Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Mimi Berdarah Biru

waktu baca 3 menit
Mimi Berdarah Biru, (Foto: Klihijau)

Mimi berdarah biru, sains tekno sulawesitoday – Jika dengar nama mimi karena itu terpikir di hati saya, seorang wanita cantik dan ayu kurang kuat halus menarik hati seperti figur khusus drama La Boheme mahakarya Giacomo Puccini.

Tetapi sebagai satwa laut, mimi bertubuh yang serupa sekali tidak elok. Badan mimi bukannya menarik hati justru benar-benar menakutkan hingga dipakai sebagai ilham muka monster dalam seri film sains fiksi horror-teror “Predator” yang pertamanya diperankan oleh Arnold Schwarzenegger.

Satwa laut yang di Indonesia dikatakan sebagai mimi dikenal juga sebagai ketam tapal kuda atau belangkas yang oleh beberapa palaentolog dipandang seperti makhluk hidup lebih tua umur daripada dinausaurus hingga disohorkan sebagai fosil hidup.

Di saat ini, ada empat tipe mimi. Satu tipe hidup di teritori lautan Amerika Utara dan Teluk Meksiko, tiga tipe lain hidup di teritori laut China Selatan dan Asia Selatan.

Di dunia majas seringkali disebut jika golongan ningrat berdarah biru. Darah mimi berbeda dari darah manusia dalam soal kandungan protein pembawa oksigen yakni hemocyanin hingga warna darah mimi bukan merah tapi biru.

Darah mimi benar-benar bermanfaat sebagai bahan eksperimen beberapa obat untuk tidak beresiko untuk mamusia. Mimi sebagai salah satu tipe ordo xiphosura yang bertahan hidup semenjak periode purba sampai saat ini. Walau dikatakan sebagai ketam tetapi secara tipe sebetulnya mimi lebih dekat ke keluarga kalajengking dan laba-laba.

Mimi berkaki 12 tapi cuma sepuluh berperan untuk jalan. Mata mimi sejumlah tidak hanya dua tapi 10. Ekor panjang mimi benar-benar bermanfaat sebagai alat setir untuk memutar balik badan jika pada status kebalik di dataran dan sebagai kendalian arah saat sedang berenang di di air. Mimi sanggup berenang pada status telentang.

Satwa laut yang aktif di waktu malam hari atau nokturnal ini, makan cacing laut, kerang, dan ikan kecil. Saat cari makan, mereka memakai rambut-rambut kecil disekitaran mulut untuk mengais dasar laut. Serupa kunang-kunang, badan mimi dapat bersinar saat ada dalam laut gelap pekat.

Legenda Mimi dan Mintuna sebagai lambang kesetiaan diperhitungkan di inspirasi oleh pola hidup beberapa pasangan belangkas yang condong monogamis. Antiknya kembali, hewan ini tidak mereproduksi sama dalam biasanya. Si betina biasa menanam telur-telurnya dalam lubang pasir pantai.

Lalu si jantan akan keluarkan spermanya untuk membuahi telur-telur itu. Dalam sekali bertelur, induk dapat keluarkan beberapa puluh ribu butir telur. Tetapi dari beberapa mimi yang menetas cuma beberapa saja yang bertahan hidup sampai dewasa.

Badan mimi terlindungi oleh cangkang yang keras hingga relatif aman pada beberapa predator terkecuali manusia yang cari keuntungan dengan jual darah mimi pada harga mahal.

Telur mimi yang banyak protein sebagai makanan yang disukai beberapa predator sama-sama satwa laut dan beberapa burung yang cari makan di teritori pantai.

Jika secara eksklusif tidak diproteksi oleh manusia, karena itu bukan tidak mungkin belangkas yang bisa dibuktikan sanggup bertahan hidup semakin lama daripada dinosaurus malah akan musnah pada era XXI.

Selain artikel Mimi berdarah biru, baca juga: Liburan ke 10 Destinasi Wisata di Bandar Lampung

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *