Manipulasi Data SMILE BPJS-TK Rugi Rp 3,2 M

waktu baca 2 menit
Manipulasi Data SMILE BPJS-TK Rugi Rp 3,2 M

Berita kriminal, sulawesitoday – Penyelidikan Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Sulteng sejak April 2022 menemukan tindakan kriminal Manipulasi Data SMILE BPJS Ketenagakerjaan.

Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Sulteng pun sudah meringkus 2 tersangka dari lokasi berbeda terkait kasus tersebut.

Akibat tindakan manipulasi data itu, BPJS-TK mengalami kerugian kurang lebih Rp 3,23 miliar.

Pada tanggan 19 April 2022 kasus ini sudah dilaporkan dengan LP/B/128/IV/SPKT/Polda Sulawesi Tengah.

BACA JUGA: MU Tertarik Rekrut Christian Pulisic dari Chelsea

“Lalu pada tanggal 18 Juli 2022 status perkara naik menjadi penyidikan,” Didik Supranoto, Kapolres Sulteng, Humas Kombes Polres, menjelaskan, Kamis (18/8/2022) pagi.

Dua tersangka saat ini ditahan di Polda Sulteng.

Inisial YDS (30) karyawan BPJS Tenaga Kerja Parigi Moutong dan MDA (23) warga Kelurahan Jambudipa Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terang Didik.

BACA JUGA: Polisi Ringkus Pelaku Pencurian dan Pembobolan Rumah di Parigi Moutong

Masih kata Didik, Ini merupakan perkara tindak pidana ITE dimana tersangka melakukan manipulasi data peserta Jamsostek pada aplikasi “SMILE” milik BPJS.

Otak pelaku dalam kasus ini adalah MDA yang bekerjasama dengan YDS selaku operator SMILE pada BPJS Tenaga Kerja di Parigi Moutong.

YDS diduga melakukan Manipulasi Data SMILE BPJS-TK sekitar bulan September 2021.

Ada 308 data pemegang Kartu Peserta Jaminan Sosial (KPJ) yang tersebar dibeberapa daerah Indonesia yang dirubah tidak sesuai prosedur.

Di mana data tersebut dikumpulkan MDA dari grup media sosial peserta pemegang KPJ.

Selanjutnya data diserahkan kepada YDS untuk dilakukan perubahan data, ungkapnya

Dari 308 data yang telah dirubah tadi, telah dilakukan klaim sebanyak 292 KPJ.

BACA JUGA: Rayakan HUT RI 77, Dua Rumah Sakit dan BNI 46 Gelar Donor Darah

Sehingga berakibat BPJS memberikan klaim yang tidak tepat sasaran atau terjadi double klaim.

“Sehingga BPJS-TK mengalami kerugian Rp 3,23 miliar,” jelas Didik Supranoto.

Tersangka YDS ditangkap tanggal 5 Agustus, sedangka MDA ditangkap di Jawa Barat tanggal 15 Agustus 2022.

Keduanya dijerat Pasal 51 ayat (1) juncto Pasal 35 UU ITE juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUH Pidana dengan ancamanpidana penjara paling lama 12 tahundan/atau denda maksimal Rp 12 Miliar. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published.