Guru-Murid Korban Banjir Torue Dapat Donasi dari PGRI

waktu baca 2 menit
Guru-Murid Korban Banjir Torue Dapat Donasi dari PGRI

Berita Banjir Bandang Torue, sulawesitoday – Guru-Murid Korban Banjir Torue mendapat bantuan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Torue, Parigi Moutong (Parimo).

Bantuan donasi kepada Guru-Murid Korban Banjir Torue yang terjadi pada 28 Juli 2022 lalu.

Dilaporkan bahwa bantuan terkumpul sekitar Rp 66 juta, bantuan diberikan PGRI Kabupaten Poso Rp 41 juta, PGRI Kecamatan Balinggi Rp 11 Juta serta anggota PGRI lainnya baik secara organisasi dan perorangan.

Koordinator Posko PGRI Torue, I Dewa Putu Suka, mengatakan, dana tersebut dikelola sedemikian rupa untuk pembelian seragam sekolah, alat tulis dan kelengkapan lainnya baik tingkat SMP,SD dan PAUD.

“Sedangkan untuk 23 guru korban Banjir Torue mendapat uang tunai senilai Rp 500 ribu per orang,” ungkapnya saat dihubungi Rabu 31 Agustus 2022.

BACA JUGA: Penyusunan RPD Parimo Ditarget Selesai Desember 2022

Untuk bantuan berupa barang yang masuk di posko PGRI, apabila dikonversi ke rupiah mencapai Rp. 500 juta dari bantuan pertama masuk hingga saat ini.

Seluruh bantuan tersebut juga, telah dilaporkan pada saat konferensi kerja PGRI Parimo, terkait kerja posko kronologis bencana, masyarakat, guru dan murid yang terdampak.

“Karena ini barang bantuan jadi kami harus melaporkan pada saat rapat kerja beberapa waktu lalu, baik proses penyaluran dan penerimaan bantuan kepada korban banjir Torue,” jelasnya.

BACA JUGA: Bawaslu: 75 Persen Kades di Parimo Kader Parpol

Ia mengaku, dari bantuan yang masuk saat ini tersisa 70 dus air mineral, untuk sembako, pakaian dan makanan bayi sudah diserahkan kepada masyarakat umum penerima manfaat sebanyak 200 kepala keluarga di empat desa terdampak.

Ia menambahkan, untuk data terbaru jumlah siswa menjadi korban banjir sebanyak 750 orang dan jumlah guru 58 orang dan terdampak parah sebanyak 23 orang, data tersebut diambil berdasarkan hasil koordinasi dengan para kepala sekolah.

“Saya mengakui data sebelumnya mengalami kekeliruan, dikarenakan belum dapat melakukan koordinasi pasca banjir yang melanda beberapa pekan lalu,” pungkasnya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published.