Data BPBD: 500 Korban Banjir Luwuk Mengungsi

waktu baca 2 menit
Petugas membersihan lokasi terdampak banjir Luwuk. Menurut Data BPBD, terdapat 500 Korban Banjir Luwuk Terpaksa Mengungsi 

Berita Banjir Banggai, sulawesitoday – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah telah mendata lebih dari 500 500 Korban Banjir Luwuk Mengungsi ke tempat aman di Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai.

“Setidaknya ada 500 Korban Banjir Luwuk Mengungsi. Mereka adalah warga Dusun I dan III Desa Indang Sari dan Dusun I Desa Pohi,” kata Andi Sembiring, Kepala Bidang Kedaruratan dan Bagian Logistik BPBD Sulteng, saat dihubungi, Rabu 31 Agustus 2022.

“Khusus di Desa Indang Sari, terdapat sebuah bangunan gereja rusak parah dan jalan utama desa juga rusak pasca diterjang banjir tersebut,” tambah Andi Sembiring.

BACA JUGA: Prediksi Juventus vs Spezia, Bisakah Juventus Menang?

Sementara itu, di Desa Pohi, terdapat sebanyak 100 rumah terdampak banjir dan sembilan rumah masuk kategori rusak berat.

“Di Desa Indang Sari ada 40 KK mengungsi ke tempat aman dengan jumlah sekitar 100 orang, sedangkan di Desa Pohi tercatat 500 orang dan di saat ini kami terus mendata rumah-rumah maupaun warga terdampak banjir bandang tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA: Parigi Moutong Terima Penghargaan Penanganan Stunting dari Kemendagri

Andi mengatakan bahwa BPBD Kabupaten Banggai telah membangun dapur umum di lapangan sepak bola di Desa Pohi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membantu dan memenuhi kebutuhan pangan korban banjir.

“Jumlah korban terdampak 183 orang di desa Indang Sari dan 500 orang di desa Pohi”, kata Andi.

Dilaporkan sebelumnya, kawasan Desa Insang sari dan desa Pohi diterjang hujan lebat dan berdampak pada meluapnya sungai Indang Sari pada Selasa 30 Agustus 2022 sekitar pukul 18.00 WITA.

Luapan sungai itu membanjiri pemukiman penduduk dengan ketinggian air di atas lutut orang dewasa.

Sekitar 40 menit kemudian, sungai di Desa Pohi juga meluap dan membanjiri pemukiman penduduk.

“Hujan sudah reda dan air sudah mulai surut, namun warga masih mengungsi,” jelasnya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published.