Kapolri Hadiri Puncak Festival Keceran Tjimande di Banten

waktu baca 3 menit
Kapolri Hadiri Puncak Festival Keceran Tjimande di Banten Foto/Istimewa

Kapolri hadiri festival keceran, berita nasional, sulawesitoday – Kapolri Jenderal Listyo Sigi Prabowo, hadiri puncak festival Tradisi Keceran dalam rangka memperingati Milad ke-70 Kesenian Tari Tjimande Kolot Kebon Djeruk Hilir, di Senayan, Sabtu 8 oktober 2022 malam.

Tradisi Keceran perguruan pencak silat di Banten diadakan rutin setiap tahun dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tahun ini, tradisi seni dan budaya ini berhasil memecahkan rekor Indonesia dan dunia.

“Hari ini TTKKDH melaksanakan kegiatan dalam rangka HUT ke-70 dengan salah satu rangkaian acara yang mengusung tradisi Keceran. Dan Alhamdulillah kegiatan ini dikatakan berhasil memecahkan rekor MURI, bukan hanya rekor nasional tapi juga rekor dunia,” kata Sigit usai mengikuti kegiatan tersebut.

Sigit juga Ketua Pengurus TTKKDH. Ia mencontohkan, seni budaya yang ditampilkan dalam bentuk pencak silat hingga debus merupakan salah satu aset bangsa yang harus dijaga, dibina, bahkan dikembangkan.

“Ini tentu merupakan sumber daya nasional di bidang seni budaya yang harus terus dikembangkan. Dan saya sebagai pengurus jelas mendukung dan terus mengembangkan seni pencak silat, budaya, debus di Banten,” katanya.

Mantan Kapolda Banten ini berharap seni dan budaya lokal ini dapat melebarkan sayapnya, sehingga dikenal tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di seluruh dunia.

Dengan dikenalnya seni dan budaya lokal, kata Sigit, akan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan asing untuk berkunjung atau mempelajari lebih jauh salah satu aset bangsa Indonesia.

“Bagaimana bisa dikenal secara nasional bahkan internasional. Agar menjadi bagian dari seni budaya yang bisa kita tunjukkan ke dunia internasional, dan menjadi salah satu potensi yang pasti akan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan domestik dan internasional,” kata mantan Kabareskrim Polri itu.

Baca: Pemerintah Tidak Perkenankan Pembangunan PLTU Baru

Terkait seni dan budaya, Sigit juga mengutip pernyataan Presiden RI Joko Widodo bahwa ‘menjaga adat dan tradisi merupakan hal yang penting untuk dilakukan karena Indonesia adalah negara yang besar. Keanekaragaman budaya Indonesia sangat beragam yang merupakan kekuatan suatu bangsa. Keberagaman negara kita yang harus terus kita rawat dan pelihara sebagai kekuatan. Perbedaan bukan untuk memecah belah, tapi untuk menyatukan’.

Lebih dalam lagi, Sigit juga menyampaikan bahwa dengan pelestarian seni budaya ini, ia dapat menghasilkan atau menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul yang akan membawa Indonesia Emas hingga tahun 2045.

“Di sisi lain, kami berharap dengan mengikuti pencak silat TTKKDH, diharapkan dapat dibangun karakter SDM yang unggul, karena mereka semua mengikuti apa yang diajarkan di TTKKDH,” ujar Sigit.

“Harus terus berkembang, semoga budaya Banten bisa menjadi budaya nasional dan dikenal dunia internasional,” pungkasnya. (*/Ikh)

Selain baca Kapolri hadiri festival keceran, baca juga: Sektor Pangan Indonesia Diklaim Paling Aman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *