Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Mengapa Gajah Takut pada Lebah?

waktu baca 4 menit
Mengapa Gajah Takut pada Lebah, (Foto: unsplash)

Mengapa gajah takut pada lebah, sains sulawesitoday – Bila ditanyakan apa yang gajah takuti, apa yang bisa Anda jawab? Sebetulnya, gajah takut beberapa hal seperti semut, tikus, dan lebah.

Ini kemungkinan tidak terpikir karena gajah memiliki gelar hewan paling besar di dunia.

Gajah takut lebah

Tetapi siapa kira bila hewan berbelalai panjang itu sebetulnya takut pada lebah.

Sengatan lebah pasti tidak dapat tembus kulit gajah yang paling tebal.

Tetapi bila lebah-lebah berkerubung, karena itu mereka dapat menusuk hewan besar itu di wilayah paling peka seperti belalai, mulut, dan mata.

Sengatan beberapa ratus lebah itu akan membuat gajah kesakitan. Itu yang membuat hewan bertelinga lebar ini benar-benar takut dengan teror lebah.

Riset yang awalannya dilaksanakan di Afrika itu mendapati jika gajah Afrika benar-benar takut dengan lebah Afrika. Ini karena mungkin lebah Afrika yang populer benar-benar agresif.

Selain itu, dalam riset terkini yang dipegang oleh Lucy King, rekanan riset Kampus Oxford mendapati hal sama pada gajah Asia.

Tetapi berlainan dengan gajah Afrika, gajah Asia kelihatan sedikit berani dibanding ponakannya itu.

Sayang, belum juga tahu mengapa gajah Asia bereaksi berlainan pada lebah Asia. Bisa saja ini karena lebah Asia kurang agresif bila dibanding dengan lebah Afrika.

Mungkin saja gajah cuma mempunyai tanggapan sikap yang lain, seperti langkah orang dari 1 budaya ketawa saat grogi dan orang dari budaya lain kemungkinan resah atau bicara cepat, kata John Poulsen, pakar ekologi tropis.

Poulsen sendiri sebagai pendamping profesor di Kampus Duke, A.S yang sudah lakukan riset sama.

Lebah jadi langkah menangani perselisihan gajah dan manusia Beberapa periset selanjutnya jadikan ini sebuah langkah untuk menangani perselisihan manusia dan gajah.

Beberapa periset merekomendasikan beberapa petani untuk membikin lajur pagar dengan menyusun sarang lebah tiap 20 mtr..

Hasilnya, 80 % gajah Afrika tidak berani dekati tempat pertanian. Ini sudah pasti menolong beberapa gajah terbunuh dari perselisihannya dengan manusia.

Hasil itu membuat beberapa periset mengharap penemuannya ini bisa menolong selamatkan komunitas gajah di alam liar. Khususnya untuk menangani perselisihan gajah-manusia di Sri Lanka, Nepal, Thailand, dan India.

Di Afrika, sebuah barisan pelestarianonis namanya Save the Elephants yang dipimpin King membuat pagar kawat dan sarang lebah untuk tempat selebar satu hektar.

Dengan langkah ini mereka bisa membuat perlindungan gajah sekalian memberi sumber pendapatan baru untuk beberapa petani, yakni panen madu 2x dalam satu tahun.

Pagar sarang lebah ini mempunyai peranan lain, yakni sebagai penghambat psikis untuk beberapa petani.

Pagar ini membuat beberapa petani berpikiran 2x saat sebelum menebang pohon atau membakar rimba untuk tempat pertanian.

Awalannya, King kesusahan memberikan keyakinan beberapa petani untuk lakukan “gagasan edan” pagar sarang lebah ini.

“Saat saya pertama kalinya mengawali, saya harus betul-betul memberikan keyakinan orang untuk mencoba,” kata King diambil dari New York Times, Jumat 26 Januari 2018.

“Mereka berpikir saya betul-betul edan. Lantas mereka berpikiran, yah, ia memberikan kita sarang lebah gratis, jadi terserah. Saat ini orang mengantre untuk melakukan,” tambahnya.

Selain mendapati langkah ini, King belajar jika sarang lebah berayun membuat lebah keluar sarang. Ini membuat gajah lebih takut kembali.

Gajah Hewan Pandai Gajah sebagai hewan yang paling pandai, saat tidak di sengat lebah karena itu mereka akan mengetahui jika dengung yang terdengar bukan teror riil, kata King.

Ini diketemukan saat beberapa periset mainkan rekaman suara dengungan lebah saja, tanpa betul-betul ada sengatan.

Walau demikian, King mengetahui jika rasa takut pada lebah ini tidak akan cukup buat menyingkirkan gajah. Apa lagi bila kebun dipenuhi oleh hasil panen.

Penglihatan sama diutarakan oleh Steeve Ngama, calon doktoral di Kampus de Liege, Belgia.

Ngama memiliki pendapat jika sarang lebah ialah gagasan yang baik tetapi bagaimana juga gajah bisa menyiasatinya dan cari jalan keluar.

“Bila gajah mempunyai taruhan, misalkan dengan terhubung buah banyak atau hasil panen, mereka akan habiskan waktu untuk belajar menangani sistem ini,” bebernya.

“Evaluasi mereka sebagian besar akan sukses, apa lagi saat hasilnya sama dengan resiko yang ditemui,” paparnya.

Selanjutnya jadikan ini sebuah langkah untuk menangani perselisihan manusia dan gajah. Beberapa periset merekomendasikan beberapa petani untuk membikin lajur pagar dengan menyusun sarang lebah tiap 20 mtr..

Hasilnya, 80 % gajah tidak dekati tempat pertanian. Ini sudah pasti menolong beberapa gajah terbunuh dari perselisihannya dengan manusia. (rahma)

Selain artikel mengapa gajah takut pada lebah, simak juga: Dari Mana Asal Penguin Kaisar?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *