Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

F-PAN MPR: Tidak Seharusnya Madrasah Dihilangkan dari UU Sisdiknas

waktu baca 3 menit
F-PAN MPR: Tidak Seharusnya Madrasah Dihilangkan dari UU Sisdiknas

Madrasah dihilangkan dari UU Sisdiknas, berita sulawesitoday – Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto melawan masalah ketentuan penghilangan madrasah dari Perancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Menurut dia, madrasah sudah melahirkan banyak pimpinan bangsa, baik di periode lalu, saat ini dan masa datang.

Selain itu, Yandri memandang sekarang ini ada usaha dari pihak tertentu yang ingin mengkerdilkan keberadaan madrasah. Satu diantaranya dengan hapus madrasah dari UU Sistem Pendidikan Nasional.

“Saya melawan keras usaha penghilangan madrasah dari perancangan peralihan UU Pendidikan Nasional. Perlu diingat, madrasah telah ada saat sebelum Indonesia merdeka, dan berjasa besar dalam perjuangan negara dan bangsa. Karenanya tidak semestinya, kehadiran madrasah ditiadakan dari UU Sisdiknas,” kata Yandri dalam penjelasannya, Senin 12 September 2022.

Ini dia berikan dalam sambutannya pada acara pembukaan pembangunan Ma’had Islam Rafiah Akhyar (Mira), Daerah Cipancur, Kelurahan Sukacai, Kecamatan Baros Kabupaten Serang Banten, Minggu 11 September 2022.

BACA JUGA: Demo 1209, Jalan Arah Istana Ditutup Kawat Berduri

Selanjutnya, Yandri menerangkan peranan dan jasa madrasah dan pesantren masih berasa sampai sekarang ini.

Menurut dia, pondok dan madrasah berperan besar dalam membangun adab angkatan muda supaya tidak jauh dari adab Nabi Muhammad SAW.

Apa lagi di tengah-tengah serangan nilai-nilai di luar yang masuk secara terus-terusan melalui beragam langkah, terhitung sosial media.

“Saya dapat rasakan betul ikut serta itu, karena saya punyai dan turut mengurusi madrasah dan ponpes. Madrasah bisa dibuktikan sanggup jaga dan mendidik angkatan muda dengan Adabul Karimah, dan itu harus terus kita perjuangkan,” ucapnya.

Maka dari itu, Anggota Komis VIII DPR RI ini ajak warga untuk memberikan dukungan dan jaga kehadiran madrasah dan ponpes.

Satu diantaranya dengan tidak biarkan madrasah berusaha sendiri hadapi beberapa pihak yang ingin menghancurkannya.

Dengan begitu, peran madrasah dan pesantren bisa cetak angkatan masa datang bangsa yang luar biasa dunia akhirat.

“Mudah-mudahan usaha ini jadi amal jariah, bermanfaat untuk kita di akhirat kelak. Karena tiap yang bernyawa pasti mati. Kullu nafsin zaikatul maut,” kata Yandri.

Selain berita Madrasah dihilangkan dari UU Sisdiknas, baca juga: Pria di Muna Tertangkap Bawa Puluhan Sachet Sabu

Sebelumnya, pembina Ma’had Islam Rafiah Akhyar ustaz Adi Hidayat sampaikan cita-citanya membangun lembaga pendidikan Ma’had Islam Rafiah Akhyar.

Dia mengharap tempat ini bisa melahirkan ulama-ulama besar yang bisa melanjutkan perjuangan nabi dan beberapa kyai sekarang ini.

“Saya ingin mewakafkan diri dan waktu saya turut melahirkan ulama. Mari bersama, merealisasikan harapan itu, mudah-mudahan jadi amal jariah yang pahalanya terus akan mengucur dan tidak ada putus-putusnya,” tandas Adi.

Dijumpai, ikut datang dalam acara itu Menteri Perdagangan Dr. (HC). Zulkifli Hasan SE, MM. Datang juga pembimbing Mira Hj. Rafiah Akhyar dan Ustad H. Dr. (H.C) Adi Hidayat LC, MA, Forkopimda Kabupaten Serang, dan beberapa ulama, ustaz dan kyai se-Provinsi Banten. (rf/**)

Selain berita Madrasah dihilangkan dari UU Sisdiknas, baca juga: Polisi Benarkan Persatuan Dukun Laporkan Pesulap Merah

Leave a Reply

Your email address will not be published.