Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Indonesia Dapat Rp43,8 Triliun Dari 28 Kesepakatan Industri Migas

waktu baca 3 menit

Indonesia Dapat Kesepakatan Industri Migas, ekonomi sulawesitoday Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat sebanyak 28 kesepakatan komersil yang ditandatangani pada tatap muka industri hilir minyak dan gas 2022 di Nusa Dua, Bali.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto menjelaskan, dari kesepakatan itu mempunyai potensi memberi penghasilan sekitaran US$2,3 Miliar atau Rp43,85 Triliun (Kurs Rp15.661 per dolar AS), untuk Indonesia.

“Kekuatan akseptasi capai 2,3 Miliar dolar AS,” kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto seperti diambil dari Di antara, Jumat (25/11).

Dwi Soetjipto menguraikan, persetujuan itu mencakup 10 dokumen berkenaan Proses Election Not To Take in Kind (ENTIK). ENTIK sebagai kesepakatan yang atur pekerjaan dan tanggungjawab di antara SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sebagai penjual minyak mentah dan kondensat sisi Negara.

Disamping itu, ada 18 dokumen Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG), amandemen PJBG, Heads of Agreement (HoA), nota kesepakatan (MoU) untuk gas pipa, LNG, dan LPG.

Dwi Soetjipto memprediksi, dari 28 kesepakatan itu bisa hasilkan kekuatan lifting (pemasaran) minyak dan kondensat sejumlah 265 ribu barel minyak setiap hari dan prediksi keseluruhan lifting gas bumi sejumlah 390 miliar british thermal unit (TBTU) dengan bentang durasi waktu kontrak dua sampai 11 tahun mendatang.

Penandatanganan kontrak itu, kata Dwi Soetjipto bukan hanya hasilkan pendapatan, tapi juga untuk memberikan dukungan kemajuan ekonomi Nasional.

Dwi Soetjipto menambah, minyak mentah dan kondensat yang terjual semuanya akan disuplai untuk keperluan lokal. Sedangkan gas yang terjual sebagian, akan dipasok ke pabrik pupuk dan petrokimia di Provinsi Sumatera Selatan dan Sulawesi Tengah, untuk peningkatan industri di Jawa Barat, Jawa tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah, dan kelistrikan untuk keperluan PLN. Sedangkan LPG dari Sumatera Selatan rencanan semuanya akan disuplai untuk keperluan dalam Negeri.

“Ini memperlihatkan loyalitas hilir migas dalam jaga ketahanan energi nasional,” sebut Dwi Soetjipto.

Kemudian dalam komersilisasi migas, terutama gas bumi menjadi satu diantara pilar vital dalam memberikan dukungan perolehan misi periode panjang SKK Migas dengan sasaran produksi satu juta barel minyak setiap hari dan gas bumi sejumlah 12 miliar kaki kubik setiap hari (BSCFD) pada 2030 mendatang. Produksi itu akan diutamakan untuk konsumen dalam Negeri.

Walau demikian, rintangan yang ditemui ialah peresapan gas bumi dalam Negeri condong statis. SKK Migas menulis semenjak 2012 silam, secara rata – rata perkembangan pendayagunaan gas bumi oleh konsumen dalam Negeri capai 1 persen per tahun. Perkembangan ini lebih rendah dibanding kemajuan ekonomi nasional yang capai 5 persen per tahun. (WS)

Selain Berita Berita Indonesia Dapat Rp43,8 Triliun Dari 28 Kesepakatan Industri Migas, baca juga:Mandalika Jadi Titik Ekonomi Baru Setelah Ada MotoGP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *