Kisah Para Sahabat Nabi Disalami Malaikat

waktu baca 4 menit
Kisah Para Sahabat Nabi Disalami Malaikat

Kisah para Sahabat Nabi, ragam sulawesitoday – Pada jaman Nabi Muhammad SAW, ada seorang sahabat yang dites dengan sakit wasir.

Penyakit itu menulari badannya tidak dalam waktu satu hari atau 2 hari, tetapi 30 tahun. Figur yang memiliki rasa sabar yang demikian besar itu ialah Imran bin Husain.

Dia masuk Islam di tahun ke-7 Hijriyah. Saat itu, Perang Khaibar terjadi. Dengan hati yang disanggupi keimanan, Imran bin Husain tiba ke Rasulullah SAW.

Sehabis bersyahadat, dia mengatakan baiat sekalian menyimpan tangan kanannya di atas tangan kanan Nabi Muhammad SAW.

Setelah peristiwa itu, seolah tidak habis-habisnya dia melihati tangan kanannya sendiri. Begitu besar penghormatan yang barusan diterimanya itu. Semenjak itu, Imran bersumpah pada dianya, tidak memakai tangannya buat apa juga terkecuali kebaikan Islam.

Sebelumnya Imran sebagai seorang pria yang sehat. Satu hari, dia dengar pembicaraan beberapa sahabat dan Nabi Muhammad SAW.

Kisah para Sahabat Nabi

Ke beliau, mereka mengutarakan isi hati, “Wahai Rasulullah, kenapa kami ini? Jika kami sedang ada di sisimu, hati kami jadi lunak hingga tak lagi inginkan dunia; seakan-akan akhirat kami saksikan dengan mata kepala sendiri.

Tetapi, jika kami wafatkanmu dan ada di tengah keluarga, kami berasa sudah lupa diri?”

Selanjutnya, Rasulullah SAW bersabda, “Untuk Allah, yang nyawaku ada dalam genggaman-Nya, andaikan kalian selalu ada dalam situasi seperti pada sisiku, pastilah malaikat akan memperlihatkan dianya menyalami kamu. Tetapi, yang begitu cuma setiap saat.”

Terheranlah Imran akan jawaban Nabi Muhammad SAW. Karena itu muncul kemauan dalam dianya, ingin sekali terus-terusan rasakan situasi batin saat ada di dekat Rasulullah SAW. Meskipun nyawa taruhannya, kemauan itu tidak dilepaskan.

Selainnya artikel kisah para Sahabat Nabi, simak juga: Industri Kreatif Diprediksi Jadi Kekuatan Ekonomi Masa Depan

Allah SWT takdirkan ujian tiba padanya. Di suatu hari, Imran rasakan sakit yang demikian mengusik pada perutnya. Semakin hari, semakin nyatalah tipe penyakitnya, yaitu wasir.

Imran jadi sangat kelelahan saat akan duduk atau akan berdiri. Karena peristiwa yang dirasakannya juga, para pakar hadis memiliki kisah yang memperlihatkan bimbingan syariat berkenaan beribadah saat sakit.

Diriwayatkan dari Imran bin Husain RA, dia berbicara: `Saya terserang penyakit wasir, lalu saya menanyakan ke Rasulullah SAW, karena itu beliau menjawab, `Shalatlah kamu sekalian duduk. Bila tidak sanggup (duduk), sebaiknya shalat sekalian berbaring’ (HR al-Bukhari).

Imam Nawawi dalam sebuah kitabnya menjelaskan, Imran bin Husain alami sakit wasir yang kronis. Tetapi, sahabat Nabi Muhammad SAW itu selalu bersabar atas apapun yang menerpanya.Takdir Allah itu tidak diresponsnya dengan duka nestapa, apa lagi sampai mempersalahkan Tuhan.

kisah para Sahabat Nabi

Moralnya kuat. Dianya selalu mengucapkan syukur atas semua nikmat yang Allah karuniakan. Karenanya, Imran diceritakan seringkali memperoleh tamu spesial, yaitu malaikat yang menjelma manusia untuk menyalaminya.

Makhluk mulia itu melakukan sebagai wujud penghormatan ke si sahabat Nabi Muhammad SAW. Bukan hanya mewujud jadi manusia. Malaikat mengirim salam padanya dengan mediator, yaitu Rasulullah SAW.

Di suatu hari, Imran berasa lebih capek dibanding umumnya. Dia juga bertandang ke Rasul SAW, meminta didoakan. Sesudah beliau berdoa, saat itu juga wasir lenyap dari diri Imran.Si sahabat juga kembali lagi ke tempat tinggalnya dengan muka senang.

Sekian hari berakhir. Dia malah berasa resah. Karena, tamu spesial yang seringkali mengetok pintu tempat tinggalnya dan menyalaminya tak lagi tiba. Hal tersebut lantas dilaporkannya ke Nabi Muhammad SAW.

kisah para Sahabat Nabi

“Ya Rasulullah, kenapa malaikat tak lagi mengirim salam kepadaku? Itu karena kesembuhanmu, wahai Imran,” kata Rasul SAW menjelaskan.

Dengar itu, Imran selanjutnya minta ke beliau supaya sudi doakannya sakit wasir kembali. Nabi Muhammad SAW juga berdoa. Saat itu juga, penyakit yang serupa kembali dirasakan sahabat beliau itu.

Imran hidup sampai zaman Khalifah Umar bin Khattab. Si amirul mukminin pernah memberikan tugasnya ke Basrah, Irak, buat mengajari Islam ke warga di tempat. Hasan al- Bashri menyanjungnya, Tidak seorang juga antara teman dekat-saha bat Rasulullah SAW yang tiba ke Basrah, paling utama dari Imran bin Husain.

Demikian. Untuk para teman dekat– mereka yang menemui dan berusaha disebelah Nabi Muhammad SAW, penyakit jasmani bukan bencana. Jika keberkahan tiba dari segi Allah Ta’ala, sakit itu malah menjadi satu diantara dari demikian beberapa hal yang pantas mereka sukuri. (WS)

Selain artikel kisah para Sahabat Nabi, baca juga: 6 Rukun Khutbah Jumat, Ini Tuntunan dan Syaratnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *