Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Apa Saja Faktor Membuat Manusia Punah?

waktu baca 4 menit
Apa Saja yang Dapat Membuat Manusia Punah, (Foto: unsplash)

Faktor membuat manusia punah, sains tekno sulawesitoday – Manusia kerap mengulas bagaimana kemusnahan hewan dan tumbuhan yang hidup di Bumi. Tetapi apa kemusnahan cuma punya hewan dan tumbuhan saja?

Apa manusia bisa juga punah atau akankah selamat dari kejadian kemusnahan itu?

Ini kemungkinan terlihat seperti pertanyaan yang spektakuler tapi faktanya, lusinan periset di penjuru dunia habiskan beberapa hari mereka bergelut dengan peluang massal yang dapat menerpa manusia dan bagaimana kita dapat mengindarinya.

Dari mereka yang menyelidik pertanyaan ini, ada konsesus umum jika ada banyak resiko yang dapat jadi pemicu kemusnahan kehidupan manusia, periset mengatakan dengan resiko eksistensial.

Faktor resiko akibatkan manusia dapat punah

Berikut faktor resiko yang dapat mengakibatkan kemusnahan massal pada manusia seperti diambil dari Live Science.

Perang nuklir

Perang nuklir menjadi satu diantara resiko prospektif paling besar untuk keberlangsungan hidup manusia. Tidak ada prediksi tentu mengenai banyak komunitas Bumi yang kemungkinan akan musnah karena perang nuklir ini.

Namun, diprediksi jika dampak dari musim dingin nuklir jumlah besar akan berpengaruh pada kekuatan dan resiko yang dapat mengakibatkan manusia punah.

Dampak musim dingin nuklir ialah masa temperatur beku dan produksi makanan terbatas terjadi, ini disebabkan karena kabut asap nuklir yang merintangi cahaya matahari capai Bumi.

“Dari mayoritas pemodelan yang pernah saya saksikan, itu akan menakutkan dan dapat mengakibatkan kematian mayoritas umat manusia. Tetapi nampaknya mustahil hal itu sendirinya akan mengakibatkan kemusnahan,” kata Luke Kemp, dari Pusat Study Resiko Eksistensial di Cambridge University.

Wabah penyakit

Penyimpangan bioteknologi untuk memanipulasi bakteri yang mematikan dan cepat menebar ialah resiko eksistensial lain yang menurut periset dapat merusak kehidupan manusia.

“Saya cemas mengenai beragam jenis scenario wabah yang berlainan. Tetapi menurut saya scenario bikinan manusia kemungkinan sebagai teror paling besar dari era ini,” ungkapkan Cassidy Nelson, wakil pimpinan team biosekuriti di Future of Humanity Institute, Oxford University, Inggris.

Nelson yang pelajari permasalahan biosekuriti yang ditemui umat manusia, seperti penyakit menyebar baru, wabah, dan senjata biologis ini mengaku jika bakteri yang sudah direkayasa secara eksklusif untuk menyebar dan mematikan kemungkinan dapat lebih menghancurkan dibanding bakteri alami.

Walau begitu, Nelson yakini jika peluang hal tersebut terjadi benar-benar kecil. Karena, perkembangan ilmiah dan tehnologi terus turunkan tingkat batasan untuk orang untuk dapat lakukan hal itu.

Namun besarnya teror wabah pada peluang mengakibatkan manusia punah ini membuat periset harus tetap memberi perhatian pada kekuatan itu.

Peralihan cuaca

Keberlangsungan hidup manusia nyaris tidak dapat dilepaskan dari peralihan cuaca, sebuah peristiwa yang menggerakkan pengurangan dan kemusnahan banyak spesies di semua planet ini.

Peralihan cuaca akan dituruti dengan kerentanan pangan, kelangkaan air, dan kejadian cuaca ektrem yang semakin memberikan ancaman keberlangsungan hidup manusia.

Walau begitu dengan menyaksikan ke masa datang, peralihan cuaca dilukiskan Kemp sebagai pengganda resiko eksistensial pada rasio global, yang memiliki arti itu perkuat teror lain pada keberlangsungan umat mnausia.

Kelangkaan makanan atau air misalkan dapat tingkatkan juga kemelut internasiol dan memacu perang nuklir.

Ini sesuai opini Kemp yang menyebutkan peluang kejadian kemusnahan massal tidak dibuat dari 1 musibah seperti perang nuklir atau wabah saja.

Kebalikannya, riwayat memperlihatkan jika mayoritas kehancuran peradaban didorong oleh faktor-faktor yang sama-sama berkaitan.

Intelegensi buatan

Periset berfilsafat jika robot pintar yang secara tidak menyengaja dilepaskan ke dunia, dapat lakukan pemantauan luas pada manusia atau melebihi manusia secara fisik dan psikis.

Itu akan merampas supremasi manusia di planet dan untuk beberapa orang secara fundamental dapat mengganti ide mengenai apakah arti jadi manusia.

Faktor Membuat Manusia Punah, Kemanusiaan

Betapapun luasnya resiko kemusnahan, tetapi manusia mainkan peranan kunci dalam tentukan tingkat keparahan resiko itu.

Jadi bagaimana bila manusia jadi pemicu kemusnahan mereka sendiri.
Sabun Roman, dari Center for the Studi of Existential Risk menyaksikan mayoritas resiko eksistensial peradaban masa lampau terhitung Kekaisaran Romawi dan Pulau Paskah dibuat sendiri, yang berakar pada warga dan mekanisme yang dibuatnya.

Dalam penglihatannya, manusia yang berkembang ke arah pada eksplorasi, keruntuhan planet dan perselisihan.

Tragisnya, itu cuma tingkatkan beberapa teror paling besar yang kita temui sekarang ini.

Manusia kerap mengulas bagaimana kemusnahan hewan dan tumbuhan yang hidup di Bumi.

Tetapi apa kemusnahan cuma punya hewan dan tumbuhan saja?

Apa manusia bisa juga punah atau akankah selamat dari kejadian kemusnahan itu?
Ini kemungkinan terlihat seperti pertanyaan yang spektakuler tapi faktanya, lusinan periset di penjuru dunia habiskan beberapa hari mereka bergelut dengan peluang massal yang dapat menerpa manusia dan bagaimana kita dapat mengindarinya.

Dari mereka yang menyelidik pertanyaan ini, ada konsesus umum jika ada banyak resiko yang dapat jadi pemicu kemusnahan kehidupan manusia, periset mengatakan dengan resiko eksistensial.

selain artikel Apa Saja Faktor Membuat Manusia Punah, baca juga: Mengapa Manusia Suka Makanan Pedas?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *