Pelajaran Hidup Kisah Nabi Muhammad SAW dan Pencandu Alkohol

waktu baca 3 menit
Pelajaran Hidup Kisah Nabi Muhammad SAW dan Pencandu Alkohol

Pelajaran Hidup Kisah Nabi Muhammad SAW, ragam sulawesitoday Sikap Nabi memperlihatkan begitu keutamaan menjaga penglihatan yang positif.

Ada bermacam pelajaran hidup yang bisa diambil dari kehidupan Nabi Muhammad dan teman dekatnya. Satu diantaranya ialah kisah Nabi Muhammad dan pencandu Alkohol.

Dalam kisah Al-Bukhari disebut ada seorang lelaki namanya Abdullah yang paling menyukai Allah dan Nabi. Bahkan juga, Nabi sampai menjelaskan “Sesungguhnya dia mencintai Allah dan Rasul-Nya.”

Abdullah dikenali sebagai figur yang suka menyuguhkan sajian sedap ke Nabi. Saat pedagang bawa makanan seperti mentega atau madu, ia akan ambilnya lalu memberinya sebagai hadiah. Selanjutnya saat pedagang itu minta uang, Abdullah akan bawa ia ke Nabi.

Lalu, Nabi berbicara “Bukankan Anda akan memberikan itu kepada saya sebagai hadiah?” Lalu Abdullah berkata “Ya, Rasulullah, tetapi saya tidak bisa membayarnya.”

Mereka berdua ketawa bersama-sama dan pada akhirnya Nabi yang bayar bill Abdullah. Ini sebagai tipe jalinan dekat yang dipunyai Abdullah dan Nabi.

Sikap Nabi pada Abdullah

Walau benar-benar mengasihi Nabi, Abdullah dikenali sebagai seorang pencandu alkohol. Ia kerap mabok hingga kerap kali kelihatan jalan terhuyung-huyung saat bertemu dengan Nabi. Karena sangat biasanya mabok, Abdullah harus terima tiap hukuman dari Nabi.

Karena Abdullah sering mendapatkan hukuman, salah seorang teman dekat Nabi berbicara “Ya Allah kutuk dia! Dia terlalu sering diberi hukuman karena mabuk.”

Nabi menyapa teman dekatnya itu dan menjelaskan “Jangan mengutuk dia karena aku bersumpah demi Allah, jika Anda tahu betapa dia sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya,” (HR Bukhari).

Selain artikel pelajaran hidup kisah Nabi Muhammad SAW, baca juga: Ini Kebiasaan Nabi Muhammad saat Hujan Tiba

Pelajaran yang bisa diambil

Sikap Nabi memperlihatkan begitu keutamaan menjaga penglihatan yang positif. Lepas dari realita jika Abdullah sang pencandu alkohol yang kerap bertemu dengan Nabi, Nabi mengundang perhatian semuanya orang pada salah satunya hal positif Abdullah jika ia menyukai Allah dan Rasul-Nya.

Saat kita berpikiran kembali, itu bukan suatu hal yang unik. Semuanya orang menyukai Allah dan Rasul-Nya. Walau demikian, Nabi pilih beri pujian Abdullah. Dengan begitu, Nabi bisa tumbuhkan, menggerakkan, dan perkuat kualitas ini pada diri tiap orang.

Dapat dipikirkan bagaimana hati Abdullah saat ia ketahui Nabi menjelaskan ini. Ia tentu berasa itu sebagai satu kehormatan besar. Ini menolongnya menangani rutinitas jeleknya dan memberikannya keinginan.

Itu ialah langkah Nabi untuk memperlihatkan kualitas dari mereka yang berdosa. Kita kadang lupa dan perlakukan dosa masa lampau menjadi penghambat untuk kebaikan di masa datang. Orang kerap ingat kekeliruan seorang tanpa mengetahui setan dapat manfaatkan keadaan ini. Yang pada akhirannya, ini akan bawa kita untuk melakukan perbuatan dosa kembali.

Dikutip About Islam, Kamis 13 Oktober 2022, sikap Nabi dengan Abdullah ialah contoh yang baik sekali untuk kita. Sarat dengan pelajaran bernilai mengenai bukan hanya bagaimana kita harus perlakukan keduanya, tapi bagaimana warga bisa tumbuhkan ikatan sosial yang kuat, sehat, dan memiara ikatan yang bisa berperan untuk menahan orang jatuh ke dosa. (WS)

Selain artikel pelajaran hidup kisah Nabi Muhammad SAW, baca juga: 6 Rukun Khutbah Jumat, Ini Tuntunan dan Syaratnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *