Ini Gejala dan Bahaya Penyakit HIV AIDS

waktu baca 8 menit
Ini Gejala dan Bahaya Penyakit HIV AIDS

Gejala dan Bahaya Penyakit HIV AIDS, ragam sulawesitoday – Mekanisme ketahanan tubuh semestinya mempunyai peran penting buat jaga badan dari penyakit dan infeksi. Tetapi bagaimana bila salah satu mekanisme pertahanan badan kita diserang virus? Kalian tentu sudah akrab dengan penyakit HIV/AIDS yang lemahkan mekanisme pertahan badan manusia.

Sebetulnya, HIV ialah virus yang merusak sel CD4 yang semestinya menantang infeksi. Seterusnya, keadaan penyakit akut dari virus HIV ialah penyakit AIDS. Penyakit ini dapat juga munculkan penyakit berat lain, lalu terjadi kompleksitas.

BACA JUGA: 10 Cara Jitu Menambah Berat Badan Ideal Anak

Nach karena itu, tiap orang perlu waspada penebaran virus HIV ini. Tetapi, harus diingat jika HIV tidak bisa menyebar lewat contact biasa, sehingga kamu tidak dapat terjangkit HIV dengan berangkulan, berciuman, atau berjabatan tangan sama orang yang terkena.

Gejala dan Bahaya Penyakit HIV AIDS, Bagaimana Proses HIV jadi AIDS?

Penyakit HIV merusak sel darah putih, T CD4, yang paling berperanan untuk badan dalam menantang penyakit. Makin berkurang sel T CD4, memiliki arti makin kurang kuat juga mekanisme imun badan.

Sepanjang jumlah sel T CD4 pada tubuh masih di atas 200, HIV belum beralih menjadi AIDS. HIV dapat mengontaminasi badan sepanjang tahun saat sebelum berubah jadi AIDS.

Gejala dan Bahaya Penyakit HIV AIDS, Bagaimana Penyebaran HIV AIDS?

Kamu dapat terjangkit bila tukar cairan badan seperti darah, air mani, cairan vagina dan air susu ibu dengan pasien HIV/AIDS. Beragam pemicu transisi cairan badan itu diantaranya lakukan hubungan seks dan menggunakan jarum suntik yang serupa.

Juga bisa lewat perlengkapan tato yang tidak jadi perhatian kebersihannya, atau transfusi darah. Tetapi HIV tidak dapat disebarkan lewat contact kulit atau air liur, selama tidak cedera terbuka.

Sampai saat ini, tidak ada obat untuk mengobati secara penuh pasien terkena HIV/AIDS. Selainnya peluang pulih yang rendah untuk pasien, penyakit ini bisa juga menyebabkan pasien alami kompleksitas penyakit karena ketahanan tubuh yang menurun.

Gejala dan Bahaya Penyakit HIV AIDS

Gejala awalnya HIV Dikutip dari Healthline, gejala awalnya HIV dikenali dengan istilah klinis sindrom retroviral kronis.

Gejala dan Bahaya Penyakit HIV AIDS, Beberapa tanda HIV tahapan awalnya diantaranya:

  • Sakit kepala
  • Demam
  • Badan gampang capek, walau sebenarnya sedikit melakukan aktivitas dan cukup tidur
  • Nyeri persendian
  • Tidak selera makan
  • Kelenjar getah bening lebam
  • Sakit kerongkongan
  • Ruam
  • Nyeri otot
  • Kerap ada sariawan di mulut
  • Ada borok atau cedera bernanah di alat kelamin
  • Sering berkeringat pada malam hari, walau sebenarnya cuaca tidak buat panas
  • Kerap diare
  • Tidak nikmat tubuh
  • Mual

Gejala awalnya HIV bisa mengalami perkembangan dalam kurun waktu beberapa minggu sesudah pasien terjangkit penyakit ini. Atau, pasien bisa juga merasainya sesudah sekian tahun semenjak pasien terkena HIV.

Interval waktu dari terjangkit penyakit sampai ada gejala ini benar-benar bergantung ketahanan badan pasiennya.

Gejala dan Bahaya Penyakit HIV AIDS, berikut kompleksitas penyakit yang sering diketemukan pada pasien HIV/AIDS!

Gejala dan Bahaya Penyakit HIV AID, Bahaya HIV AIDS dan Kompleksitas

Sesudah ketahui bagaimana penyebaran HIV AIDS, ada banyak bahaya penyakit HIV AIDS yang penting kamu ketahui. Penyakit ini membuat mekanisme ketahanan tubuh menurun dan badan rawan akan penyakit, hingga memerlukan pengatasan yang akurat.

  1. Gejala dan Bahaya Penyakit HIV AIDS, Tuberkulosis (TBC)

TBC dapat secara mudah serang pasien HIV yang punyai ketahanan badan kurang kuat, karena TBC dapat menyebar melalui udara. Bila pasien HIV/AIDS bisa dibuktikan positif terkena virus TBC, karena itu harus selekasnya dikasih antibiotik untuk membunuh bakteri TBC itu.

Bakteri TBC yang ada pada tubuh pasien HIV/AIDS harus selekasnya diatasi dahulu sampai habis, baru pasien bisa meneruskan beberapa obat HIV kembali. Tuberkulosis dikukuhkan sebagai pemicu kematian nomor satu untuk pasien HIV/AIDS.

  1. Gejala dan Bahaya Penyakit HIV AIDS, Toksoplasmosis

Toksoplasmosis ialah infeksi pada manusia yang diakibatkan oleh parasit bersel satu Toxoplasma gondii (T. gondii). Parasit ini biasa diketemukan pada kotoran kucing atau daging yang belum masak.

Sebetulnya pada mekanisme ketahanan tubuh normal, infeksi parasit ini tidak mencelakakan. Tetapi untuk seorang dengan mekanisme kekebalan rendah seperti pasien HIV/AIDS, perlu pengatasan klinis serius untuk menghindar kompleksitas yang lebih berat.

Kompleksitas yang bisa diakibatkan toksoplasmosis terkhusus pada pasien HIV/AIDS ialah infeksi otak serius yang disebutkan ensefalitis.

  1. Gejala dan Bahaya Penyakit HIV AIDS, Kriptosporidiosis

Kriptosporidiosis ialah penyakit karena infeksi parasit cryptosporidium yang diikuti dengan diare yang tidak juga pulih. Infeksi ini umumnya tiba dari infeksi usus pada hewan.

Infeksi parasit ini masuk ke badan melalui minuman atau makanan yang sudah tercemar. Tanda-tandanya umumnya akan ada satu minggu sesudah badan dimasuki parasit dan akan berjalan sepanjang dua minggu.

Tetapi, ke orang dengan mekanisme kebal rendah atau anak-anak, gejala ini dapat bertahan 24-36 bulan, bahkan juga dapat sampai kompleksitas fatal.

  1. Gejala dan Bahaya Penyakit HIV AIDS, Sitomegalovirus

Sitomegalovirus ialah virus yang terkait dengan virus herpes. Penyebaran virus ini lewat cairan badan seperti air liur, darah, air mani, urin dan air susu ibu. Mekanisme kebal sehat dapat mengatur virus ini hingga jadi tidak aktif.

Tetapi, pada pasien HIV, CMV bisa menebar ke semua badan bila tidak cepat diobati. Pasien HIV akan alami masalah pandangan, aliran pencernaan, paru-paru, atau kurang kuat tulang sampai kesusahan jalan.

Peluang pasien HIV diserang virus CMV semakin lebih besar saat jumlah CD4 kurang dari 100 sel/mikroliter.

Ini Gejala dan Bahaya Penyakit HIV AIDS
Ini Gejala dan Bahaya Penyakit HIV AIDS
  1. Gejala dan Bahaya Penyakit HIV AIDS, Kandidiasis

Infeksi yang ini disebabkan karena infeksi jamur yang kembali lagi serang seorang dengan ketahanan tubuh kurang kuat. Pada pasien HIV, jamur-jamur itu berkembangbiak terlalu berlebih hingga membuat susunan ‘membran palsu’ pada mulut, lidah dan vagina.

Tempat mulut akan berasa seperti terbakar dan bila membran putih itu coba dilepaskan akan menyebabkan rasa perih dan pendarahan. Kandidiasis orofaring diketemukan pada 50-95% pasien HIV/AIDS.

  1. Gejala dan Bahaya Penyakit HIV AIDS, Kriptokokus Meningitis

Meningitis ialah penyakit radang selaput cairan otak dan sumsum tulang belakang. Sementara kriptokokus meningitis ialah infeksi pada mekanisme saraf umum pusat yang umumnya ada pada pasien positif HIV/AIDS.

Jamur pemicu infeksi ini disebutkan Cryptococcus neoformans yang menyebar lewat udara. Itu memiliki arti jamur ini benar-benar gampang terisap jamur ini karena kemudian jamur ini akan terendap di paru-paru dan masuk ke saluran darah yang lewat otak dan sumsum tulang belakang.

Pasien HIV dengan CD4 di bawah 50 semakin lebih gampang terkena jamur ini.

  1. Gejala dan Bahaya Penyakit HIV AIDS, Limfoma atau Kanker Kelenjar Getah Bening

Limfoma atau kanker kelenjar getah bening ialah kanker darah yang mengakibatkan kelenjar getah bening membesar. Penyakit ini bermula dari sel kanker yang berserah salah satunya limfosit atau sel darah putih.

Selainnya di kelenjar getah bening, limfosit menyebar di limpa, timus, sumsum tulang dan aliran pencernaan. Limfosit yang diserang akan berbeda, berkembang dan menebar secara tidak normal.

Penyembuhan kanker yang diterima pasien HIV/AIDS sama dengan yang lain, seperti kemoterapi, radiasi bahkan juga operasi. Efek dari penyembuhan kanker pada pasien HIV/AIDS ialah rawan pada beragam penyakit infeksi.

Mekanisme imun pasien positif HIV yang telah kurang kuat akan makin menurun sepanjang penyembuhan kanker ini. Karena itu pasien HIV yang terserang kanker akan mendapatkan perawatan khusus.

  1. Gejala dan Bahaya Penyakit HIV AIDS, Pneumonia Akut

Pneumonia ialah infeksi pada salah satunya atau ke-2 paru-paru yang disebabkan karena bakteri, virus dan jamur. Kemungkinan kamu pernah dengar paru-paru basah, inilah penyakitnya.

Kantung udara di paru-paru yang terkena akan meradang dan membesar. Infeksi ini sebetulnya dapat ditantang oleh siapa saja berumur di atas 3 atau empat tahun, bila mempunyai mekanisme ketahanan tubuh yang bekerja baik.

Pada pasien HIV/AIDS dalam jumlah CD4 kurang dari 200 semakin lebih gampang terkena penyakit ini. Hampi 75% pasien positif HIV terkena pneumonia akut.

  1. Sindrom Wasting pada AIDS

Wasting syndrome dirasakan pasien fase akhir AIDS, diperlihatkan pada pengurangan periode badan sampai 10% dalam saat yang singkat. Ada 5 pemicu berlangsungnya sindrom wasting ini.

Pertama, badan perlu semakin banyak gizi untuk menantang virus HIV/AIDS sementara peresapan gizi badan tidak prima kembali.

Ke-2 , pasien HIV umumnya alami diare akut yang dapat berjalan sepanjang 10 hari.

Ke-3 , dengan keadaan kesehatan semacam ini, selera makan juga pasti turun.

Seterusnya, akan ada bintik pada mulut dan kerongkongan yang mengakibatkan infeksi dan merasa sakit. Jika sudah ini, bagaimana dapat tingkatkan selera makan?

Paling akhir, beberapa obat yang dimakan pasien HIV dapat kurangi selera makan. Pada beberapa peristiwa justru muncul efek mual, muntah dan masalah peranan indera pengecap.

  1. Herpes Simpleks dan Herpes Zoster

Meskipun sama bermulaan Herpes, tetapi ke-2 tipe herpes ini berlainan. Herpes Simpleks ialah penyakit kelamin. Pasien yang terserang Herpes Simpleks bisa menyaksikan gejala nya dengan memerhatikan adakah ada bintil-bintil kecil bergerombol seperti anggur pada anus, kemaluan, mulut dan kulit.

Penyebaran Herpes Simpleks terjadi lewat kegiatan seksual. Dan Herpes Zoster ialah infeksi saraf dan kulit disekelilingnya. Virus pemicu Herpes Zoster sama dengan pemicu cacar air.

Virus yang tidak seutuhnya terselesaikan saat penyembuhan cacar air mempunyai potensi mengakibatkan penyakit Herpes Zoster ini.

Begitu mencelakakannya penyakit HIV/AIDS ini. Sekali kamu terkena virus HIV/AIDS yang lemahkan mekanisme imun ketahanan tubuh, badanmu akan rawan pada beragam penyakit beresiko yang lain. (WS)

Selain artikel Gejala dan Bahaya Penyakit HIV AIDS, simak juga: Manfaat Vitamin C Bagi Tubuh dan Kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *