Seperti Ini Jalan Raya Kuno di Inggris Berumur 8.000 Tahun

waktu baca 3 menit
Seperti Ini Jalan Raya Kuno di Inggris Berumur 8.000 Tahun. (Image credit: Victoria Gill/BBC)

Jalan Raya Kuno di Inggris, sains tekno sulawesitoday – Beberapa orang di masa lampau ternyata sudah memakai jalan raya untuk mempermudah perjalanan mereka.

Hal tersebut tersingkap usai periset mendapati petak tanah yang sekarang ada di pantai barat Inggris.

Pasang kering di pantai itu selanjutnya sukses ungkap jika jalan itu tidak cuma digunakan oleh manusia. Hewan ternyata ikut melewati jalur yang dahulunya berlapis lumpur itu.

Diambil dari Live Science, jalan raya yang bisa disaksikan sejauh garis pantai di dekat Fromby, Inggris ini nyaris 3 km jauhnya.

Tersisa jalan raya itu memperlihatkan bagaimana saat gletser mencair dan permukaan laut naik sekitaran 11.700 tahun lalu, membuat manusia dan hewan mau tak mau melalui dataran itu, hingga membuat pusat kegiatan manusia dan hewan yang kelihatan dari tapak kaki mereka.

Periset menyebutkan jalan raya purba itu beberapa di antaranya berumur lebih dari 8.000 tahun, yang dari masa Mesolitikum atau Jaman Batu tengah (15.000 SM sampai 50 SM) sampai era tengah (476 M sampai 1450 M).

BACA JUGA: Waspada, Aplikasi WhatsApp Mod YoWhatsApp Dapat Curi Akun Pemakai

Hasil itu didapatkan selesai periset lakukan penanggalan radiokarbon dari benih pohon alder, birch, dan cemara yang menyebar di dalam susunan jalur kuno untuk tentukan umur jejak-jejak kaki.

Secara keseluruhan ada selusin tapak jejak yang terawetkan secara baik, beberapa di antaranya bersusun di antara tapak kaki manusia tapi juga beragam hewan, terhitung auroch (spesies lembu yang sudah musnah), rusa merah, babi rimba, serigala, lynx, dan bangau.

Jalan raya yang disebutkan dengan Mishmash track ini, awalannya diketemukan di akhir 1970-an dengan seorang pakar geologi yang menduga itu ialah tapak kaki ternak.

Pada 1990-an, seorang pensiunan guru menyaksikan tapak jejak itu dan mengetahui jika itu kuno. Awalnya orang tidak berpikiran begitu. Semenjak itu, tapak kaki terus banyak muncul karena erosi garis pantai dan terawetkan di bawah pasir.

“Saat jalan itu dibikin, jalan berisi dengan pasir dan susunan lumpur. Hal itu yang membuat timbunan jejak-jejak kaki,” terang Alison Burns, penulis khusus study dan arkeolog di The University of Manchester, Inggris.

“Sesudah tertumpuk empat atau lima di atas keduanya, susunan teratas terserang imbas erosi tapi yang ada di bawahnya terawat secara baik,” sambungnya.

Selanjutnya, ada satu tapak jejak yang mencolok di di antara yang diketemukan periset. Bukan karena hanya umurnya yang paling tua tapi dari tapak jejak itu, periset dapat ketahui banyak hal.

“Itu ialah tapak jejak manusia yang maju empat atau lima cara, lalu stop. Manusia itu bertelanjang kaki dan lumpur yang sudah merembes di di antara tiap tapak kaki membuat kami dapat menyaksikan semua ciri-ciri tapak kaki itu,” ungkapkan Burns.

Selain artikel Jalan Raya Kuno di Inggris, simak juga:

Pas di sampingnya, ada tapak kaki bangau. Periset menyangka, orang yang berkaitan peluang mencari burung.

Sementara di samping bangau, ada rangkaian terang tapak jejak rusa merah dewasa.

“Kami memperoleh foto masa lampau yang mengagumkan ini,” tutur Burns.

Penemuan tapak kaki bukan hal yang unik di daerah itu. Burns ngomong, jika ada satu situs arkeologi paling dekat yang berisi tapak jejak manusia berumur 900.000 tahun. Tapak jejak itu terkuak sepanjang badai tahun 2013 di Norfolk.

Tapi, yang membuat situs Formby spesial ialah, website ini ungkap bagaimana manusia dan hewan hidup bersama beberapa ribu tahun lalu.

“Banyak study yang umumnya fokus pada tapak jejak manusia dan bukan tapak jejak hewan. Saya tertarik untuk menyaksikan bagaimana hewan dan manusia share lingkungan yang paling padat ini,” lebih Burns.

Penemuan Jalan Raya Kuno di Inggris itu dipublikasi di Nature Ecology and Evolution. (rf)

Selain artikel Jalan Raya Kuno di Inggris, simak juga: Cara Mengecilkan Perut dan Paha Ini Tipsnya

Rekomendasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *