Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Manajer Tech3 Acuhkan Pendapat Dua Rookienya

waktu baca 3 menit
Manajer Tech3 Acuhkan Pendapat Dua Rookienya

Manajer Tech3, sulawesitoday sports – Herve Poncharal, tim Manajer Tech3, cenderung pilih memandang di depan, ketimbang dengarkan keluh kesah 2 rookie Remy Gardner dan Raul Fernandez kesusahan menyesuaikan KTM RC16.

Gardner dan Fernandez jadi pendatang baru paling ditunggu performanya dalam MotoGP 2022.

Tiba sebagai juara dunia dan runner-up, ke-2 rider diprediksikan akan bicara banyak selama musim ini.

Manajer Tech3 Acuhkan Pendapat Dua Rookienya
Manajer Tech3 Acuhkan Pendapat Dua Rookienya

Tapi, hasil balapan mereka malah jauh dari kata menyenangkan.

Gardner baru kumpulkan sembilan point, sementara Fernandez mengepak lima angka. Ke-2 nya juga tertinggal pada rangking P23 dan P24.

Perolehan itu berasa kontras bila dibanding Marco Bezzecchi digotong Mooney VR46 Racing Tim.

Sampai seri Assen, Bezz telah kantongi 55 point. Bahkan juga, anak didik Valentino Rossi ini sukses podium di MotoGP Belanda.

Beberapa minggu paling akhir, kegentingan berasa dalam garasi Tech3.

Selain berita Manajer Tech3 Acuhkan Pendapat Dua Rookienya, baca juga: Mick Doohan: Marc Marquez Punya Mental Juara

Ini tersangkut masa datang Gardner dan Fernandez yang belum juga terang. Lantas, terjadi penggantian personil ditugasi untuk menemani pembalap.

Esteban Garcia, bekas kru chief Maverick Vinales yang memegang sebagai Direktur Teknis Tech3, sudah diganti oleh manager project senior KTM, yaitu Sebastian Risse.

“Ini ialah proses intern dalam KTM untuk membikin beberapa orang bergerak dan bekerja dengan team pabrikan,  Tech3, yang diberlakukan sebagai operasi pabrikan  pas oleh KTM, serta Ini cuma sebuah organisasi yang bergerak, dan semoga jadi lebih baik,” papar Poncharal.

Walau begitu, peralihan susunan management balap ternyata tidak demikian disongsong baik.

Gardner secara terang-terangan mengutarakan keluh kesahnya karena KTM tidak membuat perkembangan memiliki arti dibanding pesaing.

“Menurut saya, seluruh orang sudah membuat cara hebat sebagai pabrikan dan saya tidak berpikiran kami sukses membuat cara tahun ini, itu. Saya coba bekerja sebagus mungkin dengan KTM. Saya ingin bertahan di dalam paddock ini, tapi sekarang ini saya betul-betul tidak paham,” sebut Wayne Gardner.

Menyikapi pengucapan Gardner, Poncharal menerangkan jika seorang rookie tidak pernah gampang jalani musim kiprahnya dalam kejuaraan dunia MotoGP.

Manajer Tech3 Acuhkan Pendapat Dua Rookienya
Manajer Tech3 Acuhkan Pendapat Dua Rookienya

Tahun awal ialah masalah bagaimana rider menyesuaikan.

“Kami benar-benar senang dengan sudah dilaksanakan Raul dan teamnya, sesudah si Spaniard cetak point berturut-turut di Catalunya dan Sachsenring. Balapan pertama tahun ini benar-benar melawan. Tetapi, kami tak pernah berserah, selalu menggerakkan, sementara kami masih tetap tundukkan kepala dan tidak begitu perduli dengan kritikan atau komentar konyol. Musim pemula tak pernah gampang, dan selalu dipisah jadi dua,” pungkas Poncharal

(fkr)

Selain berita Manajer Tech3 Acuhkan Pendapat Dua Rookienya, baca juga:Mick Doohan: Marc Marquez Punya Mental Juara

Leave a Reply

Your email address will not be published.