Dikbud Parimo Ingatkan Kepsek Tolak Guru Non-Aktif di Dapodik

waktu baca 2 menit
Dikbud Parimo Ingatkan Kepsek Tolak Guru Non-Aktif di Dapodik

Berita Parigi Moutong, sulawesitoday – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng) menegaskan kepada para Kepsek Tolak Guru Non-Aktif.

Diharap Kepsek Tolak Guru Non-Aktif agar diaktifkan kembali dalam sistem Dapodik atau Data Pokok Pendidikan.

“Adanya pendataan non-ASN oleh Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Parimo sudah terlihat banyak guru Ini tidak aktif mengajar, minta diaktifkan di Dapodik,” jelas Sunarti Masanang selaku Sekretrais DInas Dikbud Parigi Moutong saat dijumpai di Parigi pada Sabtu, 3 September 2022.

Di menjelaskan, untuk mencegah hal tersebut terjadi, pihaknya mengingatkan kepada penanggungjawab sekolah untuk terus mengupdate dapodik, dengan tujuan untuk mengupdate data-data terkini di sekolah, khususnya bagi para pendidik dan tenaga kependidikan.

Ia menambahkan, kepala sekolah juga harus mengingatkan operator yang memiliki aplikasi Dapodik untuk tidak mengaktifkan kembali guru yang tidak aktif tanpa persetujuan kepala satuan pendidikan.

BACA JUGA: Nelayan Parimo Hilang Sejak Rabu Ditemukan di Perairan Ampana

BACA JUGA: Kehadiran Polsubsektor Tatanga Didasari Dinamika Kriminalitas

“Di kami juga, kalau ada guru yang bermohon untuk melakukan verifikasi vaktual pada operator di Dikbud Parimo, mereka harus memperlihatkan surat pertanggungjawaban yang ditandatangai kepala sekolah, itu untuk membenarkan data guru yang bersangkutan,” jelasnya.

Hal ini untuk menghindari kesalahan saat memasukkan data guru ke dalam sistem aplikasi Dapodik.

Jika terjadi masalah di kemudian hari, kepala sekolah akan bertanggung jawab berdasarkan sertifikat yang dikeluarkan ke kantor.

Selain itu, pihak Anda akan menghindari tindakan oknum-oknum jahat, termasuk pekerja honorer tak kasat mata, untuk mendapatkan surat keputusan dari pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat.

“Saat ini banyak guru yang meminta SK honorer yang digunakan untuk pendataan guru non-ASN, akan kami kompres, beserta rata-rata SK yang mereka minta dalam beberapa tahun terakhir, dan kami akan mencocokkan data guru melalui dapodik,” tutupnya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published.