Lukas Enembe Diharapkan Penuhi Panggilan Pemeriksaan KPK

waktu baca 3 menit
Lukas Enembe Diharapkan Penuhi Panggilan Pemeriksaan KPK (Foto: Antara)

Panggilan pemeriksaan Lukas Enembe, berita kriminal sulawesitoday – Sesuai agenda, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rencananya periksa Gubernur Papua, Lukas Enembe, di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Senin 26 September 2022.

“Pemanggilan sudah dikirimkan. Tersangka serta penasehat hukum telah terima suratnya,” ungkap Juru Bicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri di Jakarta, Senin 26 September 2022.

Ia berharap Lukas Enembe bisa hadiri panggilan pemeriksaan itu.

Sehingga Lukas bisa memberi info ke penyidik berkaitan sangkaan korupsi yang membawa namanya, sekalian tim klinis KPK dapat mengecek kesehatan orang nomor satu di Propinsi Papua itu.

“Oleh karena itu, KPK pasti mengharapkan Lukas penuhi panggilan,” tutur Ali.

KPK menyebutkan, akan mempertimbangan permintaan Gubernur Papua, Lukas Enembe untuk berobat ke luar negeri. Tetapi, dokter intern KPK harus mengecek kesehatan Lukas dulu, saat sebelum ia dibolehkan berobat ke Singapura.

BACA JUGA: Legislator Tanyakan 400 Orang Tim Bayangan di Kemendikbud

Sudah diketahui, KPK resmi umumkan penentuan tersangka pada Gubernur Papua, Lukas Enembe (LE). Tetapi, lembaga anti-korupsi ini belum mengutarakan kasus apa yang menjerat Lukas. Karena, proses penyelidikan masih dilaksanakan.

“Kemauan tersangka (Lukas Enembe) untuk berobat ke Singapura, kami pikirkan, tetapi pasti kami harus juga yakinkan dengan lakukan pengecekan kesehatan pada tersangka terlebih dulu saat dia telah tiba di Jakarta,” kata Juru Bicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri di Jakarta, Ahad 25 September 2022.

Ali menjelaskan, pihaknya mempunyai tenaga kesehatan khusus saat lakukan pengecekan kesehatan pada saksi atau tersangka yang diundang KPK. Dia mengutarakan, bukan hanya ini kali KPK memberi peluang dan pengadaan sarana kesehatan.

Dikabarkan sebelumnya, dokter pribadi Lukas Enembe, Anton Monte menjelaskan, sekarang ini pasiennya sedang terserang sakit stroke. Bahkan juga Anton menyebutkan, Lukas sampai tidak dapat berbicara. “(Lukas sakit) stroke, tidak dapat berbicara,” kata Anton ke jurnalis di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat 23 September 2022.

Selain berita panggilan pemeriksaan Lukas Enembe, baca juga: Gubernur Papua Lukas Enembe Tersangka Gratifikasi

Anton menerangkan, Lukas telah sakit semenjak tahun 2015. Tetapi, sekarang ini keadaannya makin lebih buruk. Diakuinya, Lukas harus selekasnya berobat ke Singapura. Karena, Lukas selalu berobat di situ dan keadaannya dapat lebih baik sesudah memperoleh perawatan klinis. Anton juga pastikan jika Lukas tidak melarikan diri.

“Bukan baru ini beliau ke Singapura. Selalu beliau langsung ke sana . Maka bukan baru, beliau ingin ke situ bukan lantaran lari dari masalah. Tidak. Berobat murni. Sering nyaris setiap bulan (ke Singapura),” tegasnya.

Anton menambah, dia sudah menerangkan dan sampaikan histori rawat klinis Lukas ke pihak KPK. Hingga mengharap Lukas bisa diberi ijin untuk berobat ke luar negeri.

“Beberapa surat dari Singapura, rekam medik telah diungkapkan ke tim KPK. Mudah-mudahan tim KPK memberikan ruangan untuk memberi peluang ke beliau (Lukas) untuk memperoleh servis kesehatan,” katanya.

Sementara, Direktorat Jenderal Imigrasi sudah lakukan pencegahan ke luar negeri pada Gubernur Papua, Lukas Enembe. Permohonan ini disodorkan KPK. Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, I Nyoman Besar Surya Mataram menjelaskan, KPK ajukan pencegahan pada Lukas Enembe pada Rabu 7 September 2022. Pencekalan itu berlaku sepanjang enam bulan. (rf)

Selain berita panggilan pemeriksaan Lukas Enembe, baca juga: 7 Fakta Baru Drama Pembunuhan Brigadir J

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *