Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Kasus Suap dan Gratifikasi, Walikota Ambon Ditahan KPK

waktu baca 2 menit
Kasus Suap dan Gratifikasi, Walikota Ambon Ditahan KPK

Berita kriminal, sulawesitoday – Tersangkut kasus dugaan suap dan penerimaan gratifikasi, Walikota Ambon ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

“Sesudah penyidik lakukan dan minta info beberapa saksi dan berdasar alat bukti, karena itu tim penyidik KPK lakukan penahanan terdakwa untuk masing-masing waktu 20 hari awal, terhitung mulai 13 Mei 2022 sampai 1 Juni 2022,” tutur Ketua KPK, Firli Bahuri, saat temu jurnalis, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 13 Mei 2022.

Dia menjelaskan, terdakwa Richard ditahan di Rutan KPK pada Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dan terdakwa Andrew ditahan di Rutan KPK pada Kaveling C1.

Terdakwa Amri disarankan supaya kooperatif penuhi panggilan tim penyidik.

KPK sudah umumkan dua terdakwa yang lain, yakni staff tata usaha pimpinan pada Pemerintahan Kota (Pemerintah kota) Ambon Andrew Erin Hehanusa (AEH) dan Amri (AR) dari pihak swasta/pegawai Alfamidi (AM) Kota Ambon.

“Berdasar dan sama sesuai ketetapan ketentuan perundang-undangan, KPK memerintah ke saudara AR untuk selekasnya penuhi kewajiban untuk datang dalam panggilan KPK,” kata Firli.

Selain berita Kasus Suap dan Gratifikasi, Walikota Ambon Ditahan KPK, baca juga: Komisioner KPK Lili Pintauli Dilaporkan Terima Gratifikasi Tiket MotoGP

KPK menghimbau ke beberapa pihak yang ketahui kehadiran terdakwa AR supaya melapor ke KPK.

“Dan pasti kami minta jangan sampai ada pihak yang sembunyikan keberadaan AR, karena sebenarnya menghalangi merintangi proses penyelidikan termasuk juga tindak pidana korupsi seperti diartikan dalam Pasal 21 (UU Tipikor),” kata Firli.

KPK sudah memutuskan ke-3 nya sebagai terdakwa kasus sangkaan suap berkaitan kesepakatan ijin konsep pembangunan cabang retail tahun 2020 di Kota Ambon, Maluku, dan akseptasi gratifikasi.

Atas tindakannya, terdakwa Amri sebagai pemberi didugakan menyalahi Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi seperti sudah diganti dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Dan terdakwa Richard dan Andrew sebagai yang menerima didugakan menyalahi Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 dan pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 mengenai Pembasmian Tindak Pidana Korupsi seperti sudah diganti dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (**)

Selain berita Kasus Suap dan Gratifikasi, Walikota Ambon Ditahan KPK, baca juga: KPK Bawa Sejumlah Dokumen dari Rumah Dinas Bupati Bogor

 

tags: contoh kasus suap dan analisisnya,analisis kasus suap,kasus suap terbesar di indonesia,kasus suap di indonesia,kasus suap terbaru,contoh kasus suap brainly,kasus suap kpk,contoh kasus suap menyuap.

Rekomendasi

Leave a Reply

Your email address will not be published.