Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Jelang Idul Fitri, Pemerintah Diingatkan Waspadai Lonjakan Harga Pangan

waktu baca 2 menit
Jelang Idul Fitri, Pemerintah Diingatkan Waspadai Lonjakan Harga Pangan

Berita sulawesitoday.com – Jelang Hari Raya Idulfitri 2022, pemerintah diingatkan waspadai lonjakan harga pangan.

Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) menyebut akan ada tahapan kenaikan permintaan. Imbasnya pada naiknya harga bahan pokok.

“Fase pertama Ramadhan telah dilewati, itu kesyukuran tersendiri. Terlihat kenaikan harga pangan pokok,” ungkap Wasekjend Bidang Pembinaan dan Pendidikan Pedagang Pasar DPP IKAPPI, Choirul Furqon, Jumat 15 April 2022.

menerangkan, sekarang ini Indonesia sedang jalani babak ke-2 sampai tiga hari mendekati Idulfitri. Menurut dia, di saat peralihan babak pertama dan ke-2 , terjadi pengurangan keinginan di saat tengah Ramadan. Harga pangan akan alami kenaikan tinggi di pengujung Ramadan ke arah Hari Raya Idulfitri.

“Kita harus sadar jika sekarang ini sedang masuk babak dingin harga komoditas pangan. Tetapi tidak boleh dilalaikan jika mendekati Idulfitri warga Indonesia mempunyai kecondongan jika pedagang dan warga menyiapkan bermacam jenis sajian, ini jadikan timbulnya keinginan yang tinggi dan kenaikan harga bisa terjadi,” katanya.

Selain berita Jelang Idul Fitri, Pemerintah Diingatkan Waspadai Lonjakan Harga Pangan, baca juga: 30 ribu Hektare di Sindue Disiapkan Jadi Kawasan Pangan Nusantara

Fluktuasi Harga

IKAPPI mengingati, fluktuasi harga ini benar-benar lumrah karena terkait dengan proses suplai and permintaan. Tetapi pemerintahan harus juga sadar, babak tiap tahun ini selalu harus dicurigai.

“Karena itu pemerintahan harus menyiapkan tersedianya bahan pangan yang sekarang ini setoknya kurang. Janganlah sampai kelak terlewatkan dan jadikan ada kelangkaan barang, itu akan membuat harga terbang,” katanya.

IKAPPI mengharap tidak bertumpang-tindih data dan terkonsentrasi ke satu instansi. Ini mempunyai tujuan supaya tidak ada overlapping data antara instansi, bila ini bisa dilaksanakan pasti akan memudahkan performa Pemerintahan.

Wasekjend IKAPPI ini mempunyai keinginan supaya Tubuh Pangan Nasional (BPN) jadi salah satu instansi yang mengumpulkan data tersedianya pangan nasional.

“Kami mengharap Tubuh Pangan Nasional (BPN) sebagai instansi baru yang bekerjasama dengan Presiden langsung jadi sebuah tubuh referensi data tersedianya pangan nasional. Jika ini terjadi pasti pemerintahan sebagai decision maker semakin lebih gampang dalam merangkum peraturan,” tutupnya. (**)

Selain berita Jelang Idul Fitri, Pemerintah Diingatkan Waspadai Lonjakan Harga Pangan, baca juga: Sistem Peringatan Dini Berfungsi untuk Apa, Simak Penjelasannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.