Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Harga Semua Jenis Beras Alami Kenaikan

waktu baca 4 menit
Harga Semua Jenis Beras Alami Kenaikan

Harga beras alami kenaikan, berita ekonomi sulawesitodaySecara nasional, harga semua jenis beras mengalami kenaikan.

Hasil Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (Kemendag/ EWS Kemendag) menyebutkan, bila dibanding harga 1 Juli 2022, harga beras per 22 September 2022 naik 1,6% atau Rp200 jadi Rp12.700 per kg untuk jenis premium.

Sedangkan pada jumat 23 september 2022, beras jenis medium naik 1,92% atau Rp100 menjadi Rp10.600 per kg.

BACA JUGA: Anggaran Rp95 Triliun Dukung Ketahanan Pangan Nasional 2023

Pemerhati Pertanian Khudori menjelaskan, peningkatan harga beras pada musim gadu (musim panen ke-2 ) sampai paceklik sampai masuk panen ke arah panen raya ialah transisi normal.

“Memang tidak selalu demikian. Saya cek data EWS Kemendag, memang harga naik. Walau kecil, cuma Rp200-an atau 1 koma sekian persen. Tetapi, ini hal baru sesudah 2-3 tahun terakhir, harga beras relatif masih tetap stabil antarmusim,” kata Khudori Jumat, 23 september 2022.

Selama setahun 2020-2021 katanya, dalam waktu 12 bulan, tujuh bulan salah satunya, beras menjadi salah satunya pemicu deflasi.

“Ini tidak sempat terjadi di beberapa tahun awalnya. Jika tarik ke sini, sepanjang 2-3 tahun ini, ada perubahan komoditas penyumbang inflasi, dari awal sebelumnya beras menguasai. Apa selanjutnya beras bakal menjadi komoditas penting pemicu inflasi kembali, belum diketahui,” sebut Khudori.

Khudori menyangka, peningkatan harga beras sebagai imbas peningkatan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk penyediaan stok oleh Perum Bulog. Di mana, pemerintah lewat Badan Pangan Nasional (Bapanas) berlakukan harga elastisitas untuk pembelian beras.

“Ini adalah cara keliru dilakukan saat sebelum panen raya. Jika diterapkan di November-Desember, saat paceklik, tidak jadi masalah. Tetapi sekarang ini, saat musim gadu di mana terdapat bulan tertentu kita minus, cara Bapanas meningkatkan HPP sama juga menggerakkan peningkatan harga beras di pasar,” terangnya.

HPP Bulog, lanjut Khudori, jadi rekomendasi untuk harga di pasar. Mengakibatkan, harga yang diterima customer akan naik.

“Yang sudah dilakukan Bulog ini menghancurkan pasar. Memang, harga beras naik ini minimal dapat menolong petani. Tetapi, benarkah petani nikmati peningkatan harga ini, harus dilihat juga. Yang pasti, saat harga elastisitas diumumkan dan langsung berlaku, harga di pasar otomatis naik,” kata Khudori.

Semestinya, katanya, peraturan elastisitas dipublikasikan ketika musim tanam, hingga dapat menarik petani. Karena bisa mempertimbangkan keuntungan ekonomi dari penanaman padi saat musim panen datang.

Cara Bapanas itu dinilai akan menggerakkan Bulog berkompetisi dengan pelaku usaha lain. Mengakibatkan bisa terjadi persaingan perebutan suplai beras.

“Jalan keluarnya, Bulog tak perlu masuk ke pasar. Yang perlu, stok di tahun akhir terbangun di 1,2 juta ton. Itu tetap aman. Dengan catatan, pencairan BPNT jangan sampai terlambat. Jika tidak bisa terjadi kembali seperti saat ini, orang ramai-ramai boyong telur,” ucapnya.

Peningkatan harga beras sekarang ini, ucapnya, tak perlu harus langsung ditanggapi pemerintah.

Selain berita Harga beras alami kenaikan, baca juga: Ratusan Hektare Tambak Warga Torue Gagal Panen

Diketahui, pemerintahan memerintahkan Perum Bulog lakukan penyediaan cadangan beras pemerintah (CBP) sekitar 1,2 juta ton. Penempatan itu berlaku mulai 2 September sampai 30 November 2022 mendatang.

Oleh Karena itu, Bulog akan memakai harga elastisitas, yakni:

– Rp4.450 per kg gabah kering panen (GKP) pada tingkat petani

– Rp5.550 per kg gabah kering giling (GKG) pada tingkat penggilingan

– Rp5.650 per kg GKG di gudang Bulog

– Rp8.800 per kg beras di gudang Bulog.

Harga elastisitas untuk beras ini naik dari harga pembelian Bulog awalnya yang diputuskan Rp8.300 per kg.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, harga rata-rata gabah kering panen (GKP) pada tingkat petani di bulan Agustus 2022 naik 6,49%. Sedang bulan Juli 2022 yang cuma naik 0,68%.

PIHPS juga mengungkapkan, harga rata  – rata nasional untuk semua jenis beras pada tingkat produsen terdaftar Rp10.100 pada bulan Juli 2022, naik jadi Rp10.300 pada bulan Agustus, dan jadi Rp10.500 pada bulan September 2022. Hal tersebut memperlihatkan, peningkatan harga terjadi pada tingkat petani. Artinya, petani sekarang ini bisa nikmati peningkatan harga beras yang terjadi di pasar.

“Artinya, peningkatan memang terjadi dan sedang dalam transisi (trend peningkatan harga saat musim gadu dan paceklik). Data September nanti akan memperlihatkan dampak dari elastisitas harga tadi ke petani,” tandas Khudori. (WS)

Selain berita Harga beras alami kenaikan, baca juga: Imbas Kenaikan BBM, Harga Pupuk di Parigi Moutong Melambung

Leave a Reply

Your email address will not be published.