Harga Komoditas Dunia Turun, Tetapi Masih Mengkhawatirkan

waktu baca 2 menit
Harga Komoditas Dunia Turun, Tetapi Masih Mengkhawatirkan

Harga komoditas dunia turun, berita ekonomi sulawesitodayBeberapa harga komoditas dunia saat ini telah mengalami penurunan, tetapi kondisi itu masih mengkhawatirkan. Sebab, volatilitas atau kecenderungan terjadi seperti peningkatan dan pengurangan harga.

“Pada level ini disebut dinamika luar biasa. Seperti gas kita saksikan di 9,33 US Dollar, selanjutnya turun di 7,87 US Dollar. Selanjutnya setiap terjadi pernyataan di antara Rusia dan Eropa, selalu memunculkan imbas sentimen pada harga energi, baik itu gas, coal, dan minyak,” sebut Menkeu, Senin 26 September 2022.

Sri Mulyani menjelaskan, harga minyak dunia turun cukup tajam. Pada bulan Juli harga minyak capai 126 US Dollar per barel, dan bertahan di dalam atas 120 US Dollar per barel sampai bulan Agustus.

Tetapi di September, harga minyak turun ke tingkat 89,9 US Dollar per barel. Bahkan hari ini, dapat disaksikan secara bersama harga minyak turun cukup tajam dari bulan Juli capai 126 US Dollar, hingga bulan Agustus masih bertahan diatas 120 US Dollar per barel. Sedangkan September ini sudah berada di 89,9 US Dollar, untuk brent.

Menurut Sri Mulyani, untuk Komoditas CPO turut alami pengurangan yang cukup tajam bahkan juga lebih dari 40 persen.

Selain berita harga komoditas dunia turun, baca juga: Berikut 10 Orang Paling Kaya di Dunia, Ada Siapa Saja?

Sementara gandum turun juga selesai import dari Ukraina jalan kembali. Sementara harga kedelai masih tinggi tetapi berfluktuasi, seperti yang terjadi pada jagung.

Dengan keadaan ini memperlihatkan ketidakjelasan dan mempengaruhi pada prospect beberapa negara. Apa lagi tekanan perang Rusia-Ukraina makin meluas.

Menkeu juga membeberkan, ketidakjelasan ini menggambarkan yang terjadi di pasar keuangan beberapa negara di dunia, khususnya Eropa dan Amerika Serikat.

“Peningkatan harga komoditas tinggi walau berfluktuasi sudah mengakibatkan penekanan inflasi global,” bebernya.

Seperti diketahui banyak negara alami penekanan inflasi tinggi, diantarnya Inggris, Amerika Serikat, dan beberapa negara Eropa saat ini harus mampu melawan gelombang inflasi dari beberapa bulan akhir pada tingkat di atas 8 persen. (WS)

Selain berita harga komoditas dunia turun, baca juga: Pelabuhan Parigi Dukung Pemda Optimasi Tol Laut

Rekomendasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *