Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Empat Komponen Darah Beserta Fungsinya

waktu baca 3 menit

Komponen Darah, ragam sulawesitoday Darah adalah media transportasi dari mekanisme perputaran. Warna merah karena memiliki kandungan hemoglobin, darah terdiri dari empat komponen.

Dalam e-Modul Biologi kelas XI oleh Kemendikbud, komponen darah terbagi dalam Plasma darah yakni darah yang berbentuk padat dan sel darah yang berwujud padat.

Plasma darah terdiri dari air dan zat, ion, yang larut didalamnya. Dan sel darah terdiri atas sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit).

 

  1. Plasma Darah

Plasma darah membuat 55 % dari darah yang ada di badan manusia. Plasma darah terbagi dalam:

Air (90 persen)

Protein darah (8 persen), terdiri jadi:

-Fibrinogen: protein darah yang turut serta dalam pembekuan darah

-Albumin: berperan jaga volume dan penekanan darah

-Globulin: berperan memberikan kekebalan

-Protrombin: berperan sebagai enzim pembeku darah

-Hormon: berperan sebagai protein pemacu dan pengontrol metabolisme darah

Garam mineral (0,9 persen), terbagi dalam: NaCl, NaHCO3, garam kalsium, fosfor, magnesium dan besi

Bahan organik (0,1 persen), terbagi dalam: glukosa, asam amino, lemak, urea, asam urat, enzim dan antigen

Peranan Plasma Darah

Plasma darah berperan sebagai:

Pengontrol penekanan osmosis darah hingga banyaknya bisa ditata pada tubuh

Pembawa sari-sari makanan, tersisa metabolisme, hasil ekskresi dan gas

 

  1. Eritrosit (sel darah merah)

Eritrosit atau sel darah merah berwujud sel bikonkaf, tidak berinti, tidak bisa bergerak bebas, dan tidak bisa tembus dinding kapiler. Eritrosit dibuat dalam sumsum merah tulang gepeng.

Banyaknya akan berlainan ke orang dewasa lelaki dan peremuan yaitu sekitaran lima juta/mm3 pada lelaki dewasa dan sekitar4 juta/mm3 pada wanita dewasa.

Usia eritrosit berumur lebih kurang 125 hari. Jika eritrosit mati dan tua, akan dibongkar dalam hati dan limfa jadi bilirubin (zat warna empedu).

 

Peranan Eritrosit;

Eritrosit memiliki kandungan Hemoglobin (Hb), Hb yang berperan:

Mengusung oksigen

Mengusung karbon dioksida

Jaga kesimbangan asam dan basa

 

  1. Leukosit (sel darah putih)

Leukosit atau sel darah putih ialah sel darah yang berwujud variasi, mempunyai pokok, bisa bergerak bebas secara amoeboid dan bisa tembus dinding kapiler yang disebutkan diapedesis.

Banyaknya semakin sedikit dari eritrosit yaitu 6.000-9.000/mm3. Jika leukosit seorang kurang dari 6.000/mm3 karena itu disebutkan leucopenia. Dan bila banyaknya lebih dari 9.000/mm3 disebutkan leukositosis.

Leukosit beberapa dibuat oleh jaringan retikuloendothelim sumsum merah tulang (granulosit, monosit dan limfosit) dan beberapa kembali dibuat oleh jaringan limfa (limfosit dan beberapa sel plasma).

 

Peranan Leukosit;

Peranan leukosit berperan menantang kuman yang masuk ke badan dengan mengkonsumsinya yang disebutkan dengan fagositosis.

 

Beberapa macam Leukosit;

Granulosit: plasmanya bergranula terbagi dalam: neutrofil, basofil, eosinofil.

Agranulosit: plasmanya tidak bergranula terbagi dalam monosit dan limfosit.

 

  1. Trombosit (keping darah)

Trombosit ialah sel darah yang tidak berinti, gampang pecah dan tidak warna. Memiliki bentuk yang tidak teratur sejumlah di antara 200.000- 300.000/mm3.

Pembangunan trombosit terjadi dalam megakariosit sumsum merah tulang. Sesudah masuk ke saluran darah, bisa bertahan sekitaran 4 hari.

 

Peranan Trombosit;

Trombosit akan menolong proses pembekuan darah dengan bergabung di lokasi cidera. Sesudah bergabung, trombosit akan melekat pada susunan pembuluh darah yang cedera dan membuat basis di mana pembekuan darah bisa terjadi. Proses ini akan membuat pembekuan fibrin di mana bisa tutup cedera dan menahan darah bocor keluar. (WS)

Selain artikel Empat Komponen Darah Beserta Fungsinya, baca juga:Cara Mencari Channel Siaran Piala Dunia 2022 di TV dengan Simpel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *