkan dalam bentuk tindakan konvergensi sebagai wujud tanggung jawab daerah. Selanjutnya, ditangani secara bersama-sama sebagai usaha pelindungan pada masyarakat.

Dari delapan tindakan konvergensi, kabupaten Parigi Moutong semenjak 2019 diputuskan sebagai salah satunya daerah lokus penanganan di Sulawesi Tengah telah melakukan tindakan konvergensi ke enam yaitu mekanisme manajemen data.

“Penanganan stunting mengikutsertakan beberapa pihak, dimulai dari intern Pemerintahan Daerah (Pemda) tingkat kabupaten/propinsi, lembaga vertikal, akademisi, perbankan sampai organisasi/instansi non pemerintah,” papar Irwan.

Selain berita penghargaan penanganan stunting Parigi Moutong, baca juga: Bupati Minta Semua Pihak Ikut Tangani Stunting di Parimo

Delapan tindakan konvergensi percepatan penanganan stunting diambil pemerintah di tempat yaitu analitis keadaan, gagasan kegiatan, rembuk stunting, Peraturan Bupati berkaitan peranan desa, peranan Pembinaan Kader Pembangunan Manusia (PKPM), mekanisme manajemen, pengukur dan publikasi, dan reviu performa tahunan

Dia mengharap, dari prestasi yang dicapai sekiranya kementerian berkaitan bisa memberi animo lewat Dana Insentif Daerah (DID) untuk dipakai optimasi kegiatan percepatan penanganan stunting, karena anggaran daerah benar-benar terbatas.

Disampaikannya, penilaian kesuksesan penanganan stunting mengarah pada dua tanda yaitu Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) dan electronic Pendataan dan Pelaporan Nutrisi Berbasiskan Warga (e-PPBGM).

“Berdasar dua tanda penilaian itu perolehan SSGI Parigi Moutong ada di angka 30 % atau masih di atas standard nasional 14 %, dan perolehan penilaian e-PPBGM di angka 10 %,” tutur Irwan.

Selainnya Parigi Moutong, ucapnya, Kabupaten Banggai dan Kabupaten Banggai Kepulauan terima penghargaan yang serupa di Bali sebagai wakil Propinsi Sulawesi tengah.

Dia menambah, tahun 2022 ada 46 dusun dari 287 dusun di kabupaten itu jadi lokus penanganan stunting.

“Tahun 2023 semua desa di Parigi Moutong bisa menjadi target penanganan seperti peralihan aturan Pemerintahan Pusat,” tutup Irwan. (**)

Selain berita penghargaan penanganan stunting Parigi Moutong, baca juga: Tim Stunting Parimo Raih Penghargaan Inovatif se-Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.