Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Pembangunan Huntara Korban Banjir Torue Dimulai Pekan Depan

waktu baca 2 menit
Rumah rusak akibat Banjir Torue. Dilaporkan, Pembangunan Huntara Korban Banjir Torue Dimulai Pekan Depan

Berita Banjir Bandang Torue, sulawesitoday – Huntara Korban Banjir Torue dilaporkan segera dibangun pemerintah daerah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong mengatakan pembangunan hunian sementara korban banjir bandang di Desa Torue oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah direncanakan pekan depan.

“Pemkab Parimo memfasilitasi lahan tersebut kemudian kegiatan pembangunannya dilakukan oleh BPBD Sulteng,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Paris Moutong Amiruddin yang dihubungi di Parigi, Minggu 28 Agustus 2022.

Lanjutnya, hasil pertemuan lintas sektor yang terakhir kali, pembahasan pembangunan Huntara Korban Banjir Torue disepakati oleh BPBD Sulawesi Tengah untuk pendataan dan konsolidasi guna memastikan warga siap untuk tinggal di hunian jangka pendek ini sambil menunggu tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, salah satunya pembangunan huntap.

BACA JUGA: 40 Bilik Huntara Korban Banjir Torue Segera Dibangun

Hasil verifikasi BPBD Sulteng, pemerintah siap membangun kurang lebih 41 hunian sementara.

Di antaranya 10 warga terbawa banjir dan 31 rumah dengan kategori rusak berat.

Tahapan pembangunan hunian sementara dimulai dengan perencanaan.

Pemkab Parimo bertugas melakukan pengawas pembangunan hunian sementara korban Banjir Torue tersebut.

“Semoga tahapan perencanaan tidak terlalu lama, sehingga rehab rekon cepat terlaksana,” jelas Amiruddi. bukan.

Sesuai kesepakatan antara pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan dan desa telah menyiapkan lahan seluas sekitar 7.500 meter persegi yang terletak di Dusun 2 Desa Torue dengan total 10 blok.

Setiap blok berisi empat kabin yang dilengkapi dengan struktur pendukung, termasuk kamar mandi dan sambungan listrik.

“Belum ada informasi tentang perusahaan yang melakukan pekerjaan dan durasi konstruksi. Rencana pembangunan hunian sementara menggunakan sistem siap pakai,” kata Amiruddin.

Dia mengatakan meski hunian sementara hanya berupa bangunan sederhana, setidaknya para korban bencana bisa hidup mandiri dengan beradaptasi dengan kebiasaan baru.

Memang masa tanggap darurat masih berlangsung hingga 12 September 2022, setelah itu mereka akan memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi di shelter hingga dua tahun sambil menunggu shelter selama masa rehabilitasi dan rekonstruksi. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published.