Parigi Moutong Perkuat Manajemen Pengelolaan Data Stunting

waktu baca 2 menit
Parigi Moutong Perkuat Manajemen Pengelolaan Data Stunting

Manajemen pengelolaan data stunting, berita sulawesi tengah – Pemerintah daerah (Pemda) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah perkuat sistem manajemen pengelolaan data stunting.

Penguatan dilakukan untuk pencatatan dan pelaporan berbasis gizi masyarakat (e-PPBGM) sebagai salah satu sistem pengukur prevalensi.

“Itu penting dilakukan, agar terbentuk satu kesamaan pelaksanaan percepatan pencegahan dan pengendalian,” ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Parigi Moutong, Irwan, di Parigi, Senin 24 Oktober 2022.

Dia menerangkan, sekarang ini Parigi Moutong sudah jalankan tindakan konvergensi ke enam dan tujuh yaitu yakni mekanisme manajemen data stunting, lalu pengukur dan publikasi stunting.

Maka dari itu, Dinas Kesehatan lewat masing-masing Puskesmas harus pastikan kegiatan pengukur tinggi tubuh dan berat tubuh dan publikasi terwujud dengan maksimal, agar data yang dibuat tepat dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Beberapa data yang termuat dalam e-PPBGM akan dipublikasikan secara nasional. Sebelum di muat, karena itu perlu ditegaskan pemakaian antropometri atau alat penilaian status nutrisi anak benar-benar dilaksanakan berdasar ketetapan,” tutur Irwan.

Selain informasi Parigi Moutong perkuat manajemen pengelolaan data stunting, simak juga: Ketua Tim Penilai: Banyak Inovasi Baru Pengentasan Stunting Parigi

Dia menjelaskan, Pemda Parigi Moutong lakukan usaha pengendalian dan pencegahan stunting semenjak tahun 2019 sampai 2022, karena wilayah itu masuk sebagai salah satunya lokus pengatasan stunting di Sulteng

Dari interferensi beragam program sepanjang empat tahun akhir, pemerintahan di tempat sudah menyelesaikan 1.235 orang alami tengkes.

“Diusahakan tahun 2023 kebiasaan stunting bisa didesak sampai angka 11% disaksikan dari e-PPBGM, dan di bawah 26% dari data survey status nutrisi Indonesia (SSGI),” papar Irwan.

Ia menyebut, Pemda Parigi Moutong akan lakukan pengokohan ke Bidan berkaitan pemakaian alat pengukuran status nutrisi anak agar data dari aktivitas pengukur dan penimbangan berat tubuh anak tepat.

Demikian juga kegiatan interferensi tahun depannya, pemerintahan di tempat mengarah 278 dusun, walau sudah dipilih 71 dusun sebagai lokus.

“Semua dusun dibidik buat mengotimalkan aktivitas pengatasan. Kami berusaha memasifkan penangkalan pernikahan awal, karena pernikahan awal salah satunya factor penyebab stunting,” tutupnya. (rf)

Selain informasi Parigi Moutong perkuat manajemen pengelolaan data stunting, simak juga: Pelari Kenya Juara Kategori International RUN 10 K Parigi Moutong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *