Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Jejak Samudra Purba di Planet Mars, Pernah Punya Laut?

waktu baca 3 menit
Jejak Samudra Purba di Planet Mars, Pernah Punya Laut?

Jejak Samudra Purba Planet Mars, sains tekno sulawesitoday – Peta topografi yang baru-baru ini dirilis memberikan bukti baru keberadaan samudra purba di permukaan Mars belahan utara. Temuan ini kembali mengulik perdebatan lama tentang apakah mungkin planet Mars punya laut.

Peta tersebut mengungkap bahwa planet merah pernah mengalami kenaikan permukaan laut yang konsisten dengan iklim hangat dan basah, bukan lanskap yang kering seperti saat ini.

“Apa yang langsung terlintas dalam pikiran adalah keberadaan laut sebesar ini berarti potensi kehidupan yang lebh tinggi,” kata Benjamin Cardenas, penulis utama studi.

“Ini juga memberi tahu kita tentang iklim purba dan evolusinya. Berdasarkan temuan, kita tahu pasti ada periode ketika suhu cukup hangat dan atmosfer cukup tebal untuk mendukung air pada satu waktu,” papar Cardenas.

Sebelum temuan bukti jejak samudra purba di permukaan Planet Mars, seperti dikutip dari Phys, Jumat 28 Oktober 2022 telah lama ada perdebatan dalam komunitas ilmiah tentang apakah planet Mars memiliki lautan di belahan utara yang berelevasi rendah.

Dengan menggunakan data topografi, tim peneliti akhirnya mampu menunjukkan bukti definitif garis pantai berusia sekitar 3,5 miliar tahun.

Akumulasi sedimen yang substansial dari garis pantai ini setidaknya setebal 900 meter yang menutupi wilayah ratusan ribu Kilometer persegi, yang diduga adalah jejak samudra purba di Planet Mars ini.

“Di Bumi kami memetakan sejarah saluran air dengan melihat sedimen yang diendapkan dari waktu ke waktu atau yang disebut stratigrafi. Metode serupa kami gunakan di Mars,” jelas Cardenas.

Untuk mengungkapkan bukti kehidupan di Mars, yakni jejak samudra di Mars ini, tim menggunakan perangkat lunak yang dikembangkan oleh Survei Geologi Amerika Serikat untuk memetakan data dari National Aeronautics and Space Administration dan Mars Orbiter Laser Altimeter.

Para ahli menemukan lebih dari 6.500 Km pegunungan fluvial dan mengelompokkannya ke dalam 20 sistem.

Selain Jejak Samudra Purba Planet Mars, baca juga: Inti Bumi Sangat Panas, Kenapa Planet Tidak Meleleh?

Pengelompokan ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa pegunungan tersebut kemungkinan delta sungai terkikis atau sabuk saluran bawah laut yang merupakan sisa-sisa garis pantai Mars kuno.

Elemen formasi batuan, ketinggian, lokasi, dan kemungkinan arah aliran sedimen membantu tim memahami evolusi paleogeografi kawasan.

“Batuan yang dikenal sebagai Aeolis Dorsa tersebut menangkap beberapa informasi menarik tentang lautan. Beberapa di antaranya permukaan laut naik secara signifikan dan batuan diendapkan di sepanjang cekungannya dengan kecepatan tinggi. Ada banyak perubahan yang terjadi,” jelas Cardenas.

Cardenas menjelaskan pula bahwa di Bumi, cekungan sedimen kuno berisi catatan stratigrafi iklim dan kehidupan yang berkembang.

Jadi jika para ilmuwan ingin menemukan catatan kehidupan di Mars, lautan sebesar yang pernah menutupi Aeolis Dorsa akan menjadi tempat paling logis untuk memulai.

“Tujuan utama misi penjelajahan di Mars adalah mencari tanda-tanda kehidupan seperti air. Temuan kami menjadi yang terbesar, ini adalah tempat di mana kehidupan Mars kuno bisa berevolusi,” tambah Cardenas.

Studi tentang jejak samudra purba ditemukan di Mars ini telah dipublikasikan di Journal of Geophysical Research: Planets.

Selain Jejak Samudra Purba Planet Mars, baca juga: Disangka Tidak Bersuara, Pakar Sebutkan Kura-kura Melakukan Komunikasi Vokal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *