Gubernur Papua Lukas Enembe Tersangka Gratifikasi

waktu baca 2 menit
Gubernur Papua Lukas Enembe Tersangka Gratifikasi

Berita kriminal, sulawesitoday – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetapkan Gubernur Papua Lukas Enembe Tersangka Gratifikasi srbesar Rp 1 miliar.

Penetapan Lukas Enembe Tersangka Gratifikasi sejak 5 September 2022, namun gubernur tidak diberitahu hingga 8 September 2022.

Gubernur Papua Lukas diyakini sebagai tersangka kasus gratifikasi yang menerima Rp 1 miliar dari seorang pengusaha pada tahun 2020.

Surat penyidikan pun diterbitkan dengan nomor B /536.DIK.00/09/2022.

Surat itu ditandatangani penyidik ​​KPK Asep Guntur Rahayu. Namun, status tersebut diperjelas oleh penasihat hukum Lukas Enembe, Roy Rening, Aloysius Renwarin dan Yulianus Butu, yang menegaskan pengiriman uang tersebut dilakukan oleh orang gubernur sendiri.

BACA JUGA: Listrik Daya 450 VA Dihapus, Diganti Daya 900 VA

“Gubernur secara tegas menyatakan tidak pernah meminta uang kepada pengusaha atau pengusaha. Satu sen tidak pernah. Itu (Rp 1 miliar) adalah uang Gubernur, mau dipakai berobat,” terangnya, Senin, 12 September 2022.

Pengacara Gubernur juga menemui penyidik ​​KPK dan meminta agar Surat Penetapan itu dipertimbangkan kembali.

Roy juga menjelaskan bahwa Gubernur tidak akan mundur dari proses hukum dan akan menghormati hukum, pasca penetapan Lukas Enembe Tersangka Gratifikasi.

Kepergian Gubernur juga dibenarkan oleh Menteri Dalam Negeri.

Roy menambahkan, dirinya juga berpesan agar Gubernur tetap berada di Jayapura untuk menanggapi surat KPK tersebut, mengingat jika ia terpaksa pergi, dikhawatirkan ada hal-hal yang tidak diinginkan di jalan.

Mungkin saja kat dia, saat tiba di Bali Gubernur langsung ditangkap karena dia sudah berstatus tersangka.

Sehingga dia tidak bisa kemana-mana, karena status tersangka.

BACA JUGA: KTM Dikabarkan Bakal Rekrut Jonas Folger Sebagai Test Rider

Belum lagi Gubernur Papua dalam kondisi fisik tak memungkinkan alias sakit.

Olehnya, mereka menyarankan agar Gubernur Papua tetap berada di Kota Jayapura.

Sejak penetapan tersangka Gubernur Papua, beredar kabar di grup WhatsApp bahwa Gubernur telah dibawa ke markas Regu Mobile untuk pemeriksaan KPK.

Akibatnya, ratusan orang berkumpul di Pasar Cikombong, Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, lalu berbaris ke Jalan Perkutut di sebelah Mako Brimob dan menduduki jalan utama selama hampir empat jam.

Sejumlah orator menyampaikan aksi itu tidak ada kaitannya dengan polisi, jadi harus tetap tertib.

Usai memberikan orasi dan mendengar penjelasan, sekitar pukul 15.00 WIB massa akhirnya bubar. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published.