Jelang MotoGP Jepang, Pembalap Pakai Kimono Menikmati Sushi

waktu baca 3 menit
Jelang MotoGP Jepang, Pembalap Pakai Kimono Menikmati Sushi Foto/Istimewa

Berita Olahraga, sulawesitoday sports – Jelang MotoGP Jepang, pembalap MotoGP, Moto2 dan Moto3 menikmati sushi sambil berkeliling di jalanan ibu kota pakai kimono.

Dua tahun dalam kalender akibat pandemi Covid-19, Mobility Resort Motegi bersiap untuk sekali lagi menjadi tuan rumah balapan motor paling bergengsi di dunia.

Pada pre-event Rabu 22 September 2022, Enea Bastianini, Ai Ogura, Ayumu Sasaki, Tatsuki Suzuki, Kaito Toba, Ryusei Yamanaka, Taiyo Furusato dan wild card Tetsuta Nagashima (Tim HRC), memulai hari di distrik Ginza.

Empat pesepeda disuguhi makanan khas Jepang, sushi, di sebuah restoran, lalu pergi ke Ginza Motoji, toko yang menjual kimono.

BACA JUGA: LPKA Palu Kembali Gelar Posyandu Remaja Anak Binaan

Satu per satu pembalap diundang ke acara Pemilihan warna yang tepat mengukur kimono. Pemenang Aragon GP Series, Bastianini, tampil gaya dalam balutan warna abu-abu. Sedangkan pembalap Moto3 Suzuki memakai warna biru tua.

“Ya, saya penggemar berat orang Jepang. Tokyo adalah salah satu tempat favorit saya. Saya menikmati persatuan ini di pra-acara. Sekarang saya akan memakai kimono untuk pertama kalinya,” ucap La Bestia.

Setelah para pembalap pakai kimono, kedelapan pembalap itu pergi ke teater Kabuki. Selanjutnya, tiga pembalap Nagashima, Sasaki, Toba dan Yamanaka mengunjungi Matsuzaki Shoten, toko kerupuk terkenal di Ginza.

“Belum ada GP Jepang sejak 2019. Jadi ini pertama kalinya kami kembali ke Tokyo sejak Covid-19,” kata Suzuki.

“Selalu menyenangkan berada di sini, juga menyenangkan berkendara di depan fans Jepang, terutama bagi saya sebagai pembalap Jepang. Pasti akan sangat menyenangkan untuk dikendarai di Jepang.”

Bastianini pergi ke Motegi dengan empat kemenangan dan keunggulan 48 poin atas pemimpin klasemen Fabio Quartararo.

Francesco Bagnaia juga patut diperhatikan. Setelah tertinggal jauh dengan 91 poin, Pecco kini mengungguli El Diablo dengan hanya 10 poin. Kemudian Aleix Espargaró mengikuti, tertinggal 17 poin dari kedua pembalap tersebut.

Ini tentang apakah Quartararo bisa lolos dari gempuran ketiga rivalnya. Setelah gagal finis di Aragon dan menderita luka bakar ringan di dada, dia pasti menemukan dirinya dalam situasi yang paling sulit.

Namun, nomor 20 menegaskan dia siap untuk melawan segala rintangan. Apapun yang terjadi, dia akan melakukan yang terbaik.

Baca: India Direncanakan Bakal Menjadi Tuan Rumah MotoGP

“Pertama-tama, saya ingin berterima kasih kepada para penggemar untuk semua pesannya. Saya merasa lebih baik. Lukanya sudah sembuh,” kata Quartararo.

“Ini tidak akan mudah, tetapi saya akan melakukan yang terbaik untuk berada dalam performa terbaik untuk bersaing di sini dan berjuang untuk menang.

“Saya selalu 100 persen, tidak peduli di mana kita balapan atau dalam situasi apapun. Jadi itulah yang akan saya lakukan akhir pekan ini.” (*/Ikh)

Baca: Pasca Crash di Aragon, Fabio Quartararo Masih Alami Rasa Sakit

Leave a Reply

Your email address will not be published.