Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Pemerintah Bakal Sanksi Pemda Serapan APBD Rendah

waktu baca 2 menit

Pemerintah Bakal Sanksi Pemda, ekonomi sulawesitoday Pemerintah bakal memberi sanksi kepada pihak Pemerintah Daerah (Pemda) bila peresapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih rendah. Sanksi itu turut berlaku bagi Kementerian dan Lembaga.

“Ya pasti (ada sanksi) kan untuk tahun depannya, kelak kita saksikan,” tutur Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, ketika berada di Istana Negara, Kamis 1 Desember 2022.

Menko Airlangga menyebutkan, sampai saat ini masih banyak anggaran belanja, baik di Pusat ataupun Daerah yang belum terserap. Oleh sebab itu, pihaknya akan terus memacu peresapannya pada bulan Desember ini.

“Kita akan dorong di Desember ini harus dipacu,” sebutnya.

Di lain sisi, menurut Menko Airlangga, salah satunya pemicu anggaran itu kurang teresap adalah karena sempat ada peruntukan untuk penanganan COVID-19, yang mana waktu ini keadaannya relatif telah dapat semakin teratasi.

“Selanjutnya kita meminta alihkan (dana) untuk program lain, terhitung penanganan dibanding bantuan transportasi supaya ongkos angka inflasi tidak bertambah. Kemarin kita telah merapatkan 15 Daerah yang inflasinya semakin tinggi dari Nasional,” katanya.

Sebagai tambahan info, awalnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat keheranan karena uang Pemda dari Pemerintah pusat yang semestinya dipakai, malah justru terendap di Bank.

“Ini saya peringatkan, kita ini cari uang di luar supaya masuk, terjadi putaran uang yang lebih bertambah, tapi uang kita yang ditransfer dari Menteri Keuangan ke beberapa daerah malah tidak digunakan,” ucapnya dalam Pengesahan Pembukaan Rapat Koordinir Nasional Investasi Tahun 2022, baru – baru ini.

Dananya juga besar sekali, Jokowi menyebutkan, ada sekitaran Rp278 Triliun yang disimpan rapi di Bank. Karena itu, Presiden Jokowi juga memerintah Menteri Dalam Negeri untuk memeriksa satu-satu masalah apa yang ditemui.

“Keadaan benar-benar susah, tetapi justru uangnya didiemin di bank, tidak dibelanjakan, besar sekali. Saya meminta, selekasnya dibelanjakan,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat sampaikan, dana Pemda sejumlah Rp278 Triliun itu adalah dana per bulan Oktober 2022 yang terendap di Bank, naik Rp54,89 Triliun atau 24,52 persen dari bulan sebelumnya.

Kemudian berdasar Daerah, bulan Oktober 2022 nominal saldo paling tinggi ada di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa tengah, DKI Jakarta dan Kalimantan Timur.

Sampai akhir Oktober, aktualisasi belanja APBD sudah capai Rp732,89 Triliun atau 61,2 persen dari batas yang ditargetkan Rp1.196,83 Triliun. (WS)

Selain Berita Pemerintah Bakal Sanksi Pemda Serapan APBD Rendah, baca juga:Ekspor Baja dan Besi Surplus US$ 10,61 Miliar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *